TANTRA

TANTRA
Bab 40


__ADS_3

Tantra terdiam mendengar pertanyaan dari Laura. Sejenak berpikir untuk merangkai jawaban supaya bisa diterima istrinya.


Karena Tantra masih diam, Laura pun mengulangi pertanyaannya.


"Mantra, apa Stella pernah menggodamu?"


Tantra kembali duduk di sebelah Laura dengan memangku mangkuk kosong bekas bubur. "Iya. Pernah. Apa dia cerita padamu?"


"Dia tidak seberani itu!" Laura menatap lekat wajah Tantra. "Ceritakan padaku!" Permintaan Laura ini sangat menuntut.


"Aku menemui Stella di apartemennya. Dia menghubungiku dan berkata kalau kamu disana dan sedang mabuk berat. Ternyata dia berbohong dan mulai menggodaku." Tantra enggan menjelaskan secara rinci. 


"Menggoda seperti apa?" Laura terus mendesak Tantra untuk cerita. Namun Tantra hanya diam dan tidak berminat melanjutkan ceritanya.


"Dia menampakkan tubuh polosnya di depanmu?" Laura mencoba memancing Tantra.


"Awalnya tidak. Dia masih memakai pakaian walaupun sangat seksi. Aku juga tidak habis pikir kenapa dia begitu nekat. Menjadikan dirinya murahan." Tantra menambahkan sedikit penjelasan.


"Apa kamu tidak tertarik melihat tubuhnya? Bukankah bentuk tubuh Stella sangat menggoda?" Laura mulai mendesak.


"Sebagai lelaki normal, jelas aku tergoda. Lelaki manapun pasti akan tergoda melihat tubuh wanita tanpa busana. Apalagi tubuh seindah Stella." Jawab Tantra.


"Lalu kenapa kamu tidak menyentuhnya?" Tanya Laura. 


"Karena aku masih punya iman! Aku masih bisa membedakan mana dosa mana tidak. Mana yang halal dan mana yang haram! Untuk apa aku menyentuh yang haram jika yang halal selalu bersamaku setiap malam!" Ujar Tantra begitu saja. Tantra asal bicara tanpa berpikir sebelumnya.


"Maksudnya?" Sanggah Laura.


Tantra baru tersadar dari perkataannya. Ia merasa malu pada Laura. Ia mengatakan itu seolah menginginkan tubuh Laura.


Tantra beranjak dari ranjang. Rasanya ingin segera pergi dan menghindar dari Laura.


"Aku… Aku akan ke dapur. Aku harus mencuci mangkuk ini." Tantra pergi begitu saja tanpa menyadari ada senyuman yang terbit dari bibir Laura.


Beberapa hari ini Laura selalu bersama Tantra. Tantra masih khawatir Laura akan berbuat nekat. Jadi dia selalu mengajak istrinya kemanapun dia pergi. Termasuk saat dia pergi bekerja.


Tantra mengajak Laura pergi ke kantor bersamanya. Makan siang bersama di tempat makan yang Laura inginkan. Tantra selalu menuruti permintaan istri cantiknya itu.

__ADS_1


Namun siang ini Tantra sangat sibuk. Ia harus memeriksa laporan yang sudah menumpuk di inbox emailnya. Tantra harus menyelesaikannya dengan segera.


Oleh karena itu Tantra meminta Laura untuk memesan makanan lewat aplikasi online dan memakannya di ruang kerja Tantra.


Laura mengambil ponselnya. Namun baterainya habis.


"Mantra, boleh aku memesan makanan menggunakan ponselmu? Ponselku mati." Laura berkata sambil menunjukkan layar ponselnya ke arah Tantra.


Tantra sangat sibuk hingga tak mengalihkan pandangannya dari layar laptop. "Ponselku ada diatas meja."


Laura mengambil ponsel Tantra. Baru membuka layar depan, sudah tampak foto seorang gadis dengan wajah yang sangat manis dan cantik. Gadis itu tersenyum dengan membawa kertas bertuliskan,


I love you calon dokter tampanku


Laura mengamati foto gadis itu. Sangat manis. Gadis dengan senyum yang indah.


Apa ini kekasih Mantra? Kenapa dia tidak pernah cerita?


Ingin sekali Laura menanyakan pada Tantra. Tapi ia takut suaminya marah. Selama ini Tantra selalu menghindar jika Laura bertanya tentang kisah cintanya.


