Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
KASUS YANG BERKAITAN DENGAN MASA LALU


__ADS_3

Hari hari Narra sebagai Jaksa Gil terus berlalu. Dan banyak jenis kasus yang telah ia tangani.


Mulai dari kasus penipuan , korupsi , dan yang paling merepotkannya adalah kasus perceraian.


Dia memang berhasil memenangkan kasus , cuma dia juga berhasil membuat suami istri itu bercerai.


Itu hal yang dia sesali berhari hari.


Hingga suatu ketika dia mendapat kasus kecelakaan bus.


Begitu melihat berkas berkas kasusnya , Narra mulai gemetar apa lagi saat Pak Bae Ji Woon berkata.


" Jadi , bagaimana menurutmu Jaksa Gil ? bukankah sebaiknya kita ke TKP saja untuk lebih memastikannya " Narra terdiam dan makin gemetar membayangkan bangkai bus itu.


" Kenapa kau gemetar ? kau baik baik saja kan gil ? " tanya Hye mi saat melihat getaran tangan Narra yang memegang berkas kasus.


" Hah ? , ya aku .... tidak apa apa jika itu yang terbaik maka kita ... datangi ... TKP " Jawab Narra dengan gugup lalu mereka berjalan menuju Lift dan turun ke Loby.


Baru kemudian masuk ke mobil yang di kemudikan oleh Pak Bae.


Selama dalam mobil , Narra hanya diam mematung.


" Kau sakit Jaksa Gil ? " ucap Pak Bae memulai percakapan.


" Eeee tidak pak "


" Benarkah ? , wajahmu terlihat sangat pucat "


" ohh ... itu karna .. aku terlalu banyak memakai pelembab " jawab Narra asal.


Setelah sampai di TKP , Pak Bae mengajak Narra melihat kondisi bus.

__ADS_1


Sebisa mungkin Narra mengendalikan diri agar tak terlihat panik.


" Kalau menurutku ini bukan kecelakaan biasa , tapi lebih mirip pembunuhan berencana " kata kata Pak Bae tentu saja membuat Narra tersentak kaget.


" Kenapa begitu Pak ? " tanya Narra spontan dan seketika rasa traumanya teralihkan.


" Karna aneh , sopirnya tidak di temukan. Dan lagi juru bicara perusahaan bus itu bilang tidak ada sopir mereka yang mengemudi.


Artinya yang membawa bus ini adalah orang lain.


Kemungkinan dia menyelamatkan dirinya dengan melompat sebelum bus ini meledak " mendengar itu Narra terdiam sejenak.


" Jika benar dia melompat , tapi tidak di temukan di rumah sakit manapun


Ada 2 kemungkinan.


Pertama


Dia menggunakan identitas samaran dan masih berkeliaran karna wajahnya tidak di ketahui kan ?


Mungkin saja dia itu orang bayaran jadi penyuruhnya menunggu dari kejauhan dan membawanya pergi , karna di jalan ini tak ada cctv. Di tambah jauh dari pemukiman.


Maka kemungkinan yang ke dua sebesar 65 % " mendengar penjelasan Narra Pak Bae tercengang.


" Wahh mengejutkan " ucapnya.


" Kenapa , apa kesimpulan ku terdengar aneh ? " tanya Narra balik.


" Tidak ! , tapi sama persis seperti yang di katakan mendiang rekan ku dulu "


" Hah benarkah ? , jadi ... apa kita akan periksa cctv di jalan tol yang terhubung dengan jalan ini ? "

__ADS_1


" ku rasa begitu " jawab Pak Bae bersemangat.


Mereka pun pergi untuk memeriksa cctv yang di maksud.


Sayangnya tidak terlihat ada kendaraan yang mencurigakan akhirnya ya .. mereka kembali ke Kantor.


" Jadi bagaimana , ada petunjuk Gil ? " tanya Hye Mi begitu melihat ke datangan Narra dan Pak Bae.


" Tidak mi , kasusnya cukup rumit. Penjahatnya sangat profesional tak meninggalkan sedikit pun petunjuk "


ucap Narra yang tampak kesal.


" Dan Jaksa yang menyelidikinya payah , iya kan ? " ucap Hye Mi yang membuat amarah Narra seketika memuncak.


" Apa maksudmu payah ? , aku mendatangi TKP , melihat rekaman cctv di 7 jalan tol dan kau , hanya dudukkan di sini " protes Narra.


" Aku tidak hanya duduk. Aku menyiapkan dokumen , mengetik , bahkan membersihkan mejamu " sanggah Hye Mi yang tak terima disepelekan.


" Hanya itu kan ? " Yups , perdebatan hebat pun berlangsung.


" Hanya itu .....


kau pikir itu sedikit ? , asal kau tau , kau pria paling jorok yang pernah ku temui.


Membersihkan mejamu itu makan waktu lama .. "


" kau .... ( ucap Narra seraya menunjuk ke arah Hye Mi yang tepat di depannya )


thanks buat yang baca 😊


jangan lupa like 😄

__ADS_1


dan comen positifnya 😀


salam kenal dari aku metazaa 😁


__ADS_2