
Tantra sudah bersiap dengan baju kerjanya. Setelan jas rapi dengan celana yang pas dengan postur tubuhnya membuat penampilannya sangat berwibawa.
Belum lagi ditunjang dengan parasnya yang tampan membuat penampilannya semakin sempurna.
Tantra berjalan ke arah meja makan, tempat Tuan besar sudah menunggunya.
"Selamat pagi Pa." Sapa Tantra dengan sopan.
Tuan besar tersenyum sebagai isyarat menjawab salam Tantra. Tuan besar beralih pada wanita cantik yang berdiri di belakang Tantra.
"How are you Sweety? Tumben putri tersayang Papa bisa sarapan di rumah bersama Papa?" Pertanyaan Tuan besar lebih kepada sindiran untuk Laura.
Tuan besar sengaja menyindir karena Laura selalu pulang tengah malam bahkan pagi hampir menjelang setelah bersenang-senang bersama teman-temannya.
"Oh come on Daddy! Bukankah ini yang selalu Papa inginkan? Supaya aku bisa sarapan bareng Papa? Tidak adakah ucapan terima kasih padaku?" Tanya Laura dengan pandangan menuntut.
Tuan Besar tersenyum. Beliau sangat bersyukur karena baru beberapa hari Tantra menjadi suami Laura, gadis itu sudah bisa sarapan di rumah. Tuan besar merasa berterima kasih karena Tantra bisa bisa membawa putrinya kembali.
"Baiklah! Papa berterima kasih karena putri papa ini mau berubah menjadi lebih baik. Sebagai hadiahnya, Papa akan menyiapkan hadiah untuk kalian berdua."
Mata Laura berbinar bahagia. Baru kali ini setelah ia beranjak dewasa, Papa memberinya hadiah tanpa ia minta. "Hadiah? Apa itu Pa?"
Namun sorot mata itu tiba-tiba berubah saat mengingat ucapan terakhir Tuan Besar.
"Kok berdua hadiahnya? Mantra kan gak melakukan apa-apa?" Laura mulai kesal.
Tuan Besar menjawab pertanyaan putrinya dengan santai.
"Karena hadiahnya adalah Honeymoon!"
Uhuk.. uhuk.. uhuk..
Tantra tiba-tiba tersedak saat sedang minum. Ia tidak menyangka Tuan Besar akan menyuruhnya berbulan madu.
"Heh Mantra! Jangan kesenengan yah! Jangan berpikir bulan madu kita akan semanis madu!" Ancam Laura dengan sedikit berbisik supaya tidak terdengar Papanya.
"Orang suruhanku akan menyiapkan semua. Kalian bersiaplah! Sore ini kalian akan diantar supir ke bandara. Kalian akan terbang menggunakan jet pribadiku!" Kata Tuan Besar.
Laura sangat bersemangat. Pasalnya ini adalah pengalaman pertamanya naik Jet pribadi milik Papanya.
"Honeymoon nya kemana Pa?" Tanya Laura dengan antusias.
"Tempat favoritmu sayang. Pantai!" Jawab Tuan Besar.
"Yesss!!! I love you Daddy! I really really love you my great Daddy!" Laura memeluk dan menciun pipi Papanya.
"Maldive, I'm coming! Yeay!" Seru Laura.
*
Senja menjelang. Kini Tantra dan Laura sudah bersiap di landasan pacu untuk segera menaiki Jet pribadi milik Tuan besar.
__ADS_1
Laura berjalan dengan angkuh. Mengenakan kacamata hitam dan membiarkan rambut panjangnya tersibak angin. Ia terus berjalan meninggalkan Tantra yang masih berada di belakangnya.
Saat mereka berdua sudah berada di dalam pesawat, Laura mulai duduk di sofa dan menikmati semua fasilitas yang ada di dalam pesawat pribadi tersebut.
Melihat tingkah Laura, Tantra bisa menebak bahwa ini adalah pengalaman pertama untuk Laura. "Sepertinya kamu baru pertama kali naik Jet pribadi ini? Kenapa? Bukankah pesawat ini milik Ayahmu sendiri?"
Laura merasa diremehkan. Ia pun menjawab dengan ketus. "That's not your business!"
Laura lalu menyelonjorkan kakinya dan memasang headset. Ia sengaja untuk mengabaikan Tantra.
Setelah memakan waktu kurang lebih 3 jam, pesawat berhasil landing dengan sempurna.
Tantra dan Laura turun dari pesawat dan langsumbut disambut oleh oleh sopir suruhan Tuan Besar.
Sopir itu meletakkan satu tangannya menyilang dan memberi salam dengan sedikit membungkukkan badannya.
"Selamat datang di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Tuan dan Nona."
Laura terkejut dan segera melepas kacamatanya.
"What? What do you say? Kalimantan? Bukannya kita akan ke Maldive? Aku sudah menyiapkan paspor ku!"
