TANTRA

TANTRA
Bab 72


__ADS_3

Laura dalam perjalanannya menuju Villa milik Lira yang berada di puncak. Ia sudah tidak sabar bertemu dengan teman-temannya dan bersenang-senang di sana.


Beberapa jam berlalu. Mobil yang ditumpangi Laura telah sampai di Villa. Beberapa teman Laura menyambut kedatangannya. Ia pun turut masuk kedalam Villa dan menikmati acara tersebut.


Acara ini dihadiri oleh cukup banyak tamu undangan. Hanya beberapa teman Lira yang datang. Kebanyakan Tamu yang datang adalah rekan bisnis dari ayah Lira.


Laura tak mengenalnya meski beberapa tamu undangan sempat menyapanya karena tidak sedikit dari mereka adalah rekan bisnis Tantra juga. Ya, setiap pebisnis selalu mengenal Tantra sebagai penerus ArdTara, Perusahaan dengan gurita bisnis terbesar di negeri ini.


Laura mengabaikan semua itu. Ia tetap pada tujuan awalnya datang ke Villa ini untuk bersenang-senang bersama teman-temannya.


Lira mengajak teman-temannya untuk bersantai di taman belakang Villa. Villa milik keluarga Lira ini sangat besar. Berada di komplek Villa yang berderet dengan Villa lainnya yang hanya dimiliki oleh orang-orang kalangan atas.


Kondisi pegunungan dan sejuknya udara semakin mendukung orang untuk berlama-lama berada di Villa ini. Meskipun pada malam hari udara akan berubah menjadi sangat dingin sampai di pagi hari.


“Guys…” Suara Lira menarik perhatian teman-temannya yang sedang bersantai di taman belakang.


“Ada yang mau aku sampaikan. Mumpung teman-teman pada kumpul semua nih."


Beberapa dari temannya yang bersantai di taman pun mendekat kepadanya.


"Aku mau mengundang kalian semua untuk hadir di acara pertunanganku 2 minggu lagi." Lira mengatakannya dengan wajah tersipu malu.


"Honey, kemarilah. Aku ingin mengenalkanmu pada teman-temanku."


Lira merentangkan satu tangannya untuk menyambut sang calon tunangan.


Pemuda itu pun menghampiri Lira. Namun langkahnya terhenti. Matanya membulat melihat sosok pujaan hatinya duduk santai di atas rumput.


Pemuda berwajah blasteran asal Amerika yang adalah tunangan Lira adalah mantan kekasih Laura.


Ya, dia adalah Mike Bourdon.


Tak berbeda dengan Mike, Laura pun kaget melihat kehadiran Mike disini. Ia sungguh tak menyangka Mike bisa mencuri hati Lira yang adalah seorang putri pengusaha.


Laura segera memalingkan wajahnya. Menghindari tatapan mata Mike.


Bagi Laura, Mike sudah bukan siapa-siapa. Ia pun ingin menghindarinya untuk menjaga kehormatan dan kepercayaan suaminya padanya.


Lira hanya memperkenalkan Mike dengan singkat kepada teman-temannya karena Mike buru-buru pamit pergi dari taman itu.


Hingga siang mulai berganti, Laura menyadari waktu untuknya pergi dari rumah meninggalkan Zafran sudah terlalu lama. Ini saatnya Laura pulang.


Laura pun pamit kepada Lira. Ia harus segera pulang karena sang putra sudah menunggunya.

__ADS_1


Meski berat namun Lira pun tak bisa mencegah Laura.


Laura pun berjalan ke depan villa untuk mencari sopir pribadinya.


Namun Laura tak menemukannya. Bukan hanya sopir, bahkan mobil yang ditumpangi pagi tadi sudah tak kelihatan di parkiran villa.


Laura mencoba menghubungi sang sopir. Namun sialnya, ponsel Laura kehabisan daya.


Laura pun mencoba mencari sampai keluar villa. Ia mencoba menyusuri jalan untuk mencari keberadaan sopirnya.


Cukup jauh Laura melangkah. Ia sudah mulai lelah. Laura memutuskan untuk duduk di sebuah batu besar yang terletak di depan sebuah villa yang tampak kosong.


Laura menyelonjorkan kakinya. Mencoba mengusap keringat di keningnya.


Namun tiba-tiba muncul sosok di belakang tubuhnya. Mendekap hidungnya dengan kumpulan kapas berisi cairan.


Tiba-tiba saja semua menjadi gelap. Laura sudah tidak sadar.


***


Mike masih terpaku di depan cermin besar dalam sebuah kamar di salah satu Villa elit milik orang ternama.


Mike menghela napas. Meresapi nasibnya kini harus menjalin hubungan tanpa hati.


Mike pun berusaha menahan dirinya untuk tidak merenggut kesucian Laura sesuai permintaan kekasih cantiknya itu. Mike melampiaskan nafsuunya pada hampir setiap wanita yang dekat dengannya demi untuk menahan hasratnya pada Laura. Namun semua kesabaran dan usahanya untuk memiliki Laura berakhir sia-sia.


Mike harus mencari cara untuk bertahan hidup dan tinggal di kota ini. bersembunyi dibalik bayangan orang yang juga memiliki kuasa di kota ini. Mencari mangsa yang bisa ia manfaatkan demi menyalurkan sakit hatinya pada Laura.


