Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
BERTEMU LAGI


__ADS_3

Sore ini pelanggan Cafe sangat banyak hingga Narra tampak kerepotan.


Mau tak mau ia benar benar harus memainkan skill rodi yang di wariskan leluhurnya.


Saat jam menunjuk pukul 22.35 barulah ia bisa pulang.


Seperti biasa ia pulang dengan berjalan kaki.


Selain hemat , juga ia lebih suka menikmati angin malam yang menerpa wajahnya.


Dia merasa seperti di Seoul saat musim dingin.


Tapi di Indonesia dinginnya karna angin.


Setelah cukup jauh berjalan Narra baru menyadari kalau pria di belakangnya sedang membuntutinya.


Karna ia berbelok kemana pun Narra berbelok.


" Tu orang kurang kerjaan benget sih ! " gumamnya seraya mempercepat langkah kakinya.


Karna pria itu gigih alias ikut berjalan cepat , Narra akhirnya berlari , namun nasib sial menghampiri.


Tali sepatunya yang terinjak mengakibatkan dia jatuh tergeletak.


Tepat sekali ia jatuh di tempat sepi dampak positifnya dia tidak malu.


Dan dampak negatifnya pria itu perlahan mendekat.


karna kakinya sakit , Narra hanya bisa teriak teriak minta tolong.


Tapi ya ... tidak ada orang disana


Saat pria itu sudah sangat dekat dengan Narra.


Dia mendadak di pukul oleh seseorang yang berjaket hitam dari belakang.


Narra yang terkejut menyeret kakinya yang berdarah untuk menjauh.


Pria berjaket itu cukup hebat , ia membuat pria yang mengikuti Narra tak berdaya dan akhirnya melarikan diri.


Nasib Narra seperti pepatah lama yang mengatakan :


Lepas dari mulut harimau masuk ke mulut buaya.


Masalahnya lagi kita gak tau dia ini buaya dua alam atau malah buaya darat.


Perlahan tapi pasti pria itu mendekat.


Narra melirik ke sekelilingnya untuk mencari senjata.


Ya , terpilihlah sebuah bongkahan batu


bukannya lari pria itu malah wawancara.


" Kau baik baik saja ? , lukamu parah ?

__ADS_1


cihh , ini aku Choi Venzo " ucapnya seraya membuka jaketnya.


Menyadari itu , Narra sontak membuang batu di tangannya.


" Makasih udah nolongin " ucapnya dingin.


" ya , kau memang harus berterima kasih , ayo kuantar pulang ! " ucap Venzo seraya mengulurkan tangan.


" Tidak usah aku bisa sendiri " jawab Narra sambil menerima uluran tangan Venzo.


" Nurut aja kenapa sih , kau itu perempuan dan ini hampir tengah malam ! , kalau pria tadi kembali bagaimana ? " mendengar ini Narra akhirnya setuju meski terpaksa.


Untungnya Venzo bawa mobil ia pun langsung tancap gas.


" Omong omong kau dari mana saja aku sudah lama tidak melihatmu ? " tanya Narra pada Venzo yang duduk di kursi sebelahnya.


" Aku pindah sekolah ke Seoul , karna libur aku main main ke sini " jawabnya seraya tetap fokus ke jalan.


" Jadi yang waktu di Cafe itu , hari terakhir kau di Indonesia ? " Narra tampak makin penasaran dengan Venzo.


" iya " sayang sang empu menjawabnya dengan nada cuek.


" Aneh sekali .. " gerutu Narra tiba tiba.


" Apa ? " tanya Venzo spontan.


" Cara bicara mu.


Biasanya kan dingin , tapi ini lebih hangat " jelas Narra yang tanpa sengaja menyindir Venzo.


aku memang cukup banyak berubah sejak yang kau katakan waktu tanding Taekwondo " jawab pria ini dengan raut wajah kesal.


" Hah , kau masih ingat itu ? " Narra tampak kaget mendengar alasan perubahan Venzo.


" Tentu saja ! , ingatan ku kan sangat bagus " jawab Venzo membanggakan diri.


" Cara bicara mu mungkin berubah tapi sikap anehmu tidak " Narra pun memulai perang.


" Bisakah kau berhenti mengkritik


atau kau berencana turun di jalan " ancam Venzo yang emosinya sudah naik turun di buat Narra.


" Hhhhh , baiklah .. " ujar Narra tertawa kecil.


" Aku satu sekolah dengan orang yang kau kenal " ucap Venzo menggantung.


" Siapa ? " tanya Narra sembari menoleh ke arah Venzo.


" Jeffano Park.


Aku tidak menduga aktor seperti dia berteman dengan gadis seperti mu.


Sangat tidak cocok "


mendengar itu Narra langsung naik pitam.

__ADS_1


" Kau ingin segera menuju alam barzah ? "


" Enak saja ! , kau kan yang kalah dari ku.


Kenapa jadi kau yang mengancam ? " debat pun berlanjut.


" Saat itu aku hanya mengalah ...


jika aku serius kau akan malu di kalahkan perempuan " sungguh alasan yang hebat dari Narra.


" Jeff benar ya , kau gadis yang unik.


Oh ya , dia banyak bertanya tentang mu padaku.


Apa kau tidak bicara dengannya ? " Narra tampak lemas sesaat.


" Melalui apa ? " tanyanya seketika.


" Melalui merpati , kalau tidak botol !


isi kan surat di dalamnya.


Yang benar saja kau tidak tau ponsel ? "


" Iiiisss , aku tau tapi ibunya tidak suka denganku.


Meski ku telfon melalui nomor pribadinya , ibunya tetap tau. Setiap percakapan kalian juga pasti dia tau " Narra pun menceritakan pengalamannya.


" Memangnya jika ibu J tau apa yang akan terjadi ? " tanya Venzo sok polos.


" Kau tidak pernah nonton drama ya ?


tentu saja ibunya akan mara. Dia akan


mengganti kartu ponsel Jeff


dan nomor nomor lain milik Jeef "


" Astaga , ibunya terdengar menakutkan " Venzo pun bergidik ngeri di buatnya.


Setelah perbincangan panjang itu mereka pun sampai di depan gedung apartemen.


" Aku masuk dulu ya , ehh , gak sekalian mampir ? " entah kerasukan apa tapi Narra tiba tiba menawarkan untuk singgah ke dalam.


" Gak deh , aku gak mau jadi bahan gosip " jawab Venzo sesuai hati nuraninya.


" Ya sudah .. " ucap Narra dan masuk ke dalam.


" Jadi di sini dia tinggal


tapi.... J bilang dia tinggal di rumah pamannya .. "


gumam Venzo sendirian.


bersambung ..

__ADS_1


mohon dukungan kalian yang baik hati 🙇


__ADS_2