
"Finally, I found you my dear."
Suara yang sangat ia kenal. Suara yang membuat jantungnya memompa aliran darahnya dengan cepat. Laura mengumpulkan semua nyalinya untuk memutar tubuhnya. memastikan tubuh yang mendekapnya adalah orang yang ada dalam pikirannya.
“Mi-Mike?”
Setelah sekian lama wajah itu hilang dari pikirannya. Kini wajah itu ada dihadapannya. Hanya terpisah jarak beberapa sentimeter saja wajahnya. Tanpa ia sadari tangannya terangkat menyentuh wajah Mike. Wajah yang membuatnya rindu. Ia usap pipi Mike hingga menyentuh tulang rahangnya.
“I miss you my dear. Miss you so much. Selama ini aku berusaha mencarimu. Tapi kamu seolah hilang. Apa suamimu menyekapmu dan menjauhkanmu dariku?” Mike mengusap pipi Laura menggunakan ibu jarinya.
Mike mengangkat dagu Laura. Mendekatkan ke bibirnya.
Namun Laura teringat kejadian ketika Mike berdua dengan Stella di apartemennya. Tiba rasa rindu itu berubah muak. Sakit hati itu kini terpampang nyata diingatannya.
Laura menepis tangan Mike. “Don’t touch me!” Laura mundur selangkah dari posisinya.
“What’s wrong dear? Apa kamu tidak merindukanku?” Mike masih belum paham jika Laura sudah mengetahui perselingkuhannya dengan Stella.
Mike masih berusaha meraih tangan Laura dan menggenggamnya. Namun sekali lagi Laura menepis tangannya. Laura jijik pada semua sikap Mike sekarang.
“Hei… Kenapa sayang? Kenapa menolakku? Aku sangat merindukanmu sayang.” Mike masih berusaha meraih tangan Laura. Namun gerakannya terhenti setelah melihat perut Laura.
“Honey, you are…” Mike tak mampu melanjutkan kalimatnya. Ia tak menyangka bahwa Laura sudah hamil.
“Ha...Ha..Ha..” Mike tertawa kencang. Tawa yang penuh ironi untuk mengusir sakit hatinya.
“Anak siapa itu sayang? Anak suamimu? Anak si kampungan itu?” Mike meraih pundak Laura dan sedikit mencengkeramnya. Ia menatap serius wajah Laura.
“Katakan sayang! Apa itu anak si kampungan itu?” Tatapan Mike seperti kapak yang menghujam Laura.
“Dia suamiku! Mike! Jaga ucapanmu!” Meski lirih namun Laura mengucapkannya dengan tegas dan serius. Seolah menunjukkan protes jika ada ucapan buruk tentang suaminya. Seperti sebuah peringatan untuk tidak menghina suaminya dengan menyebutnya kampungan.
“Kamu marah sayang? Kamu membelanya sekarang?” Raut wajah Mike berubah marah.
__ADS_1
“Ha… Ha… Ha…” Sekali lagi Mike tertawa. Tapi suara tawa kali ini terdengar mengerikan.
“Jadi selama ini kamu menghilang karena menghindar dariku? untuk menutupi kesalahanmu karena sudah berhasil mencintainya? Dan sekarang kamu mencampakkanku?” Mike melihat perut Laura. Ia gerakkan tangannya menyentuh perut yang sudah membuncit itu.
“Selama ini kamu selalu menolak jika aku menyentuhmu! Tapi kamu malah menyerahkan tubuhmu pada si kampungan itu!” Suara Mike mulai bergetar karena menahan amarah yang sudah memuncak.
“Dia suamiku Mike!” Masih dengan lirih namun tegas ia ucapkan. Laura kini tak gentar untuk bertatap mata dengan Mike. Jika ada yang harus disalahkan. itu adalah MIke! bukan Laura yang menghianati cinta mereka. Tapi Mike!
“Kamu mencintainya Laura! Kamu mengkhianati cinta kita! Setelah semua perjuangan yang aku lakukan? Kamu mencintainya! Mencampakkanku!” Nafas Mike menggebu karena amarah yang bergemuruh dalam dadanya.
“Bukan aku! Tapi kamu! Kamu yang berkhianat!” Kesabaran Laura sudah berada dalam batasnya. Ia sudah tak bisa diam membiarkan Mike terus menyalahkan dirinya dan menghina suaminya.
“Selama ini aku selalu percaya padamu. Aku bahkan menyia-nyiakan kebaikan suamiku demi dirimu!” Laura menepis satu tangan Mike yang masih menempel di pundaknya.
