
Pertandingan nya di mulai , Venzo menyerang dengan sengit , tapi Narra berhasil menangkis dan menghindar
" Lumayan juga kau ... tapi aku tidak akan mengalah kau gadis yang sombong " ucap Venzo yang tak di tanggapi oleh Narra.
Setelah beberapa serangan Narra pun berhasil melayangkan pukulan tepat di bibir Venzo , yang mengakibatkan nya berdarah.
Sambil mencoba bangun Venzo berkata
" Kau akan membayar ini dengan sangat mahal " dan dia menunaikan kata kata nya , dengan berhasil mendorong Narra hingga terhempas keras ke lantai , yang membuat dahinya mengeluarkan darah.
Tak cukup sampai di situ , Venzo juga mengejeknya.
" Bagaimana rasanya ? , apa sakit ? " ujarnya sambil menyeringai.
Narra mencoba bangun , tapi Venzo tidak membiarkannya , ia pun jatuh bangun berulang kali , dan akhirnya tidak menyerang lagi.
" Kenapa kau berhenti menyerang ? kau menganggap ku lemah ? " sambil tersenyum tipis Narra menjawab.
" Kau petarung yang kuat tapi memiliki hati yang rapuh , sebenarnya sangat mudah menghancurkanmu , tapi aku tidak bisa mempermainkan hati "
Mendengar itu Venzo pun terdiam cukup lama.
" Sebenarnya apa maksudmu ? kau mengatakan ini untuk membuatku lemah kan ? "
" Jangan lakukan jika kau tidak suka !lakukanlah apapun yang kau suka meski orang lain membencinya "
Setelah berkata begitu Narra berjalan keluar dan bilang kalau dia mengundurkan diri.
Tentu saja keputusannya itu membuatnya jadi bahan gosip bahkan ada yang menyorakinya tapi ia tidak peduli.
" Kalau begitu pemenangnya adalah Choi Venzo dari SMA TUNAS BANGSA ..." teriak pembawa acara yang iringi tepuk tangan dari siswa siswi SMA TUNAS BANGSA yang hadir.
Saat lewat tepat di depan labor komputer Narra tiba tiba di tarik masuk.
__ADS_1
Begitu ia berbalik badan ternyata yang menariknya itu Deska.
Mulut Narra langsung mengomel.
" Heh , kamu dari mana aja ? di rumahmu nggak ada alarm yaa ? " tanya Narra sembari menyindir keterlambatan Deska.
" Aku dari bandara mengantar Rahel mana ku tau kalau jadwalnya akan berubah , ini kotak p3k , obati lukamu " ucap Deska seraya mengulurkan kotak yang di maksud.
Narra merenggus kasar kotak itu , dan mengobati lukanya.
Karna terlihat kesulitan , Deska memutuskan membantu Narra.
" Sini, ku obati " ucapnya.
" ihh , gak usah aku bisa sendiri kok " sahut Narra , namun jujur jantungnya berdetak gak karuan setelah Deska berkata demikian.
" Asal kau tau , yang dari tadi kau usap obat itu , bukan luka mu "
Deska pun mengambil paksa kapas antiseptik tersebut lalu mengoleskannya perlahan di dahi Narra.
" Apa , kau menyalahkanku coba pikir baik baik , apa ini sungguh salahku ? "
Tanya Narra sambil menyudutkan Deska serta menatap mata nya dengan tajam.
Saat saling menatap tiba tiba saja pintu Lab terbuka.
Mereka berdua secara bersamaan menoleh ke arah pintu.
" Jadi kalian malah pacaran di sini ? "
ucap Yota sebagai pelaku yang membuka pintu tiba tiba.
" Apa yang sedang kalian lakukan ? " taya Luri mengiringi pertanyaan Yota.
__ADS_1
Deska kemudian berdiri tegap yang membuat Narra berjalan mundur .
Sambil menggaruk telinganya yang tidak gatal Narra berkata :
" Tidak ada memang apa yang kami lakukan ? "
" huhh , entahlah itu sulit di jelaskan "
balas Yota seraya menyipitkan matanya.
" Luka kakak gak parah kan ? " tanya Luri tampak khawatir.
" Nggak kok cuma lecet dikit .. " jawab Narra sambil cengiran.
" Cih , lecet dikit , dan kamu Deska , dari mana aja sih ? kalau gak mau ikut ngapain ngedaftar coba ? " kini giliran Yota yang mengomel.
" Yota udah deh , kamu gak tau , tapi dia punya alasannya " ujar Narra.
" Bagus , aku di sini memperjuangkan keadilan untukmu dan kau membelanya" celoteh Yota dramatis.
" Aku tidak membelanya " sargah Narra.
" Lalu barusan apa ? " Deska pun pergi karna tak ngin menyaksikan tontonan receh di hadapannya.
" Yota cukup , kau tidak lihat kak Narra terluka ? " Kali ini Luri yang angkat bicara.
" Tapi hati ku juga terluka , dia membela Deska , kau membelanya dan aku ... jadi terlihat seperti antagonis di novel ini "
" Jika kau sudah selesai dengan acara curhat mu , aku ingin pergi " ucap Narra lalu melangkah keluar.
" kak Narra tunggu " teriak