
Laura bergegas masuk ke apartemen. Ia membersihkan ruang tamu, kamar dan dapur. Selesai bersih-bersih. Laura kembali ke dapur. Ia mencoba untuk menyediakan hidangan makan malam untuk Tantra.
Kali ini Laura benar-benar tidak ingin Tantra marah. Ia berusaha membuat sajian. Laura melihat pasta. Ia memilih membuat Mac and cheese.
Laura mengambil makaroni. Sesuai petunjuk dari belakang kemasan, Laura mulai memasak air. Tanpa menunggu airnya mendidih, Laura langsung saja memasukkan makaroni itu ke dalam panci.
Ia pun mengambil piring saji. Ia masukkan bumbu-bumbu dalam piring saji itu. Sambil menunggu makaroni matang, Laura mengambil kentang beku. Ia siapkan penggorengan dan menuangkan kentang itu diatasnya.
Seperti ada yang aneh, tapi apa ya?
Laura mencoba mencari di google cara untuk menggoreng kentang.
Duh! Laura lupa minyak gorengnya. Laura mengambil minyak goreng dalam botol dan menuangkan ke dalam penggorengan yang berisi kentang beku. Begitu banyak minyak goreng sampai kentang itu tampak seperti sedang direbus.
Laura meninggalkan kentang itu dan beralih ke makaroninya.
Oh my God!
Makaroninya lembek karena terlalu lama direbus. Laura mencoba mengangkat makaroni itu. Berair! Laura mencari cara untuk membuat makaroni itu lebih kental. Laura mengambil tepung dan telur. Bahan-bahan itu ia masukkan ke dalam panci dan di aduk menjadi satu.
Auuww!!
Tangan Laura terkena percikan minyak panas dari penggorengan. Kentang goreng itu meletup-letup.
Laura panik. Dengan sigap ia langsung memutar knop kompor sehingga apinya padam.
Tiba-tiba pintu apartemen terbuka. Suaminya datang! Laura tak mampu menyambutnya karena kondisinya yang berantakan.
Tantra mulai masuk ke dalam untuk mencari keberadaan istrinya. Ia memastikan bahwa Laura sudah sampai lebih dulu di rumah. Tantra mencarinya di setiap ruangan.
Langkahnya terhenti di dapur. Tercengang melihat penampilan istrinya dan kondisi dapur. Laura mengenakan apron dengan tubuh yang belepotan tepung dan bumbu. Rambut yang diikat pun berantakan penuh dengan taburan tepung dan bumbu.
Kondisi dapur pun tak kalah heboh. Percikan minyak, tepung yang berserakan dan peralatan dapur yang berantakan dimana-mana.
__ADS_1
"Aku akan menyiapkan makan malam. Sebaiknya kamu mandi dulu. Saat semua sudah siap, aku akan memanggilmu." Laura berkata dengan senyum yang dipaksakan.
Tantra memilih masuk ke kamar untuk mengistirahatkan badannya. Hanya sebentar, setelah itu Tantra masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah beberapa lama, Laura telah selesai membersihkan dapur dan menyajikan makanan di meja makan. Laura memanggil Tantra untuk mengajaknya makan bersama.
Tantra duduk di kursi makan. Di hadapannya sudah tersaji makanan di piring dan kentang goreng yang di letakkan di piring kecil.
"Ini mac and cheese dan ini fried fries. Silahkan di coba." Ujar Laura dengan bangganya.
Tantra mulai menyendok makanan dengan potongan besar keju cheddar utuh diatasnya. Tantra mulai mengunyah, namun rasa makanan ini begitu aneh. Tantra langsung menelannya. Menyendoknya lagi dan langsung menelannya. Begitu terus sampai makanan dipiringnya habis tak tersisa. Tantra melakukan itu tanpa bersuara satu katapun.
Tantra langsung menegak habis air putih di gelasnya. Ia hendak beranjak dari kursinya namun tertahan oleh perkataan Laura.
"Ini kentang gorengnya belum dimakan."
Tantra mengambil satu kentang yang lebih layak disebut kentang rebus daripada kentang goreng. Kentang itu sangat lembek dan berminyak karena memang belum matang tapi sudah diangkat.
Tantra buru-buru masuk ke kamarnya tanpa berkomentar sedikitpun.
"Kenapa dia diam saja? Apa dia masih marah karena tadi siang?"
Laura beralih menatap hidangan di meja makan.
