TANTRA

TANTRA
Bab 71


__ADS_3

Rania menyerahkan bayi Laura pada Tantra. “Selamat ya bapak Tantra. Bayi anda terlahir sehat dan sempurna.” Senyuman tulus mengembang di bibir Laura.


Tantra meraih bayi mungil yang masih berkulit merah tersebut. Menggendongnya dengan tumpuan lengannya. Menciumnya penuh rasa syukur.


Tantra melantunkan adzan di telinga sang bayi dengan suara lirih namun sangat jelas. Dengan air mata haru penuh rasa syukur, Tantra kembali mencium bayi mungil yang masih menangis dengan kencang.


Setelah itu Laura mengambil lagi bayi tersebut dari Tantra. Ia berjalan mendekat ke Laura yang masih terbaring di meja operasi.


“Selamat ya Ibu Laura… Jagoannya terlahir sehat dan kuat. Ini buktinya, nangisnya kenceng banget.” perkataan Rania memancing tawa dalam ruang operasi. Terasa sekali nuansa kebahagiaan karena lahirnya seorang bayi yang sangat mereka nanti.


Rania meletakkan bayi tersebut secara perlahan di dada Laura. Tangis bayi itu mereda setelah berada dalam dekapan Laura.


“Tantra, mendekatlah! Cium bayimu!” Rania mengatur posisi Tantra di dekat Laura dan mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera ponselnya.


“Ini saatnya IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Batin ibu sama bayinya kuat banget yah. Si bayi langsung tenang begitu didekap sang ibu.” Rania melanjutkan menata posisi bayi di dada Laura. Kemudian membiarkan si bayi mencari puuting sang ibu untuk mulai menyuusu.


“Air susu ibu sangat penting untuk tumbuh kembang dan kesehatan bayi. Pastikan Bayi hanya mengkonsumsi Air susu ibu selama 6 bulan. Ini juga akan menguatkan bonding si ibu dengan bayi.” Rania menjelaskan perlahan kepada Laura dan Tantra.


Momen-momen indah nan mengharukan penuh kebahagiaan telah dilalui Tantra bersama keluarga kecilnya. Kini mereka telah kembali di kediaman Tuan Ardikusuma. Sang Tuan besar telah menunggu kedatangan mereka. Bersama seluruh pekerja di rumah besar itu, Tuan Ardikusuma menyambut kedatangan sang keturunan pewaris ArdTara.


Tantra telah memutuskan nama untuk sang jagoan kecilnya. Zafran Wirapraja adalah nama yang telah ia pilih untuk sang Putra.


Namun Tuan besar memprotes nama itu.


“Dia adalah pewaris Keluarga Ardikusuma. Harus ada namaku dalam namanya! Zafran Wirapraja Ardikusuma! Itu adalah nama cucuku!”


Dengan bangganya Tuan Ardikusuma memperkenalkan Zafran sebagai penerus ArdTara kepada dunia.


Kini Rumah besar itu sudah diisi dengan suara tangis bayi. Meski merasa bahagia, Namun Laura tetap harus berjuang untuk menyusui bayinya. Mengurus bayi untuk pertama kalinya sungguh bukan hal yang mudah bagi Laura. ia harus terjaga hampir di sepanjang malam untuk menyusui bayinya.


Merasa kelelahan dan kurang tidur membuat penampilan Laura acak-acakan dan jauh dari kata cantik. Laura bahkan sudah tidak peduli lagi pada penampilannya. Mandinya selalu dipercepat karena khawatir bayinya menangis dan membutuhkan ASI nya.

__ADS_1


Tantra bersyukur atas perjuangan yang telah dilakukan Laura untuk bayi mereka. Namun ia juga tidak tega melihat kondisi istrinya. Tantra pun ikut terjaga di malam hari. Saat Laura sibuk menyusui si Bayi, Tantra selalu sigap untuk menata bantal, membuat posisi ternyaman untuk sang istri sambil memijat kakinya diatas ranjang.


Bahkan pernah di suatu malam, Tantra memangku tubuh Laura yang mengantuk sambil menyusui bayinya. tak jarang pula Tantra memberikan punggungnya untuk menjadi tumpuan punggung Laura saat menyusui di malam hari. Tantra selalu berusaha memberikan yang terbaik pada keluarga kecilnya. Para pelayan pun diminta untuk memenuhi semua kebutuhan Laura dan bayinya. Mulai dari menyiapkan makanan sehat hingga ruangan yang bersih dan nyaman untuk Anak dan istrinya.


Namun hari-hari berat itu telah mereka lalui. Umur Zafran kini sudah menginjak 11 bulan. Zafran sudah bisa berjalan meski masih tertatih dan sering terjatuh kerana susah menjaga kesimbangan tubuhnya.


Tantra merasa bahagia. Hidupnya terasa sempurna. Hidup tenang bersama istri dan putra yang sangat dicintainya.


Namun tidak dengan Laura. selama beberapa waktu ini Laura mulai jenuh dengan hidupnya. selalu berada dirumah dan bersama Zafran.