Mike memakai jam tangan di tangan kirinya saat pintu kamar itu terbuka. Seorang gadis masuk dan mendekatinya. Memeluk punggung dan mencium lengannya.


"Sayang, aku ingin memperkenalkanmu pada teman-temanku."


Mendengar sang gadis berbicara, Mike berbalik memutar tubuhnya, menghadap sang kekasih. Wajah mereka bertemu, Mike menunduk, mendekatkan wajahnya.


"Aku ingin memperkenalkanmu pada dunia. Memberitahu pada mereka bahwa kamu adalah calon tunanganku. Kamu pemilik hatiku."


Mike masih diam, tidak menjawab sepatah katapun ucapan kekasihnya.


Mike mengangkat dagu Lira, kekasihnya. Meraup bibir Lira dengan bibirnya.


Hanya sebentar kemudian Mike melepasnya.


"Let's Move!" Mike melingkarkan tangannya di pinggang Lira. mengajaknya melangkah pergi bertemu para tamu undangan.

__ADS_1


Mike berhenti untuk mengambil segelas minuman dan mempersilahkan Lira untuk berjalan lebih dulu mendekat ke taman bertemu teman-temannya.


Mike mendengar Lira memberi pengumuman kepada teman-temannya. Ia pun mulai mendekat ketika Lira memanggilnya sambil merentangkan tangan.


Mike mendekat dengan senyum terbaiknya. Bermaksud menyapa teman-teman Lira dengan ramah. Namun senyum itu terhenti. Matanya membola. Jantungnya mulai berdegup tak karuan saat seseorang yang sangat ia rindukan sekaligus dibencinya sekarang ada didepan matanya.


Mike melihat Laura yang menunjukkan ekspresi terkejut sama persis dengannya.


Mike mulai menjelajah melalui sorot matanya. Mencoba mencari laki-laki yang menjadi sosok pelindung Laura. Pandangannya sudah menyapu bersih kehadiran setiap orang di taman itu. Namun Mike tetap tak menemukan keberadaan Tantra.


Mike harus memastikan apakah sosok pelindung Laura itu benar-benar tidak ada di Villa. Mike segera pamit pada Lira dan mulai menyusuri setiap sudut villa untuk mencari keberadaan Tantra. Tetap saja ia tidak berhasil menemukan Tantra.


Mike mulai mencari di daftar para undangan Benar saja, hanya nama Laura tanpa ada nama Tantra di daftar itu.


Mike mulai memiliki satu ide. Ia mulai mencari keberadaan sopir keluarga Ardikusuma. Dengan segala penjelasan panjang lebar, Mike berhasil mengelabui sang sopir bahwa Laura telah pulang bersama salah satu temannya. Sang supir pun mulai menjalankan mobil untuk meninggalkan Villa tersebut dan kembali ke rumah.


Satu rencana Mike berhasil. Kini hanya perlu menjalankan rencananya untuk mendapatkan Laura.


Mike mengambil gumpalan kapas dan menuangkan kloroform. Cairan bius yang digunakan untuk hewan dan cukup berbahaya jika digunakan untuk manusia.


Mike menunggu di suatu tempat.


Mike sengaja menyewa sebuah Villa menggunakan uang dari Lira. Villa yang disewa Mike berjarak 100 meter dari Villa milik Lira.


Mike menanti di balik tanaman yang tumbuh di depan Villa Membentuk sebuah pagar.


Saat melihat keberadaan Laura yang tak jauh darinya, Mike mulai melangkah tanpa suara. membelah angin dengan gerakan tanpa mengusiknya. Satu tangannya terulur tanpa bisa diraba. Hingga tangan itu tepat berada didepan hidung Laura, Mike menempelkan gumpalan kapas itu tepat menutupi mulut dan hidung Laura.


Laura pingsan dan jatuh pada dekapannya. Mike segera menggendong tubuh Laura, membawanya masuk ke dalam sebuah kamar di Villa yang telah ia sewa.


Mike mengikat tangan Laura pada tiang yang ada di setiap sudut ranjang. Mulai membuka paksa semua pakaian yang masih menempel di tubuh Laura.


Mike beranjak dari ranjang itu. Berjalan menjauh dan mengambil minuman yang sudah terisi di dalam sloki. Meminumnya dengan sekali teguk. Ia menuangkan lagi minuman keras dari dalam botol untuk mengisi sloki dan meneguknya lagi dengan asal sambil melihat tubuh polos Laura.


Mike sengaja membiarkan Laura tanpa menyentuh. Rasanya ia tidak puas jika menikmati tubuh Laura dengan keadaan mata Laura yang masih terpejam dan tidak sadar.


Mike masih berdiri di depan ranjang. Ia mulai tidak sabar menunggu Laura membuka mata. Mike mengambil botol berisi minuman keras, meminumnya dengan tegukan yang berulang. Menunjukkan bahwa emosi dalam dirinya kini mulai tidak stabil.


Mike mendekat ke Laura, menyiram minuman keras itu tepat di atas dada Laura hingga membuat sang tawanan mulai mengerjap.


Laura mulai mengerjap, mencoba mengumpulkan kesadarannya. Ia melihat sekeliling, memindai lokasi tempat ia kini berada.


Hingga fokusnya terpusat pada Lelaki di depannya. Lelaki dengan pandangan bengis yang seolah siap menerkamnya.

__ADS_1


__ADS_2