Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
KENANGAN SURAM


__ADS_3

" Hah ! , kok aku bisa dikamar ? " gumam Deska seraya mencoba mengingat semuanya.


Setelah mulai ingat apa yang terjadi , ia lalu bangun dan mencoba membuka pintu kamar tapi tidak bisa.


Bosan dengan pintu yang tampaknya tak mau mengalah , Deska pun berteriak dari dalam kamar.


" Woii.. buka pintunya ! , kalian tidak dengar ? , buka sekarang juga atau semuanya ku pecat ! Pak Ravi kau di luarkan ? , buka pintunya " Pria bernama Ravi itu pun menyaut dari depan pintu.


" Maaf tuan muda ini perintah pak Desta. Kau di hukum tidak boleh keluar rumah ! " jawabnya dengan nada tegas.


" Dasar ! .. " Deska yang marah pun menendang pintu kamarnya , lalu menelfon sang papah .


Dengan sedikit menahan kesal ia berkata :


" Pah , minta mereka lepasin Deska sekarang " ucap Deska lantang.


" Menurutmu papa akan lakukan itu ? " jawab Desta dengan santainya.


" Jika tidak aku akan hancurkan kamar ini ! " ancam Deska pada sang papah.


" Apa hanya itu ancaman terbaikmu ?lakukanlah lagi pula ini bukan pertama kalinya kau hancurkan kamarmu "


Sontak kalimat barusan yang di utarakan Desta , membuat Deska teringat kenangan masa lalunya.


Saat kelas 5 SD tepatnya 1 juni dia memecahkan jendela kamarnya .


Di tanggal yang sama saat kelas 1 SMP dia merusak komputer , tv , dan barang lainnya dengan tongkat beas boll besi.


Begitu pun saat kelas 3 SMP dan masih di tanggal yang sama.


Ia menghancurkan seluruh isi kamar sehingga semuanya berantakan , gelap , dan serpihan kaca berserakan dimana mana.


Karna Deska terdiam cukup lama papanya pun berkata :


" Kalau tidak mau bicara lagi tutup telfonnya " Ucapnya dengan nada yang mulai direndahkan.


" Tunggu ! , biarin Deska keluar pah


Deska mohon... , Deska harus ke pantai ! " ucap Deska dengan nada memelas yang membuat Desta tersentak mendengar nada bicara putranya yang berubah.


" Mau ngapain lagi kamu kesana ? , mama kamu tidak akan datang , sudah 10 tahun berlalu sejak kepergian mama mu " Sahut Desta dengan nada acuh.


" Meski begitu Deska masih percaya mama pasti datang. kalau tidak sekarang mungkin suatu hari nanti , jadi tolong biarin Deska pergi "

__ADS_1


Deska memohon sambil menangis , hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Tapi papanya menutup telfon , dan tidak mengangkatnya lagi.


*******


Sementara itu...


Yota menjemput Narra dan membawanya untuk bertemu seseorang.


Ternyata di mobil juga ada Luri.


" Loh .. ri , kamu ikut juga ? " tanya Narra sambil masuk me mobil.


" Iya dong kak.. kapan lagi kita bisa jalan jalan bareng ? " sahut Luri kegirangan.


" Iya , sihh ... " balas Narra sambil mengangguk kecil lalu mereka pun berangkat.


Karna sadar jalurnya ke arah yang ia kenal , Narra pun bertanya.


" Bentar deh , ini kita mau ke pantai ?


ngapain ta ? " tanyanya pada Yota yang tengah mengemudi.


" Udahhh.. ikut aja dulu " jawab Yota yang masih main rahasia rahasiaan.


Di kediaman Rumi ....


Meruntuhkan gorden , merobek seprai hingga kamarnya tampak sangat berantakan.


Serpihan kaca yang berserakan juga melukai kakinya , dia juga terus berteriak teriak gak jelas.


Saat sibuk dengan kegilaannya tiba tiba pintu kamar terbuka dan terdengar suara.


" Usiamu masih 14 tahun ? " jelas itu suara perempuan , reflek Deska pun menoleh kekanan dengan nafas terengah engah.


" Ra .. rahel kau ... tapi.. kenapa ? " tanya Deska tak percaya kalau kakak sepupunya di sini.


" Menurutmu kenapa ? berhentilah menyakiti dirimu sendiri !


kau bisa meminta bantuanku kan ? "


Tangis Rahel yang sudah tak dapat lagi di bendung pun tumpah seketika.


Dia berjalan mendekat dan memeluk Deska dengan erat.

__ADS_1


Deska pun seketika melepas tangisan nya yang tertahan sambil membalas pelukan Rahel.


Cukup lama keduanya menangis , hingga Rahel tiba tiba melepas pelukannya.


" Ayo obati lukamu ! " ucap Rahel lembut.


Lalu membawa Deska keluar dan mengobatinya di ruang tamu.


Sebelum itu ...


" Pak ravi tolong bereskan kekacauan ini ya ! " pintanya pada asistend Deska.


" Baik , Nona Rahel " sahut Pak Ravi lalu bergegas melaksanakan perintah.


Setelah mengobati luka Deska , Rahel mengajak nya untuk ke pantai.


" Ayo , kau bilang mau ke pantai kan ? " ucapnya , kali ini dengan senyuman.


" Tapi.. bagaimana dengan papa ku ? " jawab Deska yang tampak ragu.


" Tidak usah khawatir , aku sudah bicara dengannya " ujar Rahel penuh keyakinan.


Dia pun meminta kunci mobil ke pak Ravi lalu berangkat.


Sedangkan.....


" Oke.. sekarang kita sudah sampai ayo turun ! " ucap Yota kegirangan.


Narra dan Luri pun keluar dari mobil bersamaan.


Lalu mereka berjalan beriringan , saat tiba di pinggir pantai Yota berkata kepada Narra :


" Ra , aku punya kejutan buat kamu " Ucap Yota bersemangat.


" Apa ? " tanya Narra dengan nada jeles karna tak biasanya yota baik hati , minimal ada hal jahil yang dia rencanakan.


" Coba lihat dulu deh, ke pinggir pantai itu ! " jawab Yota sambil menunjuk dengan dagunya.


Narra lalu menoleh dengan malas ke arah pantai dan seketika itu matanya membulat.


" Apa ... ini.. dia , aku gak mimpikan ? " tanya Narra masih tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.


" Gak lah ! , dia itu nyata tau ... " jawab Yota yang di iringi senyuman.

__ADS_1


Entah apa penyebabnya Narra seketika menangis sejadi jadinya lalu....


thanks buat yang udah baca dan mohon like serta comen positifnya 😉


__ADS_2