
Setelah mandi ala ala ayam , Narra langsung berlari keluar.
Tentu saja kakinya yang masih basah mendatangkan musibah.
Yups , dia terpeleset dan jatuh tersungkur ke lantai.
" Aduhh .... sial amat sih .. " teriaknya sambil berdiri dan mencari kesana kesini stelan jasnya.
Setelah pakai jas dan dasi , Narra menatap dirinya di cermin.
" Baik cukup bagus ! , tidak perlu sisir rambut " ucapnya lalu bergegas memakai sepatu mengunci pintu dan maraton menuju kantor.
Saat sampai di Kantor , Narra yang masih mengatur nafas dikagetkan oleh seorang pria yang tak lain adalah Jaksa senior di sana.
" Maaf senior Cha In Woo , saya datang terlambat " ucap Narra padanya.
" Kau memanggilku apa ? , nama ku Cha Eun Woo. Apa kau tidak bisa membaca ?
sudah terlambat , tidak bisa membaca dengan baik lagi.
Aku heran bagaimana kau bisa lulus "
ucap senior marah marah. Meski dalam hatinya komat kamit , Narra mencoba menahan dan tetap bersikap sopan di hadapan Cha Eun Woo.
" Sekali lagi maafkan saya senior ! " ujar Narra dengan suara yang dilembut lembutkan.
" Aku tidak mau bicara lama lama dengan orang yang tidak kompeten sepertimu. Ini ruang kerjamu ! " ucap senior Cha dan berlalu pergi.
Ingin sekali rasanya Narra menendang pria itu ke segitiga bermuda agar dia tidak ada lagi di sini.
" Permisi kau jaksa Gil , ya ? " tanya seorang pria umur 50 an.
__ADS_1
" Ehhh , iya benar " sahut Narra spontan.
" Kalau begitu perkenalkan , nama saya Bae Ji Woon , dari tim penyidik.
Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik kedepannya " ucap pria itu ramah dan mengulurkan tangannya. Lain dengan senior yang tadi.
" Iya , semoga pak " ucap Narra dan menjabat tangan Pak Bae.
Lalu mereka masuk dan bertemu dengan seorang wanita cantik.
" Kenalkan namaku Shin Hye Mi sekretarismu " ucapnya dengan nada sombong.
" Senang bertemu denganmu kak " ucap Narra yang membuat Hye Mi mengerutkan kening.
" Kau memanggilku kakak ? " tanya Hye Mi dengan nada tinggi.
" Apa aku salah ? " jawab Narra yang masih tidak peka.
Dasar tidak sopan ! " ucap Hye Mi panjang lebar dan pergi.
" Kenapa dari tadi aku sial terus sih ? " gumam Narra dalam hatinya.
" Maklumkan saja , dia memang seperti itu. Jika kau mengenalnya lebih dekat dia sebenarnya orang yang baik " jelas Pak Bae agar Narra tak terlalu kecewa.
" Iya pak , terima kasih tidak membentakku seperti yang lain " mereka pun duduk di kursi masing masing.
Tapi kesialan belum berakhir untuk Narra. Baru saja ia duduk , Hye Mi langsung meletakkan setumpuk dokumen di mejanya.
Melihat itu Narra tampak menelan ludah.
" Ini semua kasus yang harus kau tangani Jaksa Gil ! " ucap Hye Mi tegas seraya menyibakkan rambutnya kebelakang.
__ADS_1
" Se.. sebanyak ini ? "
" kenapa kau keberatan ? " tanya Hye Mi sembari menaikkan sebelah alisnya.
" Ya .. ( terdiam cukup lama lalu melanjutka kalimatnya ) aku akan berusaha " ucap Narra terpaksa , khususnya di kalimat terakhir.
Pak Bae tampak kasihan melihat Narra yang mendapat hadiah segunung kasus.
" Aku akan membantumu jaksa Gil " ucapnya dan berjalan menuju meja Narra.
" Terima kasih banyak Pak Bae " ucap Narra yang bisa lagi bernafas lega.
****
Berkat kasus yang membukit tadi , Narra pulang ke rumah saat larut malam.
Begitu sampai di kamar , tanpa mengganti pakaian Narra langsung membanting tubuhnya ke kasur.
" Ya ampun ... lelahnya .....
ini hari pertama ku bekerja tapi , rasanya aku sudah jadi Jaksa selama puluhan tahun.
Pasti ini yang ayah rasakan setiap hari , bagaimana bisa ayah tetap ceria ? "
Setelah puas mengoceh , Narra pun tertidur dengan setelan jas yang masih ia pakai.
Thanks buat yang udah baca 😊
jangan lupa like 😄
dan comen positifnya 😀
__ADS_1
salam kenal dari aku metazaa...