TANTRA

TANTRA
Bab 16


__ADS_3

Begitu sampai di depan kamar, mereka yang hendak melangkah masuk ke kamar, tiba-tiba terhenti karena gadis yang mereka gotong tiba-tiba muntah mengenai lantai.


Tantra lalu menggendong sendiri gadis itu, ia bawa masuk dan dibaringkan diatas tempat tidur.


Sementara Rafli yang langsung sigap menelpon resepsionis untuk meminta tolong OB membersihkan muntahan gadis itu.


"Walah mbaaaaak mbak! Ayu ayu kok ngerepotne!" (cantik-cantik kok merepotkan).


Setelah gadis itu tertidur lelap, mereka bertiga lantas kembali ke kamar untuk beristirahat. Tak lupa Tantra membawa kunci kamar yang berbentuk kartu.


*


Malam telah berakhir. Tantra yang selesai melaksanakan sholat subuh lalu bersiap untuk melakukan olahraga pagi. Ia hendak jogging di sekitar area taman hotel.


Saat melewati kamar gadis itu, Tantra membuka pintunya dan melihat kondisinya. Melihat gadis itu masih tertidur lelap, Tantra keluar untuk melanjutkan olahraga paginya.


Matahari mulai terasa hangat di kulit, Tantra memutuskan untuk kembali ke kamar. Ia menyempatkan diri melihat kondisi gadis itu.


Setelah membuka pintu kamar, Tantra melihat gadis bule itu tengah duduk bersandar diatas tempat tidur sambil memijat kepalanya.


Tantra lalu masuk menuju coffee bar meja sebelah lemari pakaian. Ia menyalakan water heater untuk memasak air, menyiapkan air hangat dan kopi untuk gadis itu.


"Minumlah!" Tantra menyodorkan air mineral dalam botol kepada gadis itu. Tantra juga meletakkan secangkir kopi di meja samping tempat tidur. "Habiskan kopi ini! Cafein dalam kopinya dapat meredakan sakit kepala akibat hangover." (sakit kepala akibat efek dari alkohol).


Gadis itu menuruti perintah Tantra hingga rasa sakit di kepalanya mulai hilang.


"Lekas mandi dan hubungi keluargamu untuk menjemputmu disini. Breakfast dulu di lantai bawah. Jangan lupa minta air lemon untuk menghilangkan efek mabuk itu dan menyegarkan tubuhmu lagi." Ucapan Tantra seolah sebuah perintah untuk gadis itu.


Gadis itu mulai tersadar sepenuhnya. Ia mencari tas kecilnya yang tertutup selimut berada di sebelahnya.


Ia lantas mengeluarkan dompetnya. Mengambil berlembar-lembar uang merah di dalamnya.


Ia beranjak dari tempat tidur dan berjalan mendekati Tantra. Ia sodorkan uang itu ke arah Tantra dengan satu tangan yang menggenggam asal lembaran uang itu.


Tantra hanya diam terpaku melihat ulah gadis itu.


"Ini! Ambil aja! Ini upahmu karena sudah menolongku!" Gadis itu masih menunggu namun Tantra hanya diam saja dan tidak menjawab sepatah kata pun.


"Kurang ya? Wait a minute, aku telpon daddy ku dulu biar transfer nominal yang kamu minta ke rekeningmu!" Gadis itu mengambil ponselnya dan mulai menghubungi seseorang.


Tanpa menunggu lama, Tantra langsung meninggalkan gadis itu. 


Tantra memilih pergi karena enggan menanggapi gadis yang menurut dia kurang waras itu.


*

__ADS_1


Hari yang dinantikan para peserta kompetisi telah tiba. Ini adalah hari diumumkannya penilaian juri sekaligus memilih 25 ide bisnis terbaik dan mengeliminasi 25 ide sisanya yang tidak lolos penilaian.


Saat yang mendebarkan. Satu persatu nama dan ide bisnis disebutkan untuk lolos ke babak berikutnya.


Ide bisnis : Insenerator pembangkit listrik


karya : Tantra wirapraja


Ide bisnis : Aplikasi tambal ban online


karya : Rafli Nababan


Ide bisnis : Kue Balok Kotak


karya : Agung Yudistiro


Ketiga nama mereka disebut karena lolos ke babak berikutnya.


Kini mereka bersiap menerima mentoring selanjutnya untuk kualifikasi tahap selanjutnya.


Mentoring kali ini membahas strategi penetapan harga. Tantra sedikit pesimis kali ini. Pasalnya produk yang ia tawarkan cukup mahal untuk dipasarkan. Satu insenerator berharga 200 sampai 600 juta bergantung kapasitas penghasil listriknya.


Meski begitu, Tantra cukup pandai meyakinkan para mentor jika sasaran penjualan produknya tepat  maka produknya tetap diminati pasar. Target pasarnya adalah pemerintah kota terutama yang terbelit masalah sampah. Perumahan Elit dan Pabrik-pabrik industri.


Mendengar penjelasan Tantra, para mentor menjadi yakin bahwa produk Tantra bisa dipasarkan.


"Puinter banget toh kamu mas? Suka makan otak sapi yah?" Maksud Agung yang ingin memuji malah jadi candaan teman-temannya.


"Makanya, Kau makanlah terus itu pantat ayam, jadi susah berfikir kau jadi pengusaha." Rafli tertawa puas berhasil mengejek Agung.


