
Masih ada banyak pertanyaan di benak Tantra untuk sang istri. Tapi ia singkarkan dulu semua itu demi menjalin hubungan baik dengan Laura.
Hubungan keduanya kini lebih baik. Melihat perjuangan Laura untuk menjadi seperti bunda, menjadikan semangat bagi Tantra untuk berusaha menjadi suami yang baik untuk Laura.
Seperti pagi ini. Bunda memberi daftar belanjaan supaya Laura membelinya ke pasar. Tantra dengan sigap menyiapkan motor untuk mengantar Laura.
"Daftar belanjaan udah dibawa?" Tanya Tantra.
"Sudah. Nih!" Laura menunjukkan kertas putih yang berisi tulisan daftar belanjaan.
"Oke. Kita berangkat!" Tantra melingkarkan tangan Laura di pinggangnya. "Pegangan yang kuat! Biar gak diambil orang." Tantra bicara sambil terkekeh geli.
Sampai dipasar, Laura turun dan mulai melangkah masuk. Ini pertama kalinya Laura masuk ke dalam pasar tradisonal. Kondisi pasar yang kotor membuatnya sangat berhati-hati dalam mengambil langkah.
Sikap Laura ini menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di pasar.
"Ada bule cantik masuk pasar!" Seru salah seorang diantaranya.
Laura mengabaikan itu semua. Ia hanya fokus pada daftar belanjanya den segera menyelesaikannya supaya bisa cepat keluar dari pasar.
Laura tiba di pedagang sayur. "Pak, beli cabai!"
"Beli berapa mbak?" Tanya sang pedagang.
Laura bingung. Di catatan yang ia bawa hanya ada daftar. Tidak ada jumlah yang harus di beli. Laura pun bertanya pada si pedagang. "Biasanya beli berapa ya pak?"
"Ya terserah mbak. Mungkin beli 1 kilo?" Jawab si pedagang dengan asal-asalan.
"Ya sudah pak, satu kilo." Sahut Laura.
Rupanya tak hanya cukup di cabai. Pedagang itu menawarkan semua sayur dan bumbu dalam jumlah banyak pada Laura. Sawi sebanyak satu ikat besar, kacang panjang satu ikat besar, jagung manis satu karung, wortel satu karung, dan masih banyak lagi dengan jumlah yang tidak normal.
Setelah ditotal semua harga, ternyata uang yang dibawa Laura kurang.
"Gimana toh mbak? Belanja kok gak bawa uang?" Kata si pedagang.
"Saya memang gak bawa uang banyak kalau di pasar! Katanya di pasar banyak copet? Ngapain bawa uang banyak-banyak? Sebentar pak, saya minta suami dulu!"
Laura menghampiri Tantra yang sedari tadi menunggu diatas motor di pintu masuk pasar.
"Mantra, apa kamu bawa uang?" Tanya Laura.
__ADS_1
Tantra mengambil dompetnya dan bersiap mengambil uang di dalamnya. "Berapa?"
"Dua juta!" Jawab Laura.
Tantra melotot. Ia tidak menyangka kalau sekali belanja di pasar bisa menghabiskan uang sampai dua juta. "Bisa habis berapa nih uang belanja dalam sebulan?" Batinnya dalam hati.
Setelah menerima uang dari Tantra, Laura kembali masuk pasar dan membayar di pedagang tadi.
Setelah semua selesai, Laura berjalan keluar pasar dengan diikuti kuli panggul yang membawa semua barang belanjaannya.
Tantra menataptap tak percaya pada tumpukan belanjaan yang di beli Laura. "Mau ada hajatan di rumah?"
Ya sudah! Istrinya memang Laura. Tantra memanggil becak untuk mengantar barang belanjaan.
Sesampainya di rumah, Laura langsung masuk menemui bunda. Kini giliran bunda yang kaget melihat belanjaan Laura.
"Kenapa beli sebanyak ini nduk?" Tanya bunda.
Laura pun menceritakan kejadian selama di pasar.
"Itu namanya kamu dimanfaatkan sama pedagang nduk. Mumpung kamu gak ngerti, mereka menjual banyak dagangannya padamu. Untungnya masih harga normal nduk. Ndak papa, dibuat pengalaman aja ya? Buat belajar." Bunda mencoba membesarkan hati Laura.
"Kalau sehari saja belanja habis 2 juta, satu bulan bisa 60 juta! Bisa kerja rodi aku di ArdTara buat memenuhi belanja Laura." Sahut Tantra.
