Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
MULUT PAKU


__ADS_3

Sambil berlari menaiki tangga Narra bergumam :


" Orang itu mau bunuh diri ya ? aku harus hentikan gimana pun caranya kalau sampai dia bunuh diri , aku gak akan berani lewat sini lagi "


Saat sudah hampir dekat ia pun berteriak.


" woyyy .... jangan bunuh diri di sini ! seberat apapun hidup, tidak ada yang akan berubah jika kau melenyapkan dirimu justru kau hanya memperbesar masalah nya.


Dan lagi kalau kau bunuh diri aku harus cari jalan lain yang lebih jauh


plisss jangan lompat " ujarnya panjang lebar dengan nafas tersengal sengal.


Orang di atap itu pun menoleh dalam kegelapan ke arah Narra sambil berucap.


" Kau tidak waras ya ? , siapa yang mau bunuh diri ? "


Sontak Narra mengerutkan kening sambil berjalan mendekat


dan betapa terkejutnya dia karna orang itu ternyata Deska.


" kamu ... aku pikir kau mau lompat mendingan kamu pulang sana ! keluargamu nyariin " omel Narra sambil menahan malu karna sudah salah sangka.


" kamu tu aneh ya , setiap aku menghilang aku selalu bertemu dengan mu.


Dan lagi setiap bertemu kau selalu memerintahku , kau pikir kau siapa ? " sahut Deska dengan santainya yang membuat Narra melotot tajam.


" Ihhh... terserah , kalau gak mau pulang gak usah tinggal saja di sini sekalian " ujar Narra kesal lalu pergi , namun tak lama kemudian dia kembali membawakan makanan minuman dan topi.


" ini , bagaimana pun aku tidak bisa biarkan kau meniggal kedinginan disini.


Jika kau meninggal sebelum kubalas aku akan menyesalinya dan nanti arwahmu gentayangan "


Narra pun menyerahkan bawaannya tersebut yang memang di tujukan untuk Deska.


" Dasar penakut !


percaya pada tahayul , balas dendam yang terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik balas mereka dengan keahlianmu bukan dengan amarah mu "


Reflek Narra melongo mendengar kalimat Deska barusan . Tapi bukan Narra namanya kalau tidak membuat kesal orang.


" wihh .. nulis kalimat mutiara , bilang saja kau takut padaku ! " Ucapnya dengan pede level dewa.


" kamu tu aneh , gak waras dan bodoh sekaligus ya ? " Jawab Deska yang lagi lagi berhasil memancing amarah Narra.


" Itu lebih baik dari pada gak punya perasaan sepertimu ( ia mengambil nafas dalam lalu memilih mengganti topik , dari pada debat gak berguna ini berlanjut kan )


oh ya , kenapa kau selalu ke pantai ? "


" Itu bukan urusan mu ! " sahut Deska mendadak dengan sangat dingin.


" Ihh.. dasar mulut paku " Akhirnya julukan yang selama ini di pendam terungkap juga.


" Mulut paku katamu ? beraninya kau memanggilku begitu " kali ini Deska tampak terpancing.


" La la la... , aku tidak dengar... " ucap Narra seraya menutup lubang telinganya dengan jari telunjuk.


" Dasar p2t " teriak Deska yang juga punya gelar kehormatan untuk Narra.

__ADS_1


" Apa itu ? " tanya Narra spontan sembari menoleh ke belakang.


" Singkatan dari payah , penakut dan tidak pintar " Jawab Deska masih dengan nada ketus.


" Apa ! , mentang mentang nilai mu yang paling tinggi di sekolah , kau tidak tau terima kasih " Teriak Narra lalu benar benar pergi meniggalkan Deska.


Karna sudah lelah menghadapi kenyataan , dari pada darah tinggi di usia muda lebih baik ia menjauh.


" Hey ... jangan beritau siapapun aku disini. Jika tidak kau akan kena masalah besar ! " perintah Deska yang di balas tatapan maut oleh Narra.


*****


Pagi yang cerah di sekolah...


Narra berjalan di lorong kelas sambil mendengarkan musik melalui head shet.


Tiba tiba saja ia dikejutkan oleh seseorang yang memegang pundaknya dari belakang.


Tubuhnya langsung merespon dengan memegang tangan orang tersebut lalu mengangkat dan menjatuhkannya ke lantai.


" Aduhh... ra ini aku " rintih pria itu kesakitan.


" Hah , yota ! maaf maaf aku gak tau kalau itu kamu " ucap Narra dengan ekspresi yang sebenarnya tak merasa bersalah sama sekali.


Pria yang dia banting itu adalah Yotara Oryfa teman Narra sejak kelas 3 SMP.


" kamu benar benar ya ! harusnya sebelum ngebanting liat dulu siapa orangnya " omel Yota yang masih menahan cenat cenut di punggung.


" Iya maaf , kamu juga sih pake acara megang pundak , kan bisa manggil nama aku aja " saran Narra dengan santainya . Yang membuat rasa kesal Yota makin menjadi.


" Nyonya Narrasya Tiffani ...


Itu akibat dari mendengarkan musik sambil berkhayal " Gerutu Yota sembari melotot.


" Aku tidak berkhayal ! , lagian kenapa kamu nemuin aku tumben bangett.. " sangkal Narra sekalian mengalihkan pembicaraan.


" Ihh ... itu pertanyaan atau sindiran ? " tanya Yota.


" Gak tau ! , bagi yang ngerasa aja sih " jawab Narra.


Yota berusaha sekuat tenaga untuk menahan amarah menghadapi mahluk ciptaan Tuhan yang satu ini.


" Oke , to the point aja . Kamu ada acara gak nanti sore ? "


" Gak , kenapa ? " jawab Narra santai.


" Aku mau ajak kamu ke suatu tempat " jawab Yota menggantung yang membuat jiwa kepo Narra bangkit seketika.


" Oh ya ? , kemana ? " tanyanya reflek.


" Rahasia , kalau mau tau siap siap aja nanti aku jemput jam 16.00 " ucap Yota yang mematahkan harapan Narra.


" Oke " jawabnya sambil berlalu pergi.


****


Ting ..... Dong.....

__ADS_1


Bel pulang pun berbunyi , Narra tampak bergegas ke kelas Deska.


" Apa mulut paku itu masih bolos ? " gumamnya.


" Ngapain kamu ngintip ngintip gitu ? " tanya seorang pria yang tak lain adalah Deska.


" Aaa..


mulut paku ! kamu udah sekolah ? " tanya Narra yang kaget begitu mendapati Deska dengan ekspresi datarnya.


" kamu gak liat ? , minggir ! , aku mau pergi " Ucapnya seenak jidat. Saat hendak keluar Deska di hadang oleh body guard nya yang datang tanpa permintaan.


salah seorang dari mereka berkata :


" Tuan muda , kami di minta untuk membawa mu pulang "


" oleh siapa pak Desta ? , bagaimana jika aku menolak ? " jawab Deska dengan nada jengkel.


" Kami di perbolehkan memaksamu " jawab yang lain.


" Coba saja jika bisa "


Deska lalu mau tak mau berkelahi dengan mereka sedangkan Narra terdiam hingga Yota datang.


" Narra ...


apa yang kau lakukan disini ? ayo pergi ! " teriak Yota yang mengalihkan pandangan Narra.


" Tapi , Yota dia bagaimana ? " tanya Narra sambil menunjuk Deska.


" Kenapa kau pikirkan dia ? memang kau ibunya ? , lihat anak anak lain juga tidak peduli.


Malah jika kau ikut campur kau akan dapat masalah ayo ... "


Yota pun menarik tangan Narra secara paksa dan membawanya pergi.


Karna hampir kalah body guard tersebut menutup mulut Deska dengan sapu tangan yang sudah di beri obat.


Hingga Deska pingsan lalu , mereka membawanya dengan digendong belakang , menuju ke mobil.


Narra yang menyaksikan hal itu pun bertanya tanya.


" Apa dia kalah ? payah sekali , tapi tidak ada memar kenapa dia sampai pingsan ? " gumamnya yang membuat Yota makin kesal.


" Ya ampun ra... kenapa kau terus memikirkan dia , apa urusannya denganmu ? , sampai bertemu nanti " Gerutu Yota seraya menggeleng gelengkan kepalanya.


" Iya.. " jawab Narra tidak senang.


****


Setelah sampai di kamarnya , Deska di baringkan di atas kasur.


Lalu pintunya dikunci dan di luar di jaga oleh sekitar 45 orang body guard.


Mulai dari depan pintu kamar , tangga pintu depan , hingga jendela luar kamar Deska tak luput dari penjagaan.


××××××××

__ADS_1


Saat membuka matanya Deska terkejut ..


thanks buat yang udah mampir dan jangan lupa buat ninggalin jejak 😊


__ADS_2