
Tantra sejenak tertegun.
Ia mencoba mengingat ilmu yang pernah ia pelajari dulu tentang persilangan darah sewaktu masih duduk di kelas 12 SMA.
Golongan darah yang dihasilkan dari persilangan golongan darah B dengan B adalah golongan darah B dan O.
Untuk menyakinkan hatinya, Tantra meminta pada Rania untuk membuka catatan kesehatan ZAfran di rumah sakit itu.
Ia lega karena Zafran juga bergolongan darah O.
Kini bayi cantik itu telah dibawa masuk ke dalam kamar perawatan, menunggu kedatangan sang ibu. Zafran dan perawatnya telah tiba di rumah sakit untuk melihat adiknya.
Tantra menggendong bayi perempuannya dan duduk di sofa. ZAfran mengikuti sang ayah.
Zafran mendekat untuk melihat adiknya.
“Ni adek ayi?” Celoteh Zafran. “Adek ayinya apan?” (Adek bayinya ZAfran?) Tanyanya pada sang ayah.
“Iya nak. Ini adek bayinya ZAfran. Mulai sekarang Zafran sudah menjadi seorang kakak. Kakak laki-laki yang menyayangi adeknya. Kakak yang kuat yang selalu menjaga dan melindungi adeknya. ZAfran bersedia kan?”
Zafran mengangguk cepat. Ia mengerucutkan mulutnya dan mencium pipi adek bayinya.
“Apan tayang adek. Adek ayi mamanya capa?” (Zafran sayang adek. Adek bayi namanya siapa?)
“Adek bayinya Zafran namanya Zahrana! Zahrana Wirapraja. Si putri cantiknya ayah. Bagus kan namanya?”
“Adus! Adus anet!” (Bagus! Bagus banget!)
Setelah itu terdengar suara pintu terbuka. beberapa perawat mendorong bed dengan LAura yang terbaring diatasnya.
Si bayi langsung menangis kencang seolah memberi tanda bahwa ia ingin digendong ibunya.
“Mommi.. Mommi.. iat! Adek tantit.” ( Mommi lihat! Adek cantik)
Tantra mendekatkan bayi itu pada Laura. Laura yang baru selesai dioperasi belum mampu untuk duduk. Ia hanya mencium kening bayinya dan membuat bayi itu tenang dan kembali tidur terlelap.
Tantra meletakkan dengan perlahan dan hati-hati pada box bayinya. Ia mendekat ke LAura dan menciumnya.
“Terimakasih sayang.” Tantra mencium kening Laura.
Dengan setia Tantra selalu menemani LAura.
Kondisi Laura mulai puluh. Ia sudah mampu duduk sendiri. bekas jahitan pasca operasi sudah tidak terasa nyeri. Kini Laura siap menyusuii si Bayi.
Tantra mendekatnya bayi cantik itu. Laura menggendongnya dan mulai menyusuiinya.
Bayi itu nampak semangat sekali. Laura tersenyum dan menciumnya. “Anakku..” Ucapnya lirih.
__ADS_1
Setelah kenyang, bayi itu langsung terlelap tidur.
Sudah dua hari Laura berada di rumah sakit. Dia masih dalam masa penyembuhan pasca operasi. Selama itu pula Laura selalu menyusui bayinya di rumah sakit.
Tantra selalu berada disisinya. Membantu apapun sesuai kebutuhan Laura. sedangkan Zafran, hanya berkunjung saat pagi dan sore hari. Zafran akan pulang saat waktunya tidur siang dan malam.
Ini adalah hari ketiganya di rumah sakit. Laura memangku si bayi dengan duduk diatas sofa menghadap jendela kamarnya yang berada di lantai 10 rumah sakit itu.
Sinar matahari mulai terasa menembus jendela. Menyengat kulit Laura dan bayinya. Silau sinar matahari membuat Laura mengerjapkan matanya, lalu berusaha menutupi bayinya supaya sinar matahari tidak mengenai mata si bayi.
Laura menatap mata putri cantiknya. Si bayi mulai mengerjap dan membuka matanya.
Seketika Laura terpana. Laura sungguh tak percaya. Ia sampai melepas tangannya dari menggendong si bayi. Tubuh si bayi jatuh di pangkuannya. Beruntungnya jarak jatuhnya tidak tinggi namun cukup berbahaya bagi si bayai.
Tantra melihat tindakan Laura barusan. Serasa tak percaya ketika melihat sang istri justru melakukan hal berbahaya untuk putrinya.
Tantra bergegas mendekati dan mengambil bayinya. “Ada apa sayang? Kenapa kamu melepas ZAhrana dari gendonganmu?” Tantra menggendong putrinya.
“Tidak! Dia bukan putrimu! BAYI ITU BUKAN ANAKMU!!!” Laura berseru kencang.
“Dia putri kita sayang. Dia Zahrana.” Tantra menjelaskan perlahan.
“BUkan! Dia bukan putrimu! Matanya! Itu mata penjahat itu! Bola matanya berwarna biru sama dengan milik penjahat itu!”
Laura beranjak dari sofa dan berjalan menuju ranjang untuk merebahkan tubuhnya. Ia menutup tubuhnya dengan selimut sampai menutupi kepalanya. Laura benar-benar menolak anaknya.