Tanpa disangka, penampilan Tantra diperhatikan oleh lelaki paruh baya yang sedang melintas di depan ruangan tersebut. Lelaki itu sampai menghentikan langkahnya karena ingin mendengarkan presentasi dari Tantra.


*


Waktu mentoring telah usai. Kini saatnya babak kualifikasi tahap selanjutnya.


Semua peserta kompetisi telah berada di ballroom bersiap untuk presentasi selanjutnya.


Juri akan menilai lagi untuk menyaring dari 25 peserta yang ada menjadi 10 peserta terbaik untuk babak selanjutnya.


Penilaian kali ini berbeda dari sebelumnya. Panitia menambah dua orang juri untuk babak ini.


Ballroom yang semula hiruk pikuk menjadi tenang saat beberapa orang pengawal masuk dan mengamankan 2 tempat duduk di depan.


Seperti adanya kedatangan orang penting, para panitia berdiri menyambut kedatangan orang tersebut.

__ADS_1


Tak lama kemudian, masuklah Seorang lelaki paruh baya dengan seorang pria muda berjalan di belakangnya.


Kasak kusuk mulai terdengar dari tempat peserta. Semua peserta bertanya-tanya. Siapa tamu penting itu.


Tantra yang sudah mengetahui siapa Pria tersebut hanya diam memandangnya. Tantra justru mengamati pemuda yang mengikuti pria paruh baya tersebut. Pemuda itu terlihat tegas dan berwibawa. Tantra menilai pemuda itu sangat pandai dan memiliki intuisi tajam dalam bisnis.


Dugaan Tantra ternyata benar. Saat peserta pertama mulai selesai presentasi, ia dicecar pertanyaan oleh pemuda bernama Rio yang adalah asisten pribadi pria paruh baya itu.


Peserta itu pun kelabakan untuk menjawab pertanyaan Rio. 


"Pelajari lebih serius bisnis yang akan anda jalankan! jangan sampai modal dari kami menjadi hilang seketika karena usaha anda tiba-tiba bangkrut sebab anda salah menganalisa pasar." Rio mengambil proposal bisnis selanjutnya dan meminta peserta pertama turun dari podium tanpa menunggu komentar dari juri yang lain.


Melihat komentar Rio yang seolah menyerang, semua peserta menjadi grogi dan ketakutan.


Semua peserta yang tampil di buat kewalahan menjawab pertanyaan Rio. 


Sampai pada saat nomor urut Tantra disebut untuk maju ke podium mempresentasikan bisnisnya.


Dengan cekatan Tantra menjelaskan ide bisnis dan produknya.


"Enam Ratus Juta untuk satu alat? Menurut anda, siapa yang akan membeli alat dengan harga segitu?" Satu pertanyaan pembuka dari Rio untuk Tantra.


"Target penjualan awal produk ini adalah pemerintahan. Ada begitu banyak pemerintahan daerah yang terbelit masalah pengelolaan sampah. Alat ini bisa menjadi solusinya." Jawaban Tantra sangat meyakinkan.


"Dan setelah masyarakat mengetahui manfaat dari alat ini, kami bisa mengembangkan target pasar kami untuk developer perumahan dan industri." Tantra melanjutkan bahasannya.


"Bagaimana alat ini bisa bermanfaat? Karena mengurangi sampah? Saya rasa masyarakat tidak terlalu peduli masalah sampah. Bagi mereka yang penting sampah sudah dibuang dari rumah mereka, tak peduli bagaimana selanjutnya atau bahkan dampak terhadap lingkungan." Rio masih mencecar dengan pertanyaan.


"Mengurangi sampah adalah manfaat utama dari alat ini. Namun selain itu, alat ini juga bisa menghasilkan listrik dari uap panas hasil pembakaran sampah. Kita bisa mengganti batubara yang biasa digunakan untuk pembangkit listrik dengan sampah." Tantra menjelaskan dengan sangat meyakinkan.


"Bagaimana cara kerjanya?" Rio masih penasaran dengan alat temuan Tantra.


Tantra kemudian menjelaskan cara kerja mesin tersebut dengan bahasa-bahasa ilmiah yang membuat Rio semakin bingung.


Rio memang seorang master bisnis tapi dia tidak pernah belajar sains. Rio hanya memerhatikan Tantra serta gambar yang ditunjukkan melalui layar proyektor besar di hadapannya.


"Saya rasa alat ini sangat berpeluang besar untuk ditawarkan." Belum selesai Rio mengomentari produk Tantra. Tiba-tiba Pria paruh baya yang adalah Tuan besarnya berdiri lalu berjalan meninggalkan ballroom.


Rio pun menghentikan bicaranya dan mengikuti Tuannya keluar ruangan. Para Panitia dan dewan juri pun ikut berdiri untuk menghormati kepergian mereka berdua.


Satu persatu peserta telah selesai mempresentasikan produk mereka. Kini waktunya juri mengumumkan 10 peserta yang lolos ke babak selanjutnya.


Namun karena ketidak-hadiran dua juri yakni Tuan besar dan Rio, maka pengumuman diundur sampai esok hari.


Para peserta kembali ke kamar hotel mereka masing-masing dengan berharap cemas karena banyak peserta yang merasa gagal setelah berhadapan dengan Rio.

__ADS_1


Berbeda dengan Tantra, ia justru semakin penasaran dengan sosok Rio. Seorang pemuda yang menurut Tantra cukup hebat dalam analisa dan pengetahuan tentang bisnis.


Jauh dilubuk hatinya, kini Tantra justru mengagumi sosok Rio.


__ADS_2