
Tantra tak sanggup menjawab. Ia memilih berpaling dan kembali melihat langit-langit atap.
"Rania sangat tulus kepadamu. Tapi itupun tak cukup membuatmu membuka hati padanya." Kata Laura
"Dia sahabatku!" Sahut Tantra.
Laura tidak melanjutkan perkataannya. Sepertinya posisi Rania memang tidak lebih dari sekedar sahabat.
"Mantra." Laura berkata lirih.
"Hem?" Tantra menyahut dengan enggan.
"Terimakasih."
Dengan reflek Tantra menoleh. "Untuk apa?"
"Terimakasih telah memberiku perhatian. Terimakasih telah menunjukkan padaku tentang arti ketulusan. Terimakasih telah setia menjadi temanku saat orang-orang yang kusayang justru menghianatiku. Terimakasih." Laura berkata penuh haru.
"Teman? Baiklah. Aku akan menjadi teman baikmu. Dan apakah sekarang aku boleh menjadi teman tidurmu?" Tangan Tantra mulai beraksi.
Belum sempat menjaamah tubuh Laura, tangan itu langsung ditangkis oleh Laura.
"Gak usah nyari kesempatan!" Ujar Laura dengan ketus.
"Namanya juga usaha." Tantra berbalik memunggungi Laura. Ia mencoba memejamkan matanya.
Kedua insan itu berhasil terlelap dalam tidurnya. Begitu nyenyak sampai hilang kesadaran akan posisi tidur mereka.
Hidup terasa sangat damai hingga sang surya terbit menampakkan cahayanya. Tantra mengerjapkan mata. Hendak beranjak dari tidurnya tapi tubuhnya tertahan.
Ada sebuah tangan dan kaki putih mulus yang membelit tubuhnya.
Itu tangan istrinya. Posisi ini membuat Tantra terpancing. Tubuhnya seolah tertindih tubuh Laura. Bukannya sakit, Tantra justru semakin bangkit. Hasratnya naik karena terpancing ulah Laura pagi ini.
Tantra melihat wajah Laura. Mengamati wajah istrinya yang nampak damai saat tertidur pulas. Tantra membawa bibirnya maju mendekat. Semakin dekat dan menempelkannya di kening Laura. Kecupan itu berlanjut di kedua pipi istrinya. Merasa tak puas, Tantra ingin merasakan lagi bibir manis Laura. Tantra mulai memejamkan mata dan mulai mendekat.
Namun gerakannya ini mengusik Laura. Membuat istrinya mengerjap mata dan melihatnya dengan posisi wajah yang sangat dekat.
"Mantra?" Laura menyadari jika tubuhnya dalam posisi tidak senonoh.
"Aaaakkkhhhh…." Laura berteriak kencang. Tangan nya mendorong kepala dan kakinya menendang pinggang Tantra.
BRUUUKKK!!!
Tantra terjerembab di Lantai.
Teriakan Laura ini terdengar sampai arah dapur. Bunda panik dan bergegas menghampiri kamar putranya.
Tok.. tok.. tok..
"Nak? Kenapa nak? Apa yang terjadi?" Tanya bunda panik.
__ADS_1
Tantra tak mampu menjawab panggilan bunda. Ia masih meringis kesakitan sambil mengusap-usap panntatnya.
"Emm… Anu bunda. Ada-... ada tikus kepala hitam!" Seru Laura dari atas ranjang.
"Oh ada tikus toh. Suruh suamimu memasang jebakan untuk menangkapnya nduk."
"I-iya bunda." Jawab Laura
Tantra beranjak sambil mengusap-usap panttatnya. "Aduh, sakit nih! Bar-bar sekali sih!"
"Kamu tuh! Nyuri-nyuri kesempatan dalam kesempitan!" Sentak Laura.
"Bukan nyuri kesempatan, emang tempatnya yang sempit! Lagian aku gak ngapa-ngapain kok. Kan kamu yang peluk-peluk aku!" Sahut Tantra.
Laura terdiam. Mengingat posisi terakhirnya saat bangun tidur tadi.
Ah iya! Laura sadar bahwa dia yang memeluk tubuh Tantra. Pipinya tiba-tiba merona. Laura malu. Ia beranjak dari ranjang dan berlari ke kamar mandi.
Tantra terkekeh. Tidak menyangka istrinya juga bisa malu karena hal seperti itu.
Pagi ini kondisi rumah terasa ramai. Ada tambahan penghuni membuat suasana lebih hidup.
Bunda mempersiapkan sarapan dengan dibantu Armita. Laura pun turut serta meski tak mengerjakan apa-apa.
Berlama-lama dengan bunda sungguh membuatnya nyaman. Sekedar ngobrol dan bercanda bersama bunda dan Armita menjadi kegemarannya sekarang.
Tak jarang Laura mendapat nasehat-nasehat dari bunda untuk menjadi istri yang baik. Laura menyimak setiap kata yang ia dengar dari bunda.
"Bunda baru bisa memasak saat sudah menikah dengan ayah mertuamu. Jadi orang pertama yang mencicipi masakan bunda itu ya ayah. Orang pertama yang melihat perjuangan bunda belajar masak ya ayah. Orang pertama yang mengetahui bunda berhasil masak ya ayah. Meski pada awalnya masakan bunda sangat tidak enak, ayah tetap memakannya sampai habis tak tersisa. Entah lah kalau setelah itu ayah munta-muntah. Hahahaa…" kata bunda.