Tiba-tiba saja Laura rindu dengan kehidupannya yang dulu ketika masih single. bisa berkumpul bersama teman-temannya, belanja, dan pergi ke tempat yang ia suka.


Laura mencoba menyampaikan uneg-unegnya pada Tantra. Tentu saja dengan sangat hati-hati supaya sang suami tidak marah.


Rupanya Tantra bisa memahami masalah Laura. Laura membutuhkan ‘Me Time’ untuk menyegarkan pikirannya. Meski begitu, Tantra tetap tak mengizinkan Laura kembali bertemu dengan teman-temannya yang dulu. Tantra takut Laura akan terpengaruh dan kembali pada kehidupannya yang dulu.


Tantra sudah mencoba mengajak Laura dan Zafran jalan-jalan dan berlibur ke tempat yang dipilih Laura. Tantra rela meninggalkan pekerjaan demi membuat anak dan istrinya bahagia.


Sebenarnya Tantra tak ingin putra pertamanya hidup dengan segala fasilitas dan kemewahan sehingga membuatnya manja. Tantra ingin mendidik sang putra bahwa hidup ini perlu perjuangan dan usaha untuk meraih keberhasilan.


Namun semua prinsipnya selalu kalah dengan Laura. Istri cantiknya itu selalu punya seribu cara untuk merayunya dan membuatnya luluh sehingga menuruti semua kemauan sang istri untuk memanjakan anaknya.


Dan akibat jurus jitu Laura merayu Tantra, ia berhasil menyelenggarakan ulang tahun termewah untuk balita berusia 1 tahun di kotanya.


Di acara inilah Laura kembali bertemu dengan teman-temannya. Meskipun yang ia undang hanya teman-teman sekolah semasa ia masih di Indonesia dan tidak mengundang teman-teman clubingnya.


Laura mulai merasa rindu bercengkrama dengan teman-teman sebayanya. Ia ingin kembali menikmati keseruan nongkrong bersama teman-temannya.


Hingga di suatu ketika setelah selesainya acara ulang tahun Zafran. Salah seorang teman Laura mengundangnya untuk hadir di acara peresmian Villa komersil miliknya yang baru saja selesai dibangun di wilayah puncak.


Laura ingin sekali menghadiri acara tersebut. Ia akan mencoba meminta izin pada Tantra.

__ADS_1


“Sayang, Lira mengundangku untuk hadir di acaranya.” Laura pun menjelaskan jadwal acara dan tempat diadakannya acara tersebut kepada Tantra.


Tantra yang baru pulang kerja sebenarnya sangat lelah. Namun ia harus mendengar rengekan Laura yang meminta izin padanya. “Kamu datang kesana bersama Zafran?”


Laura menggeleng kepala. “Udara disana dingin. Kasian kalau Zafran kedinginan disana.”


“Lalu bagaimana dengan Zafran jika kamu tetap berangkat kesana?”


Laura mulai mencium kalimat larangan dalam perkataan Tantra kali ini.


“Zafran dititip pada bibi dulu yah? Aku perginya hanya beberapa jam saja. Aku tidak akan bermalam disana.” Laura masih mencoba membujuk Tantra.


“Tidak jika tanpa Zafran!”


Itu adalah senjata terampuh untuk menghentikan Laura. Selalu seperti itu. Semua permintaan Laura selalu dibantah Tantra dengan menggunakan nama Zafran.


Laura pun mengeluarkan jurus ampuhnya. Ia melayani Tantra malam ini dengan sangat bergairah. Saat semua nafsunya sudah tersalurkan, Tantra pun tak bisa menolak permintaan Laura. Ia mengizinkan istrinya datang ke acara itu namun tetap tidak boleh bermalam disana. Laura akan diantar sopir dan pulang bersama sopir.


Laura senang kegirangan. Akhirnya ia bisa menikmati waktu bersama teman-teman sebayanya.


Keesokan paginya Laura sudah bersiap untuk pergi. Tantra masih memberikan ceramahnya dan aturan-aturan untuk Laura. Karena terlalu bersemangat, Laura hanya menyahuti iya-iya tanpa mendengarkan dengan seksama.


Akhirnya Laura pun pergi diantar sopir keluarga. Tantra berangkat ke kantor dan meninggalkan Zafran bersama beberapa orang pelayan di rumah.


Hingga hari berubah malam, Tantra kembali ke rumah dan menghampiri Zafran.


“Kemana Laura? Apa dia belum pulang?” Tanya Tantra kepada pelayan yang sedang bersama Zafran.


“Belum tuan.” Jawab pelayan itu.


Tantra mulai kesal karena Laura lalai dengan tanggung jawabnya. Tantra mencoba menghubungi Laura namun tetap tidak diangkat. Tantra mulai marah. semalam ia terus saja menghubungi Laura tapi tetap tak dijawab.

__ADS_1


Hingga hari berganti pagi namun Laura tetap belum pulang. Tantra sudah berada diambang batas kesabarannya. Ia meminta sopir mengantarnya ke Villa tempat acara Laura. Ia menggendong Zafran dan membawanya turut serta.


__ADS_2