“Bodohnya aku. Aku terlalu percaya padamu. Aku berikan Apartemenku padamu untuk kau gunakan bercumbu dengan sahabatku! Kalian sungguh keterlaluan!”
Pernyataan Laura ini mengejutkan Mike. Ia tidak menyangka jika perselingkuhannya dengan Stella sudah diketahui Laura. Mike memutar otak. Berusaha mencari cara untuk meyakinkan Laura dan membuat Laura kembali padanya.
“Apa suamimu yang memberitahumu?”
“Kamu percaya begitu saja padanya? Bukankah kamu lebih mengenalku? Semudah itu kamu percaya padanya?”
Mike masih berusaha meyakinkan Laura.
“Aku percaya padamu Mike.” Mike merasa lega karena merasa usahanya berhasil. Laura mempercayainya.
“Bodohnya aku yang selama ini selalu percaya padamu Mike.” Rona wajah Mike langsung berubah.
Laura menceritakan semua yang ia lihat di apartemennya. Jika mengingat kejadian itu kembali ia tak bisa menahan air matanya. kejadian itu begitu menyakitkan. Sang kekasih berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.
Laura menghapus air matanya. Ia tak ingin terlihat lemah. semua itu adalah masa lalunya. masa lalu yang buruk untuknya. Laura tak ingin lagi mengingatnya.
“So, stay away from me Mike! Kita bukan siapa-siapa lagi. Aku memaafkanmu karena aku tidak ingin lagi mengingat apapun tentangmu.”
__ADS_1
*
Tantra melanjutkan meeting dengan perasaan tidak menentu. Pikirannya bercabang. memikirkan materi kerjasama namun beberapa kali pikirannya memikirkan kondisi istrinya. Tantra menyesal karena bersikap kasar pada Laura. Ia sadar bahwa perkataannya pasti menyakiti hati sang istri.
Tantra mengetuk-ngetukkan penanya di meja. sesekali memutar penanya dengan jemarinya. seolah menunjukkan ia mulai bosan dan ingin segera mengakhiri meeting.
Begitu meeting selesai, Tantra bergegas menuju ruang kerjanya.
Kekhawatirannya semakin bertambah ketika melihat Laura tidak berada di dalam ruang kerjanya.
“Arga! Minta Sintya untuk mencari Laura! Pastikan Laura tidak meninggalkan kantor ini!”
Sang asisten pun bergegas menuju meja Sintya untuk melaksanakan tugasnya. Setelah menyampaikan pesan dari Tuan Muda, Arga kembali ke ruang Direktur Utama.
“Saya sudah menyampaikan pesan anda Tuan Muda. Sekarang Sintya sedang memastikan ke resepsionis depan untuk mencari keberadaan Nona Muda.”
Baru saja Arga selesai menyampaikan laporannya, Sintya sudah datang dengan tergopoh-gopoh. “Maaf Pak, saya mendapat pesan dari resepsionis depan bahwa Nona Laura sekarang sudah berada di Lobby. Be-beliau bertemu dengan Tu-tuan Mike Bourdon dibawah.”
Tantra berlari tanpa memperdulikan asisten dan sekretarisnya. Ia bergegas turun menggunakan Lift.
lift yang bergerak turun terasa begitu lambat bagi Tantra. Ia sudah tidak sabar untuk menghampiri istrinya. Kekhawatirannya seolah berada di puncak. Laura masih sakit hati atas ucapan kasarnya. Dan sekarang bertemu dengan Mike dengan kondisi yang kecwa pada sikap Tantra. Bagaimana jika Mike berhasil menghasut Laura dan membuatnya kembali di pelukan Mike.
Tantra tak sanggup membayangkannya. Istrinya yang tengah hamil harus mendapat pelukan dari lelaki lain.
Ting.
Lift telah berhenti di Lobby. Tantra berlari keluar dari Lift melewati beberapa karyawan yang berkerumun di Lobby.
Tantra berlari sambil terus mencari keberadaan sang istri. Beberapa karyawan yang membungkuk memberinya hormat pun terabaikan. Mata Tantra hanya memindai wajah istrinya.
“Laura!” Tantra berhasil menemukannya. Tubuh Laura berada dalam jarak yang cukup dekat dengan tubuh Mike. Mereka berdua berada di sudut ruangan.
Tantra berlari menghampiri lalu menarik tubuh Laura ke belakang punggungnya.
__ADS_1
“Pergi dari sini dan jangan pernah berani menemui Laura lagi!”
ucapan tegas penuh penekanan dengan sorot mata bak panah yang menghujam langsung ke wajah Mike.