TANTRA

TANTRA
Bab 36


__ADS_3

Baru saja membuka mata, Tantra sudah melihat indahnya penciptaan Sang Kuasa. Wajah cantik Laura dengan mata terpejam kini menempel di dadanya.


Tantra membelai pucuk kepala Laura. Betapa manisnya istrinya itu saat terlelap. Laura bergerak. Semakin mengusak-usuk kepalanya ke dalam dekapan Tantra. 


Tantra mengangkat kepalanya. Ia melihat posisi tubuh Laura yang semakin hari semakin mendekat ke arahnya. Tantra berusaha tidur dengan tubuh selalu berada di tepi ranjang supaya tidak bersentuhan dengan tubuh Laura. Tapi usahanya terasa semakin sia-sia karena Laura selalu mendekat padanya. Tak jarang tangan Laura memeluknya.


Biasa saja bagi Laura karena ia melakukannya secara tidak sadar. Tapi bagi Tantra, ini seperti cobaan baginya untuk bertahan dari godaan Laura.


Tantra memilih beranjak dari tidurnya. Dengan gerakan perlahan supaya tidak membangunkan Laura. Tantra masuk ke kamar mandi dan bersiap untuk berangkat kerja.


Laura mulai membuka mata. Seperti biasanya, suaminya sudah tidak ada di ranjang. Tantra selalu bangun lebih dulu darinya.


Laura duduk termenung di atas ranjang. Masih menyusun rencana aktivitasnya hari ini dalam pikirannya.


Tantra keluar dari kamar mandi dengan handuk yang terlilit di pinggangnya dan rambut yang terlihat masih basah. Tubuh segar Tantra begitu menggoda. Laura memperhatikan tubuh tegap dengan dada bidang itu berjalan di depannya.


Kenapa semakin hari dia terlihat semakin tampan?


Laura menggeleng cepat kepalanya. Ia harus segera tersadar. Ada Mike yang menunggunya. Ya! Hari ini dia harus menemui Mike.


Laura segera bergegas. Ia harus berangkat bersama Tantra.


Kini mereka berdua telah selesai sarapan pagi. Sesuai janjinya, Tantra memberikan selembar Bilyet giro kepada Laura dengan nominal yang tertulis sesuai permintaan istrinya.


"Kemana rencanamu hari ini?" Tanya Tantra.


"A-aku ada perlu dengan temanku. Temanku sedang membahas bisnis dan dia-" ucapan Laura terpotong-potong karena ia sedang berbohong. "Dia membutuhkan dana untuk modal bisnisnya. Jadi… jadi aku akan mencoba menginvestasikan uang ini padanya."


"Ya sudah kalau begitu. Aku akan mengantarmu. Ayo kita berangkat!" Tantra merasa ada yang sedang disembunyikan oleh Laura. Namun Tantra tak ingin menanyakannya jika Laura memang tidak berkenan untuk bercerita. Bagi Tantra, Laura pasti membutuhkan privasinya untuk tidak berbagi pada orang lain.


Tantra mengantar Laura berangkat menuju sebuah apartemen mewah yang bersebelahan dengan mall.

__ADS_1


Mobil telah sampai di depan lobby.


"Kau akan bertemu dengan temanmu di apartemen?" Tanya Tantra curiga.


"Y-Ya! Ap-Apartemen stella ada disini. Aku harus menemuinya dulu sebelum bertemu temanku yang lain." Laura mencoba mencari alasan.


"Baiklah. Berhati-hatilah! Jaga dirimu! Jangan meminum alkohol jenis apapun! Aku tidak mau kamu pulang dalam keadaan mabuk! Nanti sore aku akan menjemputmu." Setelah itu Tantra berlalu dan berangkat ke kantor. 


Laura bergegas masuk, menuju apartemen tempat Mike tinggal. Laura memencet tombol untuk membuka kunci password pintunya. Ini adalah apartemen milik Laura yang ditempati oleh Mike. 


Setelah pintu terbuka, ia segera masuk untuk menemui Mike. Laura langsung masuk ke kamar dan melihat Mike masih terlelap tidur. Mike memang tidak pernah bangun pagi.


Laura mencium aroma bir. Ia melihat botol bir yang berserakan di lantai. Dulu, ia terbiasa dengan kondisi seperti ini. Tapi sekarang berbeda! Ia sangat tidak nyaman.


