
Sementara itu .....
" Ada apa J ? " tanya Yota tanpa rasa bersalah sedikitpun , setelah mengabaikan J sedari tadi.
" Kamu tu dari mana aja ? , aku sampai ganggu yang lain karna teriak teriak manggil kamu " gerutu Jeef yang kesal.
" Iya , miyanee " jawab Yota sambil cengengesan.
" Kamu harus pastikan Narra tidak melihat kecelakaan itu " ucap Jeef spontan yang membuat raut wajah Yota seketika berubah serius.
" Tapi kenapa ? "
" Pokoknya nurut aja dulu ! ehh , aku di panggil sutradara sudah ya.
ingatt yang tadi "
Jeef lalu mematikan telfonnya secara sepihak.
" Ihh , aktor Korea yang satu ini ! " Yota pun kembali lagi ke dalam , namun ia sangat terkejut karna tidak melihat Narra.
" Ri , Narra mana ? " tanya Yota seraya berjalan mendekati Luri yang berada dekat jendela.
" Dia ada di si.... " jawab Luri di iringin gerakan menunjuk ke arah ranjang , seketika itu dia sadar bahwa Narra sudah tak ada lagi di sana.
" Dimana ? " tanya Yota mulai serius.
" Loh , kok gak ada. Tadi di situ kok
infusnya di lepas , kayaknya kak Narra ke bawah " Luri pun mencoba menebak arah tujuan Narra.
" Kita harus temukan dia sebelum dia melihat kecelakaan itu "
Yota dan Luri lalu berjalan ke lift , menuju lantai 1 , untuk mencari Narra.
*****
" Ada berapa jari di tangan kanan ku ? "
tanya dokter Farid.
Seraya memegangi kepalanya Deska pun berkata :
__ADS_1
" Tiga , apa kondisi ku seburuk itu sampai kau harus melakukan ini ? " tanya Deska pada dokter di sampingnya.
" Hhhhh , tidak ! aku hanya ingin menguji apa pusing mu ini termasuk yang berat atau ringan.
Tapi sepertinya tidak parah kau bisa pulang " jawab sang dokter yang dengan teganya tertawa.
" Terima kasih dok " sahut Deska dengan nada kesal yang tertahan.
Deska hari ini menyetir sendiri , ia tidak memberi tau pak Ravi tentang kecelakaan tersebut.
Untuk menghindari ceramahnya tentunya.
Ia bukanlah pelaku tapi korban karna kecelakaan ini di sebabkan salah satu pengemudi mobil yang mengantuk.
Sehingga untuk menghindari bus ia malah menabrak pengendara lain dan menyebabkan kecelakaan beruntun.
Untungnya mobil Deska yang paling belakang jadi gak penyok penyok banget.
Saat berjalan di lorong rumah sakit Deska mendengar suara dari salah satu ruangan yang ia lewati.
Awalnya ia tidak peduli , tapi karna tangisan itu makin keras ia akhirnya memutuskan melihat ke dalam.
Deska cukup terkejut setelah membuka pintu.
yang sedang menangis tersedu sedu.
Deska perlahan mendekat.
" Permisi... , apa kau baik baik saja ? " entah dari mana ia dapat keberanian untuk masuk ke ruang jenazah ini.
Di tambah lagi ada suara tangisan di dalamnya.
Setelah perempuan itu berbalik Deska terkejutnya bukan main.
Dia bahkan sampai terjatuh sangking kagetnya.
" Kau..." ucapnya sambil tetus menatap wajah perempuan itu.
Perempuan itu tersenyum tipis padanya.
" Kau mengenaliku Deska ? " tanya wanita itu.
__ADS_1
Deska berdiri dan berusaha memalingkan wajahnya.
Namun perempuan itu mendekat lalu membelai Deska sambil berkata :
" Aku sangat merindukanmu , apa kau masih suka coklat ? " tanya wanita itu dengan nada yang mampu membuat bulu kuduk berdiri.
Deska sontak menghindar " Jangan coba coba mendekatiku ! " bentaknya.
" Seharusnya aku yang mengancam , kau mau kuberi tau sesuatu ? "
Deska menatap tajam gadis tersebut , meski begitu tangannya gemetar.
Jujur saja ia merasa takut.
Sambil tersenyum tipis perempuan itu menangkap tubuh Deska lalu membenturkannya ke dinding.
Karna gerakannya cepat Deska tidak bisa menghindar.
Perempuan itu lalu membisikkan sesuatu padanya.
" Kau adalah musuhku , tuan Psikopat akan ku pastikan waktu mu tidak lama lagi.
Kau akan segera menemui ajalmu " ucapnya penuh penekanan.
Deska seketika pucat dan terduduk
sedangkan wanita itu sudah hilang seperti di telan bumi.
Saat sedang tertunduk lemas Deska di kejutkan dengan kedatangan Narra.
Begitu melihat Deska yang tampak sangat pucat
Narra lalu bertanya.
" Apa kau baik baik saja ? " tapi Deska diam seribu bahasa ia berdiri dan berlalu pergi.
Sedangkan Narra menatap pilu jenazah korban kecelakaan tadi.
Lalu dia pun memutuskan untuk kembali ke ruangan nya.
Saat baru keluar dari lift Yota yang melihat Narra langsung marah marah.
__ADS_1
bersambung ...
comen dikitlah saudara saudari sekalian ... 😆