Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
HARI PERTAMA BEKERJA


__ADS_3

Setelah mandi ala ala ayam , Narra langsung berlari keluar.


Tentu saja kakinya yang masih basah mendatangkan musibah.


Yups , dia terpeleset dan jatuh tersungkur ke lantai.


" Aduhh .... sial amat sih .. " teriaknya sambil berdiri dan mencari kesana kesini stelan jasnya.


Setelah pakai jas dan dasi , Narra menatap dirinya di cermin.


" Baik cukup bagus ! , tidak perlu sisir rambut " ucapnya lalu bergegas memakai sepatu mengunci pintu dan maraton menuju kantor.


Saat sampai di Kantor , Narra yang masih mengatur nafas dikagetkan oleh seorang pria yang tak lain adalah Jaksa senior di sana.


" Maaf senior Cha In Woo , saya datang terlambat " ucap Narra padanya.


" Kau memanggilku apa ? , nama ku Cha Eun Woo. Apa kau tidak bisa membaca ?


sudah terlambat , tidak bisa membaca dengan baik lagi.


Aku heran bagaimana kau bisa lulus "


ucap senior marah marah. Meski dalam hatinya komat kamit , Narra mencoba menahan dan tetap bersikap sopan di hadapan Cha Eun Woo.


" Sekali lagi maafkan saya senior ! " ujar Narra dengan suara yang dilembut lembutkan.


" Aku tidak mau bicara lama lama dengan orang yang tidak kompeten sepertimu. Ini ruang kerjamu ! " ucap senior Cha dan berlalu pergi.


Ingin sekali rasanya Narra menendang pria itu ke segitiga bermuda agar dia tidak ada lagi di sini.


" Permisi kau jaksa Gil , ya ? " tanya seorang pria umur 50 an.

__ADS_1


" Ehhh , iya benar " sahut Narra spontan.


" Kalau begitu perkenalkan , nama saya Bae Ji Woon , dari tim penyidik.


Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik kedepannya " ucap pria itu ramah dan mengulurkan tangannya. Lain dengan senior yang tadi.


" Iya , semoga pak " ucap Narra dan menjabat tangan Pak Bae.


Lalu mereka masuk dan bertemu dengan seorang wanita cantik.


" Kenalkan namaku Shin Hye Mi sekretarismu " ucapnya dengan nada sombong.


" Senang bertemu denganmu kak " ucap Narra yang membuat Hye Mi mengerutkan kening.


" Kau memanggilku kakak ? " tanya Hye Mi dengan nada tinggi.


" Apa aku salah ? " jawab Narra yang masih tidak peka.


Dasar tidak sopan ! " ucap Hye Mi panjang lebar dan pergi.


" Kenapa dari tadi aku sial terus sih ? " gumam Narra dalam hatinya.


" Maklumkan saja , dia memang seperti itu. Jika kau mengenalnya lebih dekat dia sebenarnya orang yang baik " jelas Pak Bae agar Narra tak terlalu kecewa.


" Iya pak , terima kasih tidak membentakku seperti yang lain " mereka pun duduk di kursi masing masing.


Tapi kesialan belum berakhir untuk Narra. Baru saja ia duduk , Hye Mi langsung meletakkan setumpuk dokumen di mejanya.


Melihat itu Narra tampak menelan ludah.


" Ini semua kasus yang harus kau tangani Jaksa Gil ! " ucap Hye Mi tegas seraya menyibakkan rambutnya kebelakang.

__ADS_1


" Se.. sebanyak ini ? "


" kenapa kau keberatan ? " tanya Hye Mi sembari menaikkan sebelah alisnya.


" Ya .. ( terdiam cukup lama lalu melanjutka kalimatnya ) aku akan berusaha " ucap Narra terpaksa , khususnya di kalimat terakhir.


Pak Bae tampak kasihan melihat Narra yang mendapat hadiah segunung kasus.


" Aku akan membantumu jaksa Gil " ucapnya dan berjalan menuju meja Narra.


" Terima kasih banyak Pak Bae " ucap Narra yang bisa lagi bernafas lega.


****


Berkat kasus yang membukit tadi , Narra pulang ke rumah saat larut malam.


Begitu sampai di kamar , tanpa mengganti pakaian Narra langsung membanting tubuhnya ke kasur.


" Ya ampun ... lelahnya .....


ini hari pertama ku bekerja tapi , rasanya aku sudah jadi Jaksa selama puluhan tahun.


Pasti ini yang ayah rasakan setiap hari , bagaimana bisa ayah tetap ceria ? "


Setelah puas mengoceh , Narra pun tertidur dengan setelan jas yang masih ia pakai.


Thanks buat yang udah baca 😊


jangan lupa like 😄


dan comen positifnya 😀

__ADS_1


salam kenal dari aku metazaa...


__ADS_2