
Tantra kini sudah berada di dalam kamarnya bersama Agung. Bukannya istirahat, Tantra justru membuka laptop untuk membuat hadiah pernikahan Masyita.
Tantra mulai mengumpulkan video-video tentang kenangan indah dirinya bersama Masyita.
Ia potong-potong video itu Dan disatukan menjadi satu video manis yang diiringi backsound lagu berjudul Sempurna yang dibawakan Andra and the backbone.
Dan beberapa hari ini Tantra cukup disibukkan dengan kegiatannya itu. Fokusnya dari mentoring teralihkan. Rekan-rekannya pun sering mengingatkannya untuk kembali fokus mengerjakan proyek bisnisnya.
"Mas Tan! Sekarang kok jadi sering diem? Apa ndak eman toh kalau sampai ndak berhasil menang? Mas Tantra ini pinter banget loh." Agung mendekati Rekan yang sudah menjadi sahabatnya itu.
"Iya bro. Sudahlah jangan kau pikirkan lagi perempuan itu. Benar kata si Agung, Kau ikhlaskan saja perempuan itu. Dia bukan jodohmu!" Rafli ikut membantu Agung untuk meyakinkan Tantra.
Namun Tantra tetap acuh. Ia seolah terobsesi untuk membuat hadiah spesial untuk pernikahan Masyita. Tentu saja hadiah yang tak kan mampu membuat Masyita melupakan dirinya.
Tantra selesai membuat video yang ia simpan di sebuah disc. Ia kemas dalam box hadiah dengan hiasan simpel dengan satu pucuk bunga mawar diatasnya.
Ia kirim Hadiah itu ke rumah Masyita melalui kurir ekspedisi.
Sekarang Tantra baru bisa fokus menyelesaikan tugas dari para mentor.
Dengan sedikit waktu yang tersisa, ia berjuang untuk menyelesaikan materi presentasinya besok lusa.
Merasa kelelahan dan kesulitan untuk mentoring kali ini, Tantra jadi merasa menyesal karena ia tidak fokus kemarin. Mentoring minggu ini menggunakan materi bisnis yang cukup berat.
Muncul rasa khawatir dalam diri Tantra jika dia bisa gagal kali ini.
*
Hari ini adalah penentuan untuk menyaring dari 10 menjadi hanya 5 peserta yang akan lolos ke babak berikutnya.
Panitia meminta seluruh peserta membawa sample produk mereka untuk ditampilkan langsung dalam presentasi.
Hanya Tantra yang masih belum bisa membawa produknya karena ukuran yang cukup besar dan proses pembakaran yang tidak mungkin dilakukan didalam sebuah gedung.
Kali ini Tantra sangat gugup. Pasalnya beberapa waktunya terbuang untuk menyiapkan hadiah pernikahan Masyita. Hingga ia sempat kalang kabut untuk membuat presentasi kali ini.
Dan tiba giliran Tantra untuk naik podium mempresentasikan bisnisnya.
Karena kurangnya pemantapan materi, setiap argumen Tantra mudah dipatahkan oleh dewan juri.
Beruntung Tantra mampu membuktikan produknya melalui video yang ia buat di laboratorium disaksikan dengan 1 orang juri dan 3 orang panitia yang hadir untuk menjalankan insenerator buatan Tantra.
Meski sempat membuatnya berhasil, namun dewan juri selalu mencecar pertanyaan untuk Tantra. Mereka seolah mencari celah untuk menyudutkan Tantra.
__ADS_1
Hingga durasi presentasi Tantra habis dan dipersilahkan turun podium. Tantra bergabung dengan rekan-rekannya di tempat duduk peserta.
Rafli menepuk pundak Tantra untuk menenangkan rekannya itu.
Satu persatu peserta telah selesai mempresentasikan produk mereka. Kini saatnya juri mengumpulkan nilai dan mengumumkan 5 orang peserta yang lolos ke babak terakhir.
