
" Hah ! , kok aku bisa dikamar ? " gumam Deska seraya mencoba mengingat semuanya.
Setelah mulai ingat apa yang terjadi , ia lalu bangun dan mencoba membuka pintu kamar tapi tidak bisa.
Bosan dengan pintu yang tampaknya tak mau mengalah , Deska pun berteriak dari dalam kamar.
" Woii.. buka pintunya ! , kalian tidak dengar ? , buka sekarang juga atau semuanya ku pecat ! Pak Ravi kau di luarkan ? , buka pintunya " Pria bernama Ravi itu pun menyaut dari depan pintu.
" Maaf tuan muda ini perintah pak Desta. Kau di hukum tidak boleh keluar rumah ! " jawabnya dengan nada tegas.
" Dasar ! .. " Deska yang marah pun menendang pintu kamarnya , lalu menelfon sang papah .
Dengan sedikit menahan kesal ia berkata :
" Pah , minta mereka lepasin Deska sekarang " ucap Deska lantang.
" Menurutmu papa akan lakukan itu ? " jawab Desta dengan santainya.
" Jika tidak aku akan hancurkan kamar ini ! " ancam Deska pada sang papah.
" Apa hanya itu ancaman terbaikmu ?lakukanlah lagi pula ini bukan pertama kalinya kau hancurkan kamarmu "
Sontak kalimat barusan yang di utarakan Desta , membuat Deska teringat kenangan masa lalunya.
Saat kelas 5 SD tepatnya 1 juni dia memecahkan jendela kamarnya .
Di tanggal yang sama saat kelas 1 SMP dia merusak komputer , tv , dan barang lainnya dengan tongkat beas boll besi.
Begitu pun saat kelas 3 SMP dan masih di tanggal yang sama.
Ia menghancurkan seluruh isi kamar sehingga semuanya berantakan , gelap , dan serpihan kaca berserakan dimana mana.
Karna Deska terdiam cukup lama papanya pun berkata :
" Kalau tidak mau bicara lagi tutup telfonnya " Ucapnya dengan nada yang mulai direndahkan.
" Tunggu ! , biarin Deska keluar pah
Deska mohon... , Deska harus ke pantai ! " ucap Deska dengan nada memelas yang membuat Desta tersentak mendengar nada bicara putranya yang berubah.
" Mau ngapain lagi kamu kesana ? , mama kamu tidak akan datang , sudah 10 tahun berlalu sejak kepergian mama mu " Sahut Desta dengan nada acuh.
" Meski begitu Deska masih percaya mama pasti datang. kalau tidak sekarang mungkin suatu hari nanti , jadi tolong biarin Deska pergi "
__ADS_1
Deska memohon sambil menangis , hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Tapi papanya menutup telfon , dan tidak mengangkatnya lagi.
*******
Sementara itu...
Yota menjemput Narra dan membawanya untuk bertemu seseorang.
Ternyata di mobil juga ada Luri.
" Loh .. ri , kamu ikut juga ? " tanya Narra sambil masuk me mobil.
" Iya dong kak.. kapan lagi kita bisa jalan jalan bareng ? " sahut Luri kegirangan.
" Iya , sihh ... " balas Narra sambil mengangguk kecil lalu mereka pun berangkat.
Karna sadar jalurnya ke arah yang ia kenal , Narra pun bertanya.
" Bentar deh , ini kita mau ke pantai ?
ngapain ta ? " tanyanya pada Yota yang tengah mengemudi.
" Udahhh.. ikut aja dulu " jawab Yota yang masih main rahasia rahasiaan.
Di kediaman Rumi ....
Meruntuhkan gorden , merobek seprai hingga kamarnya tampak sangat berantakan.
Serpihan kaca yang berserakan juga melukai kakinya , dia juga terus berteriak teriak gak jelas.
Saat sibuk dengan kegilaannya tiba tiba pintu kamar terbuka dan terdengar suara.
" Usiamu masih 14 tahun ? " jelas itu suara perempuan , reflek Deska pun menoleh kekanan dengan nafas terengah engah.
" Ra .. rahel kau ... tapi.. kenapa ? " tanya Deska tak percaya kalau kakak sepupunya di sini.
" Menurutmu kenapa ? berhentilah menyakiti dirimu sendiri !
kau bisa meminta bantuanku kan ? "
Tangis Rahel yang sudah tak dapat lagi di bendung pun tumpah seketika.
Dia berjalan mendekat dan memeluk Deska dengan erat.
__ADS_1
Deska pun seketika melepas tangisan nya yang tertahan sambil membalas pelukan Rahel.
Cukup lama keduanya menangis , hingga Rahel tiba tiba melepas pelukannya.
" Ayo obati lukamu ! " ucap Rahel lembut.
Lalu membawa Deska keluar dan mengobatinya di ruang tamu.
Sebelum itu ...
" Pak ravi tolong bereskan kekacauan ini ya ! " pintanya pada asistend Deska.
" Baik , Nona Rahel " sahut Pak Ravi lalu bergegas melaksanakan perintah.
Setelah mengobati luka Deska , Rahel mengajak nya untuk ke pantai.
" Ayo , kau bilang mau ke pantai kan ? " ucapnya , kali ini dengan senyuman.
" Tapi.. bagaimana dengan papa ku ? " jawab Deska yang tampak ragu.
" Tidak usah khawatir , aku sudah bicara dengannya " ujar Rahel penuh keyakinan.
Dia pun meminta kunci mobil ke pak Ravi lalu berangkat.
Sedangkan.....
" Oke.. sekarang kita sudah sampai ayo turun ! " ucap Yota kegirangan.
Narra dan Luri pun keluar dari mobil bersamaan.
Lalu mereka berjalan beriringan , saat tiba di pinggir pantai Yota berkata kepada Narra :
" Ra , aku punya kejutan buat kamu " Ucap Yota bersemangat.
" Apa ? " tanya Narra dengan nada jeles karna tak biasanya yota baik hati , minimal ada hal jahil yang dia rencanakan.
" Coba lihat dulu deh, ke pinggir pantai itu ! " jawab Yota sambil menunjuk dengan dagunya.
Narra lalu menoleh dengan malas ke arah pantai dan seketika itu matanya membulat.
" Apa ... ini.. dia , aku gak mimpikan ? " tanya Narra masih tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.
" Gak lah ! , dia itu nyata tau ... " jawab Yota yang di iringi senyuman.
__ADS_1
Entah apa penyebabnya Narra seketika menangis sejadi jadinya lalu....
thanks buat yang udah baca dan mohon like serta comen positifnya 😉