“Jika memang sang ibu sudah tidak mau menyusui sang bayi lagi, maka kita bisa memberikan susu formula pada bayi tersebut, Tapi pihak keluarga harus menandatangani dokumen yang menyatakan bahwa pemberian susu formula memang atas permintaan pasien dan keluarganya.” Rania mencoba menjelaskan.
Tak berpikir panjang, Tantra segera menandatangani dokumen itu. Ia segera menelpon bunda dan meminta beliau untuk datang ke ibu kota.
Setelah lebih dari seminggu Laura berada di rumah sakit, kini saatnya ia pulang. Namun ada yang membuat hati Tantra terasa teriris.
Tidak ada penyambutan untuk putrinya. Tak seperti saat kelahiran Zafran yang disambut meriah oleh seluruh penghuni kediaman utama Ardikusuma. Putrinya seolah tak diharapkan di rumah ini. Bahkan Tuan Ardikusuma pun tak berkenan memberikan namanya pada nama belakang Zahrana.
Tantra sadar akan hal ini. Dia pun sudah mengantisipasinya. Tantra sudah menyiapkan sebuah rumah untuk tempat tinggal keluarga kecilnya bersama sang BUnda. Bunda akan membantunya merawat Zahrana. Memberikan seluruh kasih sayang seorang ibu yang tidak didapatkan Zahrana dari Mommynya.
Tantra menggendong putri cantiknya menuju kamar bayi di sebelah kamarnya. kamar bayi ini disiapkan karena Laura menolak tinggal satu kamar dengannya.
Sementara ini Tantra masih menuruti kemauan Laura sambil mencari cara untuk meyakinkannya supaya mau menerima Zahrana.
Tantra mencoba menghubungi George.
“Hello uncle. Apakah kamu tidak ingin mengunjungi cucumu?” Tanya Tantra dalam sambungan teleponnya.
“Hei! Aku bukan kakeknya! Aku pamannya! Aku masih terlalu muda untuk menjadi kakeknya!” Sangkal George dengan ketus.
Meski statusnya sebagai paman angkat Laura, namun usianya hanya terpaut 5 tahun dengannya. George merasa tidak terima jika harus dipanggil kakek oleh anak-anak Laura.
__ADS_1
“Baiklah.. Baiklah.. Apa kamu tidak ingin mengunjungi keponakanmu? Kami sudah berada dirumah sekarang.” Jawab Tantra.
Tak berapa lama setelah panggilannya terputus, George segera pergi menghampiri Tantra.
“Mana keponakan cantikku?” George mengambil Zahrana dari gendongan Tantra.
“So beautiful. Dia mirip sekali dengan Laura.” George melihat Mata biru Zahrana.
“George, apa kamu tidak merasa aneh dengan mata Zahrana?” Tantra bertanya padanya.
“Ya! Matanya sangat indah dan biru.”
“Itulah George! Laura tak bisa menerima Zahrana karena bermata biru. Mata itu selalu mengingatkannya pada Mike dan dia benci itu. Laura selalu mengira bahwa Zahrana adalah darah daging Mike.” Tantra menjelaskan dengan putus asa.
George sangat mengerti perasaan Tantra. Ia sangat bersyukur karena Tantra bersedia menerima Zahrana. Meskipun ia sendiri ragu Zahrana itu anak siapa.
“Tantra, ada yang perlu kamu ketahui, bahwa nenek kandung Laura juga bermata biru. Namun bola mata ibunya justru menurun dari kakeknya yang berwarna coklat seperti Laura. Jadi kemungkinan anak Laura bermata biru itu menurun dari gen sang nenek buyutnya.”
George menepuk pundak Tantra untuk membesarkan hatinya.
“Jika kamu masih ragu dan ingin mengetahui kebenarannya, kenapa kamu tidak melakukan tes DNA? Hasilnya pasti Valid untuk mengetahui dia benar darah dagingmu atau bukan.”
Tantra menggelengkan kepalanya. “Aku akan melakukan itu tapi tidak sekarang. Biarkan dia mendapatkan seluruh kasih sayang dari aku dan Laura. Hingga suatu saat yang dibutuhkan, aku akan memastikan dia benar-benar darah dagingku atau bukan.”
“Kapan itu?” Tanya George.
“Saat aku harus menjadi wali nikah di hari pernikahannya kelak. Sebeleum itu terjadi, dia adalah putriku. Dia berhak mendapat seluruh kasih sayangku.”
End
Hello Guys,
“Loh? Kok udah End? Terus lanjutnya gimana? Nasib Zahrana gimana? Trus Zahrana sebenarnya anak siapa? Kok ceritanya gantung?
Readersku yang terhormat dan amat kucinta,
novel ini saya buat sesuai dengan judulnya,
TANTRA
Sebuah Novel yang mengisahkan tentang perjalanan hidup dari seorang Tantra.
Trus nasib Zahrana gimana dong?
Tenang Beb, Kisah Zahrana akan otor lanjutkan di novel yang akan menceritakan kisah perjalanan hidup Zahrana yang bertemu jodohnya, sampai dihari pernikahannya dan dia akan mengetahui kenyataan sebenarnya bahwa dia adalah anak kandung……
Tunggu terbit Novelnya yah,
__ADS_1