TANTRA

TANTRA
Bab 73


__ADS_3

“Mike?” Laura terpekik meski dalam kondisi setengah sadar. Melihat seringai yang muncul di wajah Mike, membuatnya semakin waspada.


“Apa yang kau lakukan Mike? Kenapa aku ada disini?” Laura mengernyit bingung.


Laura mulai merasa tubuhnya dingin. Ia gerakkan tangannya, hendak menyentuh tubuhnya. Namun seketika matanya membesar. Sungguh ia terkejut ketika tak mampu menarik tangannya sendiri.


Laura melihat ke samping kiri dan kanan. Pergelangan tangannya diikat di tiang ranjang.


Laura mulai melihat tubuhnya. Kini ia sadar tubuhnya sudah tak tertutup apapun.


“Baj*ngan kau Mike! Lepaskan aku!” Laura meronta dan terus mencoba menarik tangannya. Namun sekuat apapun ia berusaha, Ikatan itu terlalu kencang untuknya.


Mike mendekat dan naik ke ranjang. Ia naik diatas tubuh Laura yang terlentang, masih menggenggam botol minuman kerasnya.


“Apa kamu juga merindukanku Honey?” Mike berbicara dengan lembut. Seolah Laura masih kekasihnya yang dulu. Ia mengabaikan kondisi Laura yang terus menggeliat dan meronta supaya terlepas darinya. Mike tak perduli.


“Tubuh ini yang sudah lama aku nanti tanpa berani ku nikmati. Dengan sabar aku menunggumu Honey. Tapi kamu malah menyerahkannya pada Lelaki kampungan itu.”


“Dia suamiku! Dia berhak atas tubuhku! Karena dia tulus mencintaiku!” Laura mengatakannya dengan berapi-api. Emosinya sudah meluap-luap karena perlakuan Mike padanya.


Mike masih tidak peduli ucapan Laura. Ia menggerakkan tangan kirinya mulai menelusuri tubuh Laura yang terlentang dibawahnya.


“Aku tidak sabar menyantap hidangan ku kali ini Honey. Aku tidak sabar menikmatinya. Tubuh ini selalu menggoda ku.”


Laura sudah di batas kesabarannya. Bagaimanapun dia harus melawan.


Cuh!


Laura meludahi wajah Mike. Ia sungguh Muak pada lelaki itu.


Mike memejamkan mata. Tindakan Laura berhasil memancing emosinya. Ia mengusap ludah Laura yang jatuh ke pipinya.


Dengan penuh emosi, Mike mencengkeram dagu Laura. Memaksanya untuk membuka mulut.


Mike menuangkan minuman keras di botol yang ia pegang di tangan kanannya. Dengan kasar ia memaksa Laura untuk meneguk minuman itu.


Namun Laura masih bertahan. Mencoba sekuat tenaga untuk melawan. Ia menyemburkan minuman keras dari dalam mulutnya dan mengenai tepat di wajah Mike.


Mike sudah tidak tahan. Ia lempar botol di tangannya hingga pecah terburai di lantai.


PLAK!!!


Mike menampar pipi Laura dengan keras. Hingga suara tamparan itu menggema sampai ke sudut kamar.


"Kamu kasar Honey! Sikap kasarmu ini semakin membuatku tidak sabar untuk menyantapmu." Nada suara Mike terdengar datar namun mematikan.

__ADS_1


"Atau mungkin kamu memang suka bermain kasar? It's okay Honey, aku bisa mengabulkan permintaanmu."


8Mike mulai menjalankan aksinya. Dia menggigit dada Laura sampai memerah.


Laura memekik, mencoba menahan suaranya karena rasa sakit yang ia rasakan. Laura harus menahan rasa sakitnya. Jangan sampai Mike melihat ia merintih kesakitan karena semua itu justru akan membuat Mike semakin menggila dengan aksinya.


Mike memperlakukan Laura dengan kasar. perbuatan Mike ini bahkan lebih B*adap dari seorang penjahat yang memerk*sa korbannya.


Seolah tanpa ampun. Mike menyatukan miliknya kepada Laura, memaksanya, menyakitinya dengan brutal.


Laura sudah tak mampu menahan rasa sakitnya. Ia berteriak keras.


“AAAAAKKKHHHH!!!! HELP! EVERYBODY HELP ME!!!”


Mike terus melancarkan aksinya. Bahkan sampai menekuk tubuh Laura dan membaliknya hingga tangan Laura yang masih terikat sampai terpelintir.


“Berteriaklah Honey. Tak kan ada yang mendengarmu! Tak kan ada yang bisa menolongmu! Apa kamu kira suami bodohmu itu bisa menemukanmu disini?” Mike menyungging sebelah bibirnya. Kemudian ia mulai meraup lagi bibir Laura.


Mike terus menyiksa Laura hingga hari berubah gelap. Mike tetap tak berhenti. Ia terus saja melakukan aksi penyiksaannya pada Laura.


Laura tak mampu melawan. Ikatan di tangannya terasa melilit pergelangannya.


Hari berganti pagi. Laura masih tergeletak tak berdaya diatas ranjang. Sudah beberapa jam berlalu. Mike tidur di sebelah tubuh Laura. Satu ranjang dengannya.