Perkataan bunda ini mengingatkannya pada Tantra. Tantra juga melakukan hal yang sama padanya. Menghabiskan makanannya yang tidak layak makan.
Satu lagi perasaan muncul dalam hatinya untuk Tantra. Entah perasaan apa tapi Laura merasa bahagia.
Terimakasih Mantra
Laura hanya mampu bergumam dalam hatinya.
Kedekatannya dengan bunda sangat menenangkan hidupnya. Laura benar-benar betah tinggal bersama bunda.
Sementara itu Tantra sibuk dengan pekerjaannya. Masalah suplai bahan mentah untuk sepatu eksport macet. Tantra harus menjadwalkan ulang kerja sama dengan pihak vendor.
Dan kini adalah pertemuannya dengan direktur PT. Andromeda. Mereka berada dalam satu meja untuk membahas proyek kerjasama senilai belasan milyar.
Dito menjabat tangan Tantra. Sebagai pebisnis skala nasional, Dito sudah mengetahui bahwa Tantra kini memegang posisi penting dalam gurita bisnis ArdTara corp.
"Selamat pagi Tuan muda." Sapa Dito.
Meski masih ada rasa amarah untuk Dito, namun Tantra harus bersikap profesional. Ia tidak boleh membawa masalah pribadinya dengan Dito dalam bisnis kali ini.
Cukup lama mereka membahas kerjasama itu dan kesepakatan pun telah didapat. Tantra memandang wajah Dito. Ingin sekali menanyakan kabar kekasih hatinya namun ia sadar ia tak berhak. Masyita telah menjadi istri orang. Istri Dito Nugroho.
__ADS_1
Tantra pulang ke rumah bunda dengan perasaan yang rumit. Tapi semua perasaan itu terasa tersiram habis saat melihat Laura tidur di pangkuan bunda.
Bunda melihat acara televisi sambil mengelus dan membelai kepala Laura. Membuat gadis itu semakin nyaman tidur di pangkuannya.
"Bunda, apa boleh aku menjadi anak bunda? Dekat dengan bunda membuatku rindu dengan mama." Ucapan Laura sangat menyentuh hati.
"Kamu memang anakku nak, sah secara hukum dan agama. Menjadi menantu berarti menjadi anak bunda." Jawab bunda.
"Tapi aku bukan menantu yang baik, bunda." Ucap laura dengan lesu.
"Bunda pun bukan mertua yang baik nak. Tapi bunda selalu berusaha memberi yang terbaik untuk anak-anak bunda." Bunda masih membelai rambut Laura. "Apa kamu mencintainya?"
Laura terdiam. Ia sendiri belum menemukan jawaban itu dalam dirinya. Apa dia sudah mulai mencintai Tantra? Tapi dia sudah merasa nyaman berada di dekat Tantra. Kemudian Laura ingat bahwa dirinya belum ada di hati Tantra.
"Tantra tak mencintaiku bunda. Dia mencintai orang lain." Jawab Laura.
Sekali lagi bunda bertanya pada Laura, "Nak, apa kamu mencintai Tantra?"
Sedari tadi Tantra bersandar di daun pintu untuk mencuri dengar pembicaraan mereka berdua.
Ia memutuskan untuk melangkah masuk dan bergabung dalam obrolan bunda dan laura.
"Assalamualaikum." Tantra masuk dan memberi salam.
Laura segera beranjak duduk. Ia terkejut karena Tantra datang tiba-tiba.
Tantra mencium tangan bunda dan duduk diantara bunda dan laura. Tantra menyodorkan tangannya pada Laura. Bermaksud menunjukkan pada laura supaya gadis itu mencium tangan suaminya.
Tapi Laura tak menyambutnya. Ia beranjak pergi dan masuk ke dalam kamar.
Tantra hanya mampu menatap tubuh Laura yang berlalu pergi. Ia bertanya pada bunda. "Laura kenapa bunda?"
Bunda menepuk pundak putranya dan mengusapnya. "Perlakukan istrimu dengan baik nak." Bunda beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kamarnya.
Karena merasa sendirian, Tantra pun ikut menyusul Laura masuk ke dalam kamar.
Tantra melihat aneh istrinya yang selalu cerewet tiba-tiba duduk termenung di sisi ranjang. Tantra duduk di sebelah Laura. Ia menunjuk dasi yang masih terpasang di lehernya dengan maksud memberi isyarat kepada Laura supaya membantu melepasnya.
"Istri yang baik, bantu suami lepas dasi dong?" Tantra berkata dengan nada yang dibuat manja.
Laura mengarahkan tangannya tepat di dasi yang ditunjuk Tantra. Ia tarik dasi itu sampai mencekik leher Tantra.
Tantra meringis kesakitan. "Kenapa malah ditarik? Sakit nih. Kejam sekali sih?"
"Syukurin! Manja banget jadi orang!" Jawab Laura ketus.
###
enjoy Reading para Readers kesayangan ^_^
Satu bab ku tak pernah kurang 1100 kata, tapi kenapa terasa sedikit yah ...
__ADS_1