Berbeda dengan penjurian babak sebelumnya. Kali ini juri tidak mengumumkan nilai peserta. Hanya nama peserta yang disebutkan untuk lolos ke babak berikutnya.
5 Peserta telah disebut. Ada nama Rafli yang disebutkan lolos ke babak berikut. Sedangkan nama Agung dan Tantra tidak ada dalam daftar peserta.
Tantra tidak terima dengan keputusan kali ini. Pasalnya ia merasa yakin bahwa nilainya lah yang tertinggi dari semua peserta.
Tantra menemui dewan juri untuk menanyakan hasil penilaian. Namun Tantra justru disambut pedas oleh ucapan dewan juri yang tidak mau menunjukkan nilai.
Tantra protes dengan keputusan dewan juri. Dan sikapnya itu membuat kegaduhan di meeting room hotel tersebut.
Suasana ini membuat ketua panitia menghubungi Rio untuk meminta saran.
Sementara ini Rio sedang bersama Tuan besarnya dalam sebuah pertemuan. Rio memberi kabar pada tuannya bahwa Tantra membuat ricuh kompetisi karena protes telah digugurkan sebagai peserta.
Tuan besar pun menyuruh Tantra untuk menemuinya di ruang kerja kantornya.
Rio juga menghubungi orangnya untuk mengantar Tantra ke kantor Tuannya.
Nilai Tantra dari awal memang paling tinggi dari peserta yang lain. Sampai di tahap 10 besar pun nilainya masih berada di paling atas.
"Aku sudah curiga, ini pasti perintah Rio!" Tantra yang sudah duduk di kursi peserta mulai mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena emosi.
"Memang apa hubungannya sama Rio?" Rafli tidak mengerti arah pembicaraan Tantra.
"Ard Tara Corp, perusahaan yang mengadakan kompetisi ini memiliki bisnis dibidang Batu bara. Produk yang kutawarkan akan mengancam bisnis batubara mereka karena ini merupakan energi alternatif penggerak turbin tanpa batubara."
Tantra yang sedang menjelaskan pemikirannya itu tiba-tiba dihampiri oleh ketua panitia dan dua orang berjas hitam.
"Maaf saudara Tantra. Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat. Jika anda ingin melakukan protes pada pihak penyelenggara, anda bisa ikut mereka berdua untuk bertemu dengan Tuan besar."
Ketua Panitia itu pun mempersilahkan Tantra keluar ruangan.
Dengan langkah yakin Tantra mengikuti kedua orang suruhan Tuan besar.
Tiba di kantor Ard Tara. Tantra diantar oleh kedua orang itu menuju lantai khusus Direksi. Didepan sebuah ruangan dengan pintu kayu yang cukup besar. Seorang wanita cantik menghampirinya lalu membuka pintu ruangan itu. Tantra mengira wanita itu adalah sekretaris Tuan besar.
Tantra kemudian masuk ke dalam ruang kerja yang terkesan mewah dan luas itu. Ia berjalan sambil memperhatikan desain ruangan itu.
__ADS_1
Belum sampai meja kerja yang dituju, Pintu ruangan itu kembali terbuka. Seorang pria paruh baya masuk dengan diikuti asisten setianya.
"Selamat siang saudara Tantra." Pria itu menyapa Tantra lalu mempersilahkannya duduk di sofa.
"Perlukah saya memperkenalkan diri saya ? dengan pengetahuan anda di bidang bisnis, saya rasa anda pasti mengenal saya." Ujar Tuan besar yang duduk berhadapan dengan Tantra.
"Tuan Ardikusuma. Pemilik Ard Tara Corporation yang memiliki bisnis hampir di semua bidang baik pertambangan, produksi maupun jasa. Yang memiliki julukan sebagai The owl of bisnis, sang burung hantu karena kemampuannya menilai sebuah bisnis yang tidak dimiliki oleh orang lain." Dengan tegas Tantra mengatakannya sambil memandang wajah tampan Tuan besar itu.