Tantra menelan ludah. Mulai melihat tanda bahaya akan keluar. Tantra sekarang lebih waspada jika sang istri mulai marah.
Sabar Tantra, jangan sampai dia marah. Dari pada hilang lagi uang 5 milyar.
Bunda memutuskan untuk membagikan hasil belanjaan Laura kepada para tetangga.
Hingga waktu berganti senja. Laura meminta Tantra untuk mengantarnya belanja kebutuhan rumah di sebuah swayalan.
"Kita pergi ke mall T yuk? Belanja sekalian kencan?" Tantra berusaha merayu Laura.
Mereka berdua pergi ke salah satu mall yang memiliki swalayan di dalamnya. Layaknya pasangan suami istri pada umumnya, Tantra mendorong troli dan Laura mencari barang yang akan di beli.
Tantra sangat menikmati momen ini. Momen impiannya sejak lama. Mengantar istri belanja dan membawakan barang belanjaannya.
Impian sederhana. Tapi impian ini sangat ia inginkan. Meski istrinya tidak susai bayangannya dulu, tapi Tantra bersyukur memiliki istri secantik Laura. Istri yang selalu membuat hidupnya lebih berwarna karena tingkahnya yang selalu diluar dugaan dan tidak bisa ditebak.
"Laura, ini sudah malam. Percepat belanjamu!" Kata Tantra.
__ADS_1
Laura melihat pergelangantangan Tantra. "Tau dari mana kalau ini sudah malam? Bahkan kamu pun tidam memakai jam tangan." Sahut Laura.
"Alunan musiknya sudah berubah, ini pertanda kalau sudah mulai memasuki malam." Jawab Tantra.
"Maksudnya?" Laura tidak mengerti ucapan Tantra.
"Setiap pusat perbelanjaan itu akan memutar musik untuk mempengaruhi pikiran konsumen yang datang. Pada saat siang hari sampai malam, musik yang diputar adalah musik dengan tempo santai atau yang tidak terlalu cepat. Hal itu supaya konsumen betah untjk berlama-lama belanja di dalam pusat perbelanjaan tersebut. Tapi saat waktu menunjukkan jam setengah sembilan atau memdekati jam tutup mall, musik akan berubah ke tempo yang lebih cepat. Hal ini akan mempengaruhi pikiran konsumen dengan mempercepat langkah mereka dalam berbelanja." Tantra menjelaskan kepada Laura.
"Berarti itu cara untuk mengusir mereka?" Tanya Laura.
"Ya, secara tidak langsung." Jawab Tantra.
Mereka berdua pun menuju kasir untuk membayar belanjaan yang mereka bawa.
"Barang-barang yang ditata di area kasir ini disebut impulse buying product. Ada kriteria produk yang bisa di pasang disini. Kemasan produknya harus menarik seperti permen dan coklat atau jajanan anak, harganya tidak terlalu mahal, barang kebutuhan yang kadang diperlukan tapi lupa dibeli seperti tisu basah dan baterai." Tantra menjelaskan sekali lagi.
Laura menatap takjub suaminya. "Wah hebat! Pak dokter kok bisa tau semuanya?"
"Aku bukam dokter!" Jawab Tantra sedikit kesal.
"Ya maksudku, kuliahmu kan di kedokteran, kenapa bisa tau semua hal tentang itu?" Seru Laura.
"Karena aku mempelajari bisnis sejak aku mulai bisa membaca. Dari buku-buku, koran, majalah dan lainnya." Jawab Tantra.
Laura semakin menatap kagum pada Tantra. Suaminya ini benar-benar pintar dan ahli.
Tantra mendorong trolinya hingga menaiki eskalator. Saat melewati kedai minuman, Laura pamit untuk membeli boba.
Tantra menepi dan menunggu sang istri sambil memegang troli.
"Tantra?"
Suara seorang wanita memanggilnya, membuatnya menoleh untuk melihat sosok yang manggilnya.
"Bu Emma?" Kata Tantra.
Emma berjalan mendekat dan semakin terpukau melihat penampilan Tantra sekarang. Dengan penampilannya sekarang, Tantra terlihat lebih keren dan semakin tampan. Hal ini membuat Emma semakin terpesona.
"Benar ini kamu Tantra?" Emma langsung memeluk Tantra.
Tantra yang kaget dengan sikap Emma hanya diam mematung.
__ADS_1
Sementara sosok di pembeli boba menatap tajam ke arah mereka berdua.