Laura duduk di sebelah Mike dan mencoba membangunkannya. Mike membuka matanya. Senyumnya mengembang saat melihat kekasih yang sudah dinantinya kini berada tepat di hadapannya.


"Morning sweety! Rasanya begitu indah saat bangun tidur dan melihat wajahmu." Mike menarik wajah Laura dan menciumnya.


Mike telah selesai mandi dan berganti baju. Ia menghampiri sang kekasih yang sedang duduk di sofa. Mike menjatuhkan tubuhnya tepat di samping Laura.


"I miss you so much honey. Kenapa kamu tidak pernah datang kesini?" Mike berkata sambil mencoba mencummbu Laura.


Laura memberikan bilyet giro kepada Mike.


Alis Mike pun menyatu. "Cek?" Tidak biasanya Laura memberinya cek.


"Bilyet giro. Kamu bisa mencairkannya dan memindah dananya ke rekeningmu." Jawab Laura.


"Kenapa seperti ini honey? Kenapa tidak seperti biasanya saja?" Mike bertanya pada Laura namun gadis itu hanya diam. "Honey, kartu yang kamu berikan padaku, kenapa tidak bisa dipakai?"


Laura menarik napas dalam. Ini saatnya ia jujur pada Mike. Laura mengatakan bahwa Papanya telah memblokir semua kartunya. Ia hanya hidup dari uang nafkah dari Tantra. Itupun hanya sebesar 20 juta. Dengan sangat merasa bersalah Laura harus mengatakan bahwa bulan depan ia tidak bisa lagi memberi jatah bulanan kepada Mike.

__ADS_1


Sorot mata Mike mulai berubah. Penjelasan Laura seolah tak masuk dalam akal sehatnya. Susah payah ia mengikuti Laura hingga meninggalkan negara asalnya namun ia tak mendapatkan apa-apa.


Mike tidak putus asa. Ia terus meyakinkan Laura bahwa cintanya begitu besar. Bahwa dia rela berkorban segalanya untuk Laura.


Laura tak bisa berbuat banyak. Sungguh ia tak tega pada Mike. Cinta pertamanya itu telah banyak berkorban untuknya dan Ia hanya bisa meminta supaya Mike bersabar menunggunya hingga terlepas dari Tantra.


Cukup lama Laura berada di apartemen bersama Mike. Mereka memutuskan untuk pergi makan siang ke mall yang berada di sebelah apartemen.


Makan siang berdua di restoran. Jalan-jalan dan membeli beberapa macam barang. Laura selalu berjalan disebelah Mike. Tangan Mike juga tak pernah lepas dari pinggang Laura. Mereka berdua layaknya pasangan bule yang tengah berkencan.


"Laura."


Laura memutar badan menuju sumber suara yang telah memanggilnya.


Bola matanya tiba-tiba melebar. Ia tidak menyangka bertemu suaminya dengan kolega bisnisnya di tempat ini. Laura hanya berdiri mematung. Tubuhnya terasa kaku. Laura benar-benar takut Tantra akan marah. Ia lebih takut jika Tantra tau kalau uang itu ia gunakan untuk diberikan pada Mike.


Tantra pamit dari kolega bisnisnya dan berjalan mendekat ke Laura.


"Ayo pulang." Ucapan Tantra masih datar tanpa emosi namun cukup untuk menundukkan kepala Laura.


"Hei Man! Stay calm! Laura bersamaku!" Mike mengucapkannya dengan pandangan penuh intimidasi kearah tantra. Ia seolah menegaskan bahwa Laura adalah miliknya dan Tantra telah mengganggunya.


Laura tidak ingin Tantra berseteru dengan Mike. Ia segera ambil tindakan. "Mike akan mengantarku pulang. Ka-kamu bisa pulang duluan."


"Pastikan dia mengantarmu sebelum aku sampai disana!" Tantra berkata dengan tegas dan sorot mata yang tajam kearah Mike.


Tantra berlalu meninggalkan kedua pasangan itu.


"Mike, antar aku pulang! Sekarang!" Laura ingin segera pulang. Ia tak mau membuat suaminya marah.


Posisi Mike benar-benar merasa terancam. Laura berubah menjadi penurut dan mulai mengabaikannya. Jika salah langkah, Mike bisa benar-benar kehilangan Laura. Dan itu semua membuat Mike semakin muak pada Tantra.

__ADS_1


__ADS_2