"Sepertinya aku berhasil membuat mac and cheese. Buktinya Mantra memakannya sampai habis tak tersisa."
Laura mengambil satu sendok dan mulai mencicipinya.
"Hueeekkk…" Laura langsung memuntahkan makanan itu. Air matanya tergenang. Ia sangat terharu akan sikap Tantra.
Suaminya itu bahkan rela menghabiskan hidangan tidak layak makan itu hanya untuk menghargai usahanya.
Padahal tanpa sepengetahuan Laura, Tantra buru-buru ke kamar mandi karena ia sudah tidak sanggup menahan rasa amis yang ada di perutnya. Tantra memuntahkannya di kamar mandi.
__ADS_1
Usaha keras Laura membuahkan hasil. Tantra tidak marah padanya. Tantra merasa Laura mulai menuruti perintahnya. Terbukti, Laura pulang sebelum dia sampai dirumah.
Setelah beberapa hari, hubungan Tantra dan Laura menjadi semakin akrab. Laura sudah tidak pernah bertemu dengan Mike dan Tanra pun tak pernah bertemu dengan Rania.
Namun berhari-hari berada di apartemen membuat Laura bosan. Siang ini ia memutuskan pergi ke apartemen stella untuk bertemu sahabatnya itu.
Laura memencet bel apartemen stella namun tak ada jawaban. Ia mencoba menghubungi stella lewat ponselnya tapi tetap tidak ada jawaban.
Laura memutuskan untuk menunggu stella hingga pulang. Ia akan menunggu stella di apartemen bersama Mike. Laura memencet kunci tombol apartemennya. Pintu itu terbuka.
Laura mulai melangkah masuk. Namun hal yang begitu tidak disangka, Ia mendengar Mike berbicara dengan serang wanita. Sumber suara itu terdengar dari kamar.
Tak ingin gegabah, Laura berjalan nyaris tanpa suara, mendekat ke pintu kamar. Laura ingin mendengar pembicaraan Mike dengan wanita itu.
"Dia sudah berubah. Mesin pencetak uangku kini tak bisa lagi menghasilkan uang. Semua fasilitas telah diblokir oleh ayahnya. Bagaimana aku bisa bertahan disini tanpa uang darinya?" Suara Mike ini terdengar jelas.
Laura begitu sesak mendengar perkataan Mike.
Mesin pencetak uang? Selama ini dia menganggapku sebagai mesin pencetak uang?
"Sudah jauh-jauh aku pergi dari negaraku untuk mendapatkannya. Mendapat pewaris ArdTara corp! Tapi semua sia-sia. Sampai kapan aku harus menunggu dia berpisah dengan suaminya yang kampungan itu."
Laura semakin geram mendengar omongan Mike. Rupanya Mike juga mengincar hartanya. Namun sakit hati Laura sepertinya belum berakhir. Sesak di dadanya semakin menjadi saat mendengar suara si wanita.
"Sepertinya usahamu untuk memisahkan Laura dan suaminya harus lebih ekstra, Mike. Aku pernah mencoba menemui suaminya dan merayunya. Namun dia hanya mengacuhkanku. Padahal sudah kutunjukkan semua tubuh indahku padanya. Namun sepertinya benar kata Laura, dia memang tak tertarik pada wanita. Aku menggodanya dengan tubuh polosku tapi dia malah acuh dan pergi meninggalkanku." Kata si wanita.
"Dia benar-benar tidak normal jika menolak tibuh se-seksi ini." Mike mulai mengggerayangi tubuh wanita itu sehingga membuat wanita itu mendessah.
"Mike, kenapa kita melakukannya disini? Biasanya selalu kau yang datang ke apartemenku. Apa kamu tidak takut ketahuan Laura?" Tanya wanita itu.
"Dia tidak bisa kesini sayang! Suaminya menahannya!" Mike melanjutkan aksinya hingga terdengar suara-suara errotis yang keluar dari mulut keduanya.
Laura sudah tak sanggup lagi menahannya. Rasanya begitu sakit karena dikhianati oleh dua orang yang sangat ia percaya. Kekasih dan sahabatnya telah menghianatinya.
__ADS_1
Ya! Wanita itu adalah Stella. Sahabat yang sangat dipercaya ternyata menikamnya dari belakang.
Laura sudah gak sanggup mendengar lagi kemesraan dari dalam kamar itu. Laura memilih pergi dari tempat yang sangat memuakkan baginya.