Sang sopir hanya tersenyum dan menjawab pertanyaan Laura. "Ini Kabupaten Berau Nona. Letaknya ada di Kalimantan Timur. Kita akan menuju kepulauan Derawan yang biasa disebut dengan Maldivesnya Indonesia. Disana bahkan ada banyak pulau yang lebih bagus dari Maldives. Silahkan masuk, mari saya antar kesana."
Sopir itu membuka pintu mobil dan mempersilahkan kedua tamunya masuk.
Butuh kurang lebih 2 jam perjalanan hingga mereka tiba di pelabuhan. 2 jam yang mereka tempuh ini harus melewati jalanan khas Kalimantan yang berbeda dengan ibu kota. Hal itu semakin membuat Laura kesal.
Laura kesal! Semua rencananya berantakan. Angan-angannya runtuh sudah. Ia sudah membayangkan bersantai di pantai seindah Maldives namun malah terdampar disini.
Sementara Tantra hanya diam. Menikmati kekesalan dan wajah cemberut istrinya tanpa ada niatan sedikitpun untuk menghibur hatinya.
Setelah perjalanan yang cukup menjengkelkan bagi Laura, kini mereka telah sampai ditujuan.
Laura melepas kacamata hitamnya, memandang takjub pemandangan di sekelilingnya.
"Wow.. it's wonderful!"
Sang sopir yang menjadi pengawal mereka pun dengan bangga berkata, "Selamat datang di Pulau Maratua! Pemandangan terbaik di kepulauan Derawan.
Dengan semangat Laura segera berjalan diatas jembatan kayu yang terbentang hingga ke laut.
Kini mereka sudah berada di depan kamar berbentuk segi empat yang terapung diatas air laut.
Kamar yang mereka tempati memiliki akses pintu belakang dengan balkon yang menghadap langsung ke laut.
Setelah memasuki kamar, Laura langsung melepas bajunya dan berjalan ke arah balkon.
Netra Tantra melebar saat melihat tubuh Laura yang hanya menggunakan bikini berjalan melewatinya.
Dari balkon, Laura langsung melompat ke laut, menikmati segarnya air laut.
__ADS_1
Indahnya pemandangan resort, pantai dan karang di laut seolah membayar lunas semua lelah selama di perjalanan.
Tanpa tersadar, muncul senyum di sudut bibir Tantra saat melihat tingkah Laura.
"Ternyata dia gadis yang lucu."
Mereka berdua sangat menikmati liburan selama di pulau ini. Diving, berenang bersama whale shark, berkunjung ke pulau kakaban dan berenang bersama ratusan ubur-ubur yang tidak beracun.
Dan masih ada banyak spot yang belum mereka kunjungi.
Ini adalah hari ketiga mereka berada di kepulauan derawan. Waktu memasuki senja. Mereka memilih untuk menikmati sunset dari balkon kamar yang langsung menghadap ke laut.
Kedamaian sangat terasa disana. Hanya terdengar suara ombak yang menyapu pelan dibawah mereka.
Namun kedamaian harus terusik tatkala bel kamar berbunyi. Masuklah dua pelayan laki-laki membawa gelas minuman diatas nampan.
"Selamat sore Tuan. Kami membawakan minuman penghilang rasa lelah untuk anda." Pelayan itu menyodorkan nampan itu kepada Tantra.
Laura yang berada di dekatnya pun mendekat. Hendak meraih gelas itu.
Pelayan itu langsung panik dan mencegah Laura dengan sopan. "Maaf Nona, minuman ini untuk Tuan. Kami sudah menyiapkan minuman untuk anda."
Pelayan yang lain lalu menyerahkan air kelapa muda untuk Laura.
"Kenapa dia tidak boleh meminum minuman ini? Bukankah dia juga lelah? Sama sepertiku." Tanya Tantra pada pelayan itu.
"Maaf Tuan, minuman ini khusus untuk laki-laki." Kata pelayan itu sambil sedikit menunduk.
Alis Tantra menyatu. Ia sama sekali tidak mengerti maksud perkataan pelayan itu. "Memang ada minuman penghilang lelah khusus laki-laki?"
"Sudahlah! Lagi pula, air kelapa sangat berguna untuk mengganti ion tubuh." Laura menegak habis air kelapa itu.
Melihat Laura langsung minum, Tantra pun mengambil gelas diatas nampan yang disodorkan pelayan padanya. Ia meneguk minuman itu dan dan merasakan rasa aneh lidah dan kerongkongannya.
"Minuman apa ini? Rasanya seperti jamu!" Tantra menunjukkan reaksi seperti masam dan kepahitan.
"Ini adalah jamu yang kami racik khusus untuk menghilangkan rasa lelah Tuan."
Setelah minuman itu habis, pelayan pun izin untuk meninggalkan mereka berdua.
***
Hai readers, terimakasih udah setia baca sampai bab ini.
yang pingin tau visual kepulauan derawan dan indahnya kamar honeymoon Laura, bisa lihat di google yah,
Cari aja dengan key word Arasatu Villas and Sactuary.
Author minta maaf karena tidak menunjukkan visual. Hal ini dilakukan supaya babnya bisa cepet lulus review dan bisa segera di baca.
enjoy reading everyone 🥰
__ADS_1