"Saya merasa tersanjung karena anda ternyata sangat mengenal saya. Apalagi yang anda ketahui tentang saya ?" perkataan Tuan besar kini sedikit menantang.
"Seorang pria gila kerja yang sampai rela melepas cintanya demi menjalankan bisnisnya." Perkataan yang berani keluar dari bibir Tantra membuat Rio yang duduk disebelah Tuan besar sampai terkejut mendengarnya.
"Ha.. Ha.. Ha.. itu pasti perkataan ayahmu." Bukannya marah, Tuan besar malah merasa lucu dengan ucapan Tantra.
"Anda mengenal ayah saya?" Tanya Tantra.
"Wirapraja adalah sahabatku dulu. Dia yang membantuku dalam mengembalikan bisnis orang tuaku yang terancam bangkrut. Dia lah yang seharusnya mendapatkan gelar tadi. Kemampuan dan insting dalam bisnisnya luar biasa.
Namun sayang, dia melepaskan semuanya demi mendapatkan wanita yang dicintainya. Hanya karena ayah gadis itu ingin mempunyai menantu seorang PNS! Wirapraja pun rela melepaskan semua bisnis yang sudah ia bangun untuk menjadi PNS demi melamar ibumu.
Beruntungnya, semua bakat dan kemampuannya berhasil ia turunkan padamu.
Mengenai kompetisi itu, Semoga kamu rela melepasnya. Kemampuanmu terlalu berharga jika hanya dinilai dengan 1 Milyar. Saya punya penawaran bagus untukmu." Tuan Ardikusuma meminta berkas yang ada di tangan Rio untuk diberikan ke Tantra.
"Saya memiliki 3 pabrik sepatu di kota kelahiranmu. Kini sedang ada masalah dan terancam bangkrut. Saya mau kamu menyelesaikan masalah disana. Dengan kemampuanmu, saya yakin kamu bisa mengatasinya. Untuk satu minggu ini kamu bisa belajar dari Rio. Setelah itu kamu bisa menuju kotamu untuk memulai pekerjaanmu.
Saya sudah menyediakan apartemen dan kendaraan serta supir untukmu disana. Jadi bagaimana? Apa kamu menerima tawaran ini?" Tuan besar menatap yakin pada Tantra.
"Apa yang saya dapatkan jika saya berhasil? menjadi karyawan anda?" Tantra memastikan nasibnya pada Tuan Ardikusuma.
Tuan besar lantas tersenyum penuh arti. "Kau memang putra Wirapraja! Tentu saja akan ada kompensasi besar untukmu. Jika kau berhasil, aku akan menjadikanmu asisten pribadiku bersama dengan Rio."
"Bersiaplah! Mulai besok kau akan bekerja padaku. Sekarang kembalilah ke hotel bersama mereka. Mereka berdua akan mengantarmu ke apartemen yang sudah kusiapkan untukmu!"
Perintah dari Tuan besar itu langsung dipenuhi oleh Tantra. Setelah Tantra keluar dari ruangan, Rio memberanikan diri untuk bertanya kepada Tuannya.
"Maaf Tuan, Apa tuan tidak merasa aneh dengan sikapnya barusan?"
"Apa sebenarnya yang ingin kau tanyakan?" Tuan besar meminta Rio untuk to the point.
"Maaf Tuan, dia bahkan tidak mempertanyakan masalah gaji ataupun kompensasi uang." Jawab Rio.
Tuan besar tersenyum dengan bangga. "Itulah sifat Wirapraja. Ia lebih haus ilmu daripada harta. Dan sifat itu menurun pada putranya. Meskipun begitu, aku sudah mempersiapkan hal yang lebih besar sebagai imbalan kerja kerasnya. Sama halnya yang ku berikan padamu dulu."
__ADS_1
Rio tidak bertanya lagi karena dia memang sangat mengerti maksud Tuan besarnya itu.