Mike mulai memicingkan mata. Menyadari teriknya mentari.


Pengaruh alkohol mulai hilang. Kini Mike sudah sepenuhnya sadar. Menolehkan kepalanya ke samping kirinya.


Senyumnya merekah.


"Good Morning Honey, ini pagi terindah dalam hidupmu. Bangun tidur dengan melihat wajah cantik dan tubuh indahmu di pagi hari. Sungguh, ini impianku sejak lama honey.”


“Lepaskan aku Mike!” Meski masih serak namun Laura tak berhenti memaki Mike.


Terdengar suara ponsel Mike berdering. Ia bangkit dan berjalan mengambil ponsel yang tergeletak diatas meja.


Panggilan dari Lira.


Mike berjalan keluar kamar dan menjawab panggilan dari kekasihnya.


Setelah beberapa saat, Mike kembali masuk kamar mendekati Laura. Ia sudah berpenampilan rapi dan menyemprot parfum di tubuhnya.


“Aku akan keluar sebentar Honey. Lira membutuhkanku. Nanti siang aku akan kembali. kita bisa melanjutkan kenikmatan semalam Honey.”


Mike mendekat dan mencium Laura. Namun Laura menggigit bibirnya. Mike berteriak karena sakit.

__ADS_1


PLAK!


Sekali lagi Mike menampar Laura. Ia mengusap bibirnya yang berdarah menggunakan ibu jarinya.


“Jangan khawatir Honey. Semua yang aku lakukan ini untuk memastikan supaya kamu tidak akan melupakanku.” Mike mencengkeram mulut Laura. “Aku pastikan benihku akan tumbuh di rahimmu Honey! Dan kamu akan melahirkan Bayi kita! Anak kita berdua! Darah dagingku akan terlahir sebagai keturunan Ardikusuma!”


Mike meraup bibir Laura lagi. Hanya sesaat lalu ia pergi meninggalkan Laura sendiri di Villa.


**


Tantra dalam perjalanannya menuju Villa milik Lira. Ia menahan emosinya. Tantra mencoba menghubungi ponsel Laura. Namun panggilannya tertolak. Ponsel Laura tidak bisa dihubungi.


Tantra semakin kesal. Ia meletakkan ponsel di sampingnya. kemudian meraih Zafran dan memangkunya. Tantra merasa sikap Laura kali ini benar-benar keterlaluan. Meninggalkan putra mereka demi bersenang-senang bersama teman-temannya sampai bermalam dan tidak memberi kabar.


setelah menempuh hampir dua jam perjalanan, kini Tantra tiba Villa milik Lira. Villa itu sepi. Tak terlihat ada orang yang sedang mengadakan acara. Tantra menyadari jika acara telah selesai. Ia turun dan memastikan. Ia bertanya pada petugas yang membersihkan Villa itu.


Sesuai dengan perkiraan Tantra, petugas itu menjelaskan bahwa acara telah berakhir kemarin malam. Semua tamu undangan telah pulang.


Tantra pun menghubungi supir yang mengantar Laura. Supir itu pun mengatakan kalau Laura pulang bersama temannya.


Firasat buruk mulai muncul di hati Tantra. Perasaannya mengatakan ada sesuatu yang terjadi pada istrinya. Tantra harus memastikannya.


Tantra melihat sekeliling halaman Villa besar itu. Ada CCTV yang terpasang hampir disetiap sudut Villa. Tantra meminta rekaman CCTV pada petugas keamanan yang menjaga Villa. Namun petugas itu enggan memberikannya dengan alasan privasi dari pemilik Villa.


“Maaf Tuan, harus ada izin dari pemilik Villa ini baru kami bisa memberikan rekaman CCTV itu pada anda.”


Tantra langsung menelpon Arga, asistennya.


“Sambungkan panggilanku pada Tuan Barata!”


Tanpa bertanya, Arga langsung menjalankan titah Bosnya.


Tuan Barata langsung mempersilahkan Tantra untuk memerintah seluruh petugas di Villa sesuai kehendaknya. Tuan Barata begitu segan pada Tantra.


Petugas keamanan pun mempersilahkan Tantra masuk ke ruang kontrol. Mereka mulai memutar ulang rekaman CCTV.


Alangkah terkejutnya Tantra ketiga melihat keberadaan Mike di Villa tersebut. Tantra mulai memperhatikan pergerakan Laura dengan seksama. Hanya Laura. CCTV yang diputar hanya fokus pada Laura. Tantra tidak memperhatikan apa yang dilakukan Mike di Villa itu.


Rekaman itu terus berjalan hingga menampilkan Laura yang berjalan keluar Villa. Setelah itu sudah tidak ditemukan lagi keberadaan Laura.


Tantra berlari keluar Villa. Ia berjalan memutar di jalan lebar. Kekhawatirannya mulai bertambah. Rasa takut kehilangan Laura kini sudah memenuhi pikirannya.


Tantra hampir putus asa untuk mencari Laura. Segala upaya telah ia usahakan. Namun keberadaan Laura tetap tak ditemukan.


Di Jalanan itu tidak terdapat CCTV. Semakin membuat Tantra putus asa. Ia meneruskan langkah, berjalan maju menyusuri jalanan Villa itu.

__ADS_1


__ADS_2