
Narra dan Rahel mencoba menunggu , tapi tak kunjung ada yang muncul ke permukaan.
" Mereka berdua tenggelam ra ? " tanya Rahel dengan nada lesu.
" Kakak tunggu di sini , aku mau liat mereka " jawab Narra sambil menatap panik ke dasar laut.
" Maksudnya kamu mau lompat juga ? jangan Ra , mereka aja masih belum keluar dan sekarang kamu mau ikutan nyebur ... "
Karna Rahel keberatan Narra pun mengurungkan niatnya dan memutuskan menunggu.
Tak berapa lama Jeef muncul ke permukaan , ia berenang ke tepi sambil membawa Deska.
Melihat itu Narra dan Rahel pun merasa sangat lega.
Mereka lalu menghampiri Jeef yang sedang menekan nekan dada Deska untuk mengeluarkan air.
Hal itu pun berhasil , Deska sadar setelah banyak menyemburkan air laut.
" Kau baik baik saja ? " tanya Jeef.
" kau siapa ? " jawab Deska dengan pertanyaan.
" Aku temannya Narra " jawab Jeef lagi dengan lembut.
Rahel yang terlihat marah datang dan langsung memukul Deska.
" Keterlaluan ! , aku membawamu ke pantai untuk bertemu ibumu , bukan untuk bunuh diri "
Dan yang di marahi hanya bisa terdiam.
" Jeef kau tidak apa apa ? " tanya Narra yang menyusul kemudian , sambil memutar mutar tubuh Jeef.
" Yes , i am oke " jawab Jeef dengan cengiran khasnya.
" Kau ini , sekali lagi kau seperti tadi tamat kau " Ancam Narra sambil mengacungkan kepalan tangannya.
" Ituuu ancaman sayangkan ? " Tanya Jeef sambil menaik turunkan alisnya.
" Tidak , aku serius " jawab Narra tidak main main , Jeef seketika bergidik ngeri.
" Jeef , terima kasih ya sudah menyelamatkan adikku " ujar Rahel yang jadi penyelamat Jeef dari tatapan elang Narra.
" Sama sama kak "
Merasa tak di anggap Deska langsung pergi begitu saja tanpa berkata apapun.
" Deska tunggu , kau mau kemana ? " Tanya Rahel sambil berteriak.
" Pulang , kau akan mengurungku di kamar sebagai hukuman " jawab Deska tanpa berbalik menghadap Rahel.
" Apa yang membuatmu berpikir aku akan lakukan itu ? aku hanya ingin kau bahagia seperti dulu , apa tidak bisa ? " kali ini Rahel bertanya dengan suara parau.
" Tidak " jawab Deska dingin lalu pulang dengan mobilnya dan meninggalkan Rahel.
Akibatnya tangis Rahel yang sedari tadi tertahan pecah seketika , melihat itu Narra lalu mencoba menenangkan Rahel seraya mengajaknya masuk ke cafe.
__ADS_1
" Kak Rahel ayo masuk , di sana ada tempat yang kami sewa. Berhentilah menangis ya , Jeef kau juga ikut , jangan berpikir untuk berenang lagi " perintah Narra tegas.
" Eee kau duluan saja aku masih ada urusan " jawabnya.
" Baiklah , terserah asal tidak basah basahan lagi " Narra pun berlalu pergi bersama Rahel.
Tak lama Yota dan Luri keluar menghampiri Jeef.
" Ternyata kau disini , astaga Jeef ! , kau habis kebanjiran ? " tanya Yota dengan nada mengejek.
" Bukan , tapi terkena dampak takdir , ayo pergi " jawab Jeef nyolot.
" kemana ? " tanya Yota berlagak polos atau memang tidak peka.
" Anterin aku ke hotel buat ganti baju "
" Hhhhh, bukannya orang Korea udah biasa sama suhu dingin ya ?
Luri kamu tunggu di dalam sama Narra ya ! aku mau nganterin turis bernasib malang ini " Mendengar ini Jeef hanya bisa geleng geleng kepala.
" Oke , hati hati " jawab Luri lalu berjalan masuk.
sedangkan Jeef dan Yota pergi menuju parkiran untuk mengambil mobil Yota lalu melaju menuju ke Hotel tempat Jeef menginap.
" Kak Narra , loh , dia siapa ? " tanya Luri kaget tatkala mendapati Narra bersama dengan seorang gadis.
" Kenalin ini teman kakak namanya Rahel , dia lagi ada masalah karna itu dia nangis " jawab Narra panjang lebar sebelum Luri bertanya lebih banyak.
" Ohh.. " jawabnya sambil mengangguk.
" Sekarang aku harus gimana ra ?
Aku takut dia melakukan hal seperti ini lagi
dan saat itu aku tidak ada untuknya ... "
Rahel benar benar tampak bingung tentang masalah ini , ia tidak mau Deska kenapa napa , tapi ia juga tidak mungkin berhenti sekolah.
" Huhh.. Aku juga bingung mau jawab apa kak.
Soa'l nya aku tidak tau banyak tentang Deska , yang aku tau dia sering banget ke pantai. Saat ku tanya kenapa , dia tidak mau jelasin " ujar Narra tampak putus asa.
" Apa aku bisa mempercayai kamu ra ? " tanya Rahel yang membuat Narra seketika mengerutkan kening.
" Maksudnya ? " tanya Narra bingung.
" Aku bakal jelasin alasan Deska ke pantai tapi ingat ini adalah Rahasia.
Deska selalu pergi ke pantai itu karna mamanya.
Semuanya di mulai dari tanggal 1 juni , tepat di hari ulang tahunnya yang ke 8
Dulu dia adalah anak yang ceria dan ramah , tapi ia berubah.
Dia tidak tau kalau orang tuanya bertengkar dan bahkan sudah berpisah
__ADS_1
dia baru tau saat bangun dari tidur ketika menemukan selembar surat di atas mejanya.
yang berisi :
Dear Deska....
Happy birthday sayang....
semoga kamu panjang umur dan di beri kesehatan.
ka....
mama minta maaf ya ..
karna pergi tanpa bilang apapun
mama sayang ... sekali sama Deska.
tapi mama tidak bisa tinggal di sini lagi , kamu baik baik ya nak.
jangan nakal , nurut sama papa , rajin belajar.
ka...
mama tau ini berat , tapi mama yakin Deska pasti kuat.
Mama janji akan datang untuk Deska
kita bertemu di pantai , pas hari ulang tahun kamu tanggal 1 juni.
tunggu mama ya ...
I love you
kirana
setelah membaca surat itu Deska benar benar hancur , dia menangis tanpa henti.
Dia coba tanya ke papanya tapi tidak ada penjelasan , papanya cuma bilang
" Mama kamu pergi , dan tidak akan kembali , jadi berhentilah menangis "
Mendengar jawaban papanya , Deska mengurung diri di kamar , dia memecahkan jendela kamar.
Sejak saat itulah Deska berubah sikapnya dingin , kata katanya kasar dan dia tidak peduli pada dirinya sendiri.
Sedangkan papanya sangat sibuk , dia ada di rumah seminggu dalam 1 bulan "
Mendengar cerita itu Narra meneteskan air matanya begitu pun Luri.
" Jadi ini sebabnya Deska selalu bersikap dingin , dia pasti terpukul dan kesepian karna kehilangan orang yang paling ia cintai " batin Narra.
" Ra ... aku mau minta tolong sama kamu " kalimat Rahel barusan sukses membuayrkan lamunan Narra.
" Minta tolong apa kak ? "
__ADS_1
bersambung ...
thanks buat yang udah mampir , jangan lupa ninggalin jejak 😁