Laura pun lanjut memesan makanan. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya makanan itu tiba diantar oleh sang asisten pribadi Tantra.


Tantra masih sibuk dengan pekerjaannya. Ia meminta waktu setengah jam lagi pada Laura untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Laura menunggu dengan duduk di sofa menghadap Tantra. Ia memperhatikan suaminya yang sedang sibuk bekerja.


Kalau sedang sibuk seperti ini, dia kelihatan sangat tampan. Apa dia memang tampan?


Laura terpaku menatap wajah Tantra. Laura masih asyik terlarut dalam khayalannya. Sampai ia tidak menyadari Tantra sudah berada di dekatnya.


"Hei! Kenapa melihatku seperti itu?" Pertanyaan Tantra ini seketika membuyarkan lamunan Laura.


"Ayo makan!" Tantra mengabil makanan dan menaruhnya di piring Laura.


Selalu seperti ini. Sejak pernah menikah, Laura tidak pernah melayani Tantra seperti normalnya seorang istri pada suaminya. Sampai dalam hal makan pun selalu Tantra yang melakukannya.


"Ini makanlah!" Tantra memberikan piring berisi makanan itu pada Laura.

__ADS_1


"Sebentar lagi aku ada meeting koordinasi dengan para manajer. Kamu gak papa kan aku tinggal disini sendiri?" Tantra bertanya dan dijawab anggukan kepala oleh Laura.


Setelah selesai makan siang, Tantra pamit untuk melaksanakan meeting. Laura sendirian di ruang kerja Tantra. Meski ruangan itu sangat besar tapi tetap membuat Laura bosan. Apalagi ponsel Laura dalam keadaan mati. Ia terasa mati gaya.


Mata laura memandang sekeliling ruangan itu. Pandangannya menemukan titik fokus diatas meja kerja.


Laptop Tantra!


Laura duduk di kursi kebesaran Tantra. Kursi seorang Direktur Utama. Ia mulai menyalakan laptop Tantra.


"Direktur kok HP sama Laptopnya gak di password sih!" Laura ngomel sendiri.


Laptop itu nyala. Terlihat foto gadis yang sama dengan pose yang berbeda.


Pantas saja dia seolah tak pernah tertarik pada wanita! Karena setiap waktu dia selalu melihat wajah kekasihnya!


Laura lanjut membuka galeri foto di laptop Tantra. Ada satu folder yang diberi nama Sempurna. 


Laura membuka folder itu. Folder itu penuh dengan foto dan video tentang gadis itu. Laura mencoba memutar salah satu videonya.


Video itu mulai berjalan. Video yang merekam kemesraan Tantra dengan kekasihnya. Laura memegang dadanya. Mencoba merasakan sesuatu yang aneh dalam hatinya.


Laura memutar begitu banyak video. Dari situ Laura bisa melihat betapa besar rasa cinta Tantra pada kekasihnya. Video yang merekam perlakuan manis Tantra pada sang kekasih.


Laura menarik napas dalam. Ia seolah membutuhkan oksigen dalam jumlah besar untuk mengisi paru-parunya yang terasa sesak.


Jika dia sangat mencintai kekasihnya, kenapa ia mau dipaksa menikahiku? Apa karena harta? Tapi hidupnya sangat sederhana. Ia sama sekali tidak tampak seperti orang yang haus uang. Sangat berbeda dengan Mike!


Laura masih lanjut memutar video lainnya. 


Kekasihnya sangat cantik dan kelihatan seperti gadis baik-baik. Kenapa Tantra tidak memilihnya dan menikah dengannya?


Laura terus melihat foto dan video itu satu persatu. Namun tiba-tiba jarinya kaku. Bibirnya terasa kelu. Ia melihat potongan video Tantra yang berdiri dan memeluk kekasihnya. Dengan sangat romantis Tantra mencium bibir sang kekasih.


Tanpa sadar air mata Laura menetes jatuh di atas telapak tangannya.


Sakit! Entah mengapa Laura merasa sangat sakit. Jarinya seolah tak mampu lagi bergerak dan melihat kemesraan yang lain.

__ADS_1


Begitu besarnya rasa cintamu padanya? Hingga tubuh indah Stella pun tak mampu untuk memalingkan hatimu darinya?


__ADS_2