Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
SURAT DALAM BRANKAS


__ADS_3

Jam sudah menunjuk angka 11. 30 malam. Memang biasanya Narra belum tidur , beda cerita kalau dia masih di Indonesia. Pasti dari tadi udah ngorok.


Sekarang ia tengah duduk di atas kasur dan menatap keluar jendela.


Hal ini kira kira sudah berlangsung sekitar 2 jam lamanya.


" Apa yang harus ku lakukan ... aku tidak ingin berhenti dari kasus ini.


Tapi .... bagaimana kalau aku lenyap sebelum kasus ayahku terungkap ?


tunggu ..... kenapa mendadak jadi dingin banget sih ... "


Narra lalu bangun dan melihat mesin pemanas ruangan.


Meski telah berulang kali di pencet ( seperti pacar kalau udah ngambek , gak di respon guys .. )


" Astaga ! kenapa rusaknya pas malam sih ... pas siang kek ..


iiihh ... ( udah tau pemanasnya rusak Narra malah menendang pemanas itu seraya mengumpat )


" Aku tidur di kamar ibu aja ! " dia pun berlalu pergi menuju kamar sebelah.


Untung di sana pemanasnya pengertian jadi ya... Narra masih bisa tidur dengan kehangatan , meski hatinya membeku.


******


Matahari sudah mulai terbit menyambut pagi yang dingin di Seoul.


Secara lagi musim dingin alias musim salju.


Narra bangun dengan wajah terpaksa , dia berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.

__ADS_1


Kalau mandi gak kuat sangking dinginnya. Bisa bisa , Narra jadi manusia beku nanti , kan gak lucu.


Kayaknya kalau kesialan gak datang hidup Narra gak berlanjut deh , liat aja nih...


" Oh iya .. , jas ku kan kotor ! yang lain ( sambil mencari kesana kemari , ternyata ketemunya di ember cucian )


" Belum ku cuci ! aaaa .... bagaimana ini ... ( setelah rambutnya ia acak acak barulah tercetus sebuah ide ) benar jas ayah ! "


ucapnya dan lanjut berlari lagi menuju kamar ortunya.


Sekalian olah raga pemirsa.


Narra bergegas membuka pintu lemari.


" Ini dia , tapi ... muat gak ya ? dasinya ... " ucap Narra sambil mencari cari dasi.


Bukannya dasi yang ia temukan tapi sebuah kotak.


Seketika jas di tangannya ia lempar ke belakang karna ada yang lebih menarik.


Ayah menyimpan apa di dalamnya ? , tapi sudah pasti bukan uang ! " anak yang sudah sangat mengenal ayahnya akan berkata seperti tadi.


Meski menurutnya bukan uang , tapi rasa penasarannya yang udah level dewi membuat Narra berusaha keras membuka brankas itu.


" Ahhh ... kenapa tidak bisa ! kalau bukan tanggal lahirku , ayah , atau ibu lalu tanggal lahir siapa ?


apa ayah punya selingkuhan ?


Tapi itu tidak mungkin , bisa bisa ibu mengoperasi ayah tanpa alasan "


Setelah 12 menit berpikir lebih tepatnya pusing sendiri , barulah Narra memberanikan diri untuk menekan angka 1 dan 6 yang artinya 1 Juni.

__ADS_1


Seketika brankasnya terbuka. Entah karna kasihan pada Narra jadinya brankas itu mengalah , atau memang ada alasan khususnya.


" Wawww... , ternyata benar ! kode pinnya 1 juni , sebenarnya kenapa sih sama tu tanggal ? " celoteh Narra seraya berkacak pinggang.


Setelah di lihat alias di bongkar , isi brankas itu ternyata ,


selembar kertas yang sudah di sobek dari bukunya , dan potongan pin bintang.


" Hah .. , aku baru tau ayah punya ginian .. " Narra lalu membuka lipatan kertas itu dan tentu saja membacanya.


Di kertas itu tertulis hal sebagai berikut :


Kecelakaan Bus 1 Juni yang menewaskan CEO Joon Soo Food dan istrinya.


" Ini bukan tulisan ayah ! " gumam Narra.


Dua tahun berikutnya ledakan mobil Jaksa Cha Sam Woo. " ini baru tulisan ayah ! " ucap Narra sambil bersorak.


" Tapi... kok ayah kenal sama Jaksa Cha Sam Woo ? dan kasus kecelakaan Bus 1 Juni , ini yang ke berapa ? "


Di kepala Narra kini tengah di penuhi dengan segudang pertanyaan tanpa ada jawaban.


Di bagian bawah kertas itu ada kutipan


yang bukan tulisan tangan ayah Narra.


thanks buat yang udah baca 😊


jangan lupa like 😄


dan comen positifnya ya 😁

__ADS_1


dukungan kalian sangat berarti buat author ....


jaga selalu kesehatannya ya ...


__ADS_2