Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
Awal .....


__ADS_3

♧ SINOPSIS SINGKAT ♧


Setiap orang punya luka masing masing. Ada yang memilih memendam tapi ada juga yang mengutarakan pada orang yang ia percaya. Namun , apa jadinya jika luka itu terjadi pada tanggal yang sama tapi di tahun yang berbeda.


Simak kisah Narra , gadis yatim piatu yang kehilangan keluarga tersayangnya dalam insiden kecelakaan. Yang di duga adalah bagian dari pembunuhan berencana.


Di saat dia masih ragu untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi , takdir mempertemukannya dengan Deska.


Di pertemukan oleh takdir , di satukan oleh cinta dan di pisahkan oleh kenyataan pahit ....


kira kira gimana ceritanya ya ? ..


selamat membaca 😊


《 ♢♢♢♢♢♢♢♢♢♢♢♢♢ 》


Pada minggu pagi , hari di mulai dengan guyuran hujan yang cukup lama memandikan bumi.


Terlihat seorang gadis usia tujuh belasan sangat sibuk melayani pelanggan di sebuah restoran.


" Narra cepat antarkan ini " teriak salah seorang pegawai kepadanya.


" Iya sebentar kak.. " sahutnya. Dia adalah Narrasya Tiffani seorang siswi SMA yang akrab di panggil Narra.


Kondisi keuangan yang membuat dia harus bekerja paruh waktu , untuk memenuhi kebutuhan hidup , meski begitu dia anak yang pintar.


Tak berapa lama , datang sekelompok gadis memasuki restoran.


" Ya ampun... hujan lagi hujan lagi , kalau begini terus make - up mahal ku bakal sia sia luntur kena hujan " gerutu seorang gadis bernama Hana dengan gaya lebaynya.


" Iya han , udah gitu dingin lagi .. " sambung temannya bernama Saumi.


Sedangkan yang bernama Yuyu tampak diam dan bersikap biasa saja.


" Permisi , mbak ... kita mau pesan makanan " ucap Yuyu berselang seraya mengangkat tangannya.


Karna pegawai lain tampak sibuk akhirnya Narra yang di minta melayani mereka .


" Narra kamu layanin mereka , yang lain sibuk dan aku harus jaga kasir " perintah gadis bernama Yuri.


Mendengar itu Narra tampak menatap ragu ke arah meja yang di tunjuk Yuri tadi.


" Heh .. , di sini tu tempat kerja bukan tempat merenung " Omel Yuri dengan suara yang ditinggikan.


Sehingga Narra mau tak mau pergi ke arah Hana and the gang.


" Dasar lemot , kerja gak becus beruntung aja bos Fahri kasian sama orang kayak lo "


Begitulah celotehan Yuri sepeninggal Narra , entah kenapa tapi dia sepertinya sangat membenci Narra.


" Permisi , kalian mau pesan apa ? " tanya Narra dengan nada lembut dan sesopan mungkin.


Sontak ketiganya melongo mendapati Narra tengan berpakaian ala pelayan , berada di depan mata mereka.


" Haaa! Na.. Narra ..kamu jadi pelayan disini ? " tanya Hana dengan mata melotot.


" wahh , bagus , ini bakal jadi bahan gosip terhot dan menggemparkan " ucap Saumi bersemangat.


" bener juga .. " sahut Yuyu di iringi tatapan sinis.


Narra hanya memutar bola matanya malas menghadapi tingkah 3 cewek di depannya ini.


" Kalau kalian udah selesai ...


bisa sebutkan mau menu yang mana ? " tanya Narra sembari melipat kedua tangan di depan.


" Kamu ketus banget sih sama pelanggan " sanggah Hana seraya berdiri.


" Namanya juga orang susah na.. " jawab Yuyu dengan santainya.


" Lihat kesini dong , biar aku foto , gimana Yu bagus kan ? " tanya Saumi sambil menunjukkan foto Narra yang barusan ia ambil dengan ponselnya.


" Bagus , karna dia pantas banget jadi pelayan " ujar Hana sinis , lalu ketiganya tergelak.


" Kalian tu apa apaan sih , kalo emang gak mau pesan apa apa mending pergi dari sini " kali ini Narra benar benar sudah kehilangan kesabarannya.


" Apa...?


aku gak salah dengar ? kamu barusan ngusir kita ? berani banget kamu , asal kamu tau restoran ini milik keluarga yuyu " ujar Hana dengan berlagak , yang membuat siapapun akan menendangnya jika melihat gaya sombongnya itu .


" Trus.. kenapa ? " tanya Narra nyolot gak mau kalah , pada Hana.

__ADS_1


" Artinya aku bisa aja mecat kamu dari sini begok " bentak Yuyu sambil mendorong bahu Narra.


" Pecat aja deh yu, dianya ngeselin banget " gerutu Saumi angkat bicara.


" Pak Fahri ... " teriak Yuyu yang membuat semua perhatian pengunjung makin tertuju pada mereka.


" Iya nona muda " jawab seorang pria yang berlari mendekat dengan nafas tersengal sengal.


" Aku minta anak ini di pecat dari sini , karna dia itu kasar , miskin , jelek lagi-"


Belum sempat Yuyu melanjutkan kata katanya , Narra langsung memotong.


" Gak usah repot repot dengan senang hati aku mengundurkan diri " Ucapnya yakin , kemudian pergi ke ruang ganti untuk melepas seragam kerjanya , lalu berjalan menuju pintu keluar.


Tiga pasang mata sinis mengiringi kepergiannya , siapa lagi kalau bukan kumpulan cewek pembuat onar.


" Hana , Yuyu , bantuin aku yuk , buat ngasih Narra pelajaran " Ucap Saumi yang mengalihkan tatapan kedua bestienya itu.


" Caranya ? " tanya Hana dan Yuyu bersamaan.


" kita kirim aja foto dia ke group sekolah , pasti semua murid bakal liat .." jawabnya mantap.


" Otak lo encer juga mi.."


" Iya dong Han ... "


******


Keesokan harinya , Narra berangkat kesekolah dengan berjalan kaki sambil mendengarkan musik.


Setibanya di depan gerbang sekolah , murid murid lain yang ada di sana melihat ke arahnya sambil berbisik bisik , tentu saja Narra bingung dan bertanya tanya.


" Ada apa ini ? kok semuanya pada ngeliatain aku ya ? " gumam Narra


lalu membalas mereka dengan tatapan tajam dan berkata.


" kenapa liat liat ? " sontak Semua murid yang menatapnya , diam dan berlalu pergi.


" Dasar aneh " gerutunya sendiri kemudian lanjut berjalan.


Tak lama kemudian terdengar panggilan yang tak asing " kak Narra ... tunggu... "


ucap seorang gadis sambil berlari ke arah Narra.


" ada apa ri ? " tanya Narra yang terhenti dari langkahnya.


" ini kak... lihat deh .." jawab luri sambil menunjukkan foto di ponselnya.


" ini beneran kakak ? " tanyanya pelan.


" iya itu aku !


ohhh... jadi karna ini semua murid pada ngeliatin aku " ucap Narra lalu mendengus malas.


" kakak gak papa ? yang aku tau sih pengirimnya kak Saumi , kakak bisa laporin dia ke BK atas pembulian " ujar Luri memberi saran.


" udah lah ri percuma , kamu tau kan siapa mereka , lagi pula aku gak punya waktu buat ladenin orang kurang kerjaan kayak mereka buang buang tenaga " jawab Narra cuek.


" Yang sabar ya kak ...tetap semangat , aku masuk kelas dulu..."


" iya hati hati " ucap Narra sambil menatap kepergian Luri.


Lalu lanjut berjalan menyusuri lorong menuju kelasnya.


Ting... dong...


Bel istirahat berbunyi, waktu yang paling di tunggu tunggu semua murid termasuk Narra.


Namun baginya ini bukan bel istirahat tapi bel uang , karna biasanya dia akan pergi ke kantin untuk membantu menyiapkan makanan.


Sayang nya tidak kali ini , karna dijalan dia di hadang oleh Hana , Yuyu dan Saumi.


" Minggir kalian , aku masih banyak urusan.. " gertak Narra yang memang sudah bosan berhadapan dengan ketiganya.


" Gak mau , kalo mau pergi lewat jalan lain aja " ucap Hana seenak jidat.


Narra menatap mereka dengan tatapan tajam lalu berkata.


" sebenarnya kalian mau apa sih ? dari kemarin gangguin aku terus, gak ada kegiatan lain ya ? , pokoknya sekarang kalian minggir sebelum terluka " ancam Narra mulai serius.


" kau pikir kami takut sama ancaman mu itu ? " setelah Yuyu berkata begitu tiba tiba ada suara.

__ADS_1


" awass...... " Dan sebuah bola basket yang melayang , lalu mengenai tepat ke kepala Hana , sehingga ia pun terhuyung dan jatuh.


" Aaaa aduh.. sakit.." ucapnya lirih.


" Hana kamu gak papa ?" tanya Yuyu panik.


" mana yang sakit ? " ucap Saumi polos.


" kepalaku lah mi, kamu gimana sih ? aduhh ... " gerutu Hana mendramatis.


" Woyy... siapa yang melempar bolanya ? " tanya Yuyu dengan nada tinggi.


" Aku yang melemparnya , kenapa ? "


Jawab seorang siswa laki laki tampan ia adalah Adeska rumi siswa paling dingin di sekolah.


" apa maksudnya kenapa ? , bolanya mengenai kepala Hana dia kesakitan " Jawab Saumi dengan bibir di manyunkan.


" Ya salah dia lah , kan aku udah peringatin tadi buat minggir , itu akibatnya kalo gak dengerin orang "


sontak kata kata Deska barusan membuat Narra tertawa.


" Ohhh ... bagus ya orang lagi kena musibah kamu malah ketawa , gak punya etika banget sih " ujar yuyu sambil melotot pada Narra.


" jadi... menghadang orang di jalan sesuka hati kalian, itu yang di sebut etika ? .


Walau aku gak bisa kerja tapi setidaknya aku dapat hiburan gratis.


Ternyata benar ya kalau kejahatan itu membawa kesialan " ujar Narra dengan senyum penuh kemenangan.


" Ihhh kenapa malah pada ngobrol sih ? bawa aku ke UKS dulu kek " ucap Hana yang merasa di abaikan.


Akhirnya mereka bertiga pun pergi ke UKS.


Saat Narra hendak pergi , Deska menghentikannya dengan berkata :


" Ehh... pelayan restoran tunggu " Sontak Narra pun berbalik.


" Namaku Narra bukan pelayan restoran ! " jawab Narra penuh penekanan.


" gak usah sok jual mahal deh , kamu butuh uang kan ?


aku punya pekerjaan buat kamu "


Kalimat Deska barusan membuat Narra mengerutkan kening.


" apa ? " tanyanya penasaran.


" Kamu akan tau setelah datang kerumah ku sore ini pukul 15.00 "


Jawabnya kemudian pergi , sedangkan Narra masih meragukan perkataanDeska barusan , dalam hati ia bergumam


" Dia tau darimana aku butuh uang ? kenal aja barusan , tapi... dari tampangnya sih dia gak bercanda setidaknya aku harus mencobakan " tanyanya sendiri lalu menjawab sendiri di tepi jalan taman sekolah.


*******


Saat jam menunjukkan jam 15.00 sore Narra sudah ada di depan gerbang rumah Deska.


ia terus memencet bel tapi tidak ada yang membukakan pintu.


" Ihhh , kenapa aku percaya sama orang ini sih ? mana mungkin orang yang berhati lebih dingin dari kutub selatan kayak dia mau bantuin aku , buang buang tenaga aja datang kesini "


Narra berbalik badan lalu melangkahkan kakinya hendak pergi.


Baru berjalan tiga langkah Narra berhenti karna suara gerbang yang terbuka diringi panggilan Deska.


" Heyy pelayan restoran , kenapa gak langsung masuk ? "


Narra pun berbalik dan menjawab dengan nada kesal.


" Gimana aku bisa masuk , dari tadi aku mencet mencet bel , tapi gak ada yang bukain. Mana ku tau kamu di rumah atau tidak , dan lagi namaku Narra "


" Kamu manja banget sih , gak punya tangan buat dorong gerbangnya ? " Sahut Deska yang membuat Narra melongo tak percaya.


" Jadi kamu nyuruh aku kesini cuma buat bertengkar , kalau begini mendingan aku pergi " Ucap Narra hendak berlalu.


" Tunggu , kalau kamu pergi sekarang kamu gak bisa bayar sewa apartemen "


Bersambung ....


thanks buat yang udah baca

__ADS_1


mohon like dan dukungannya 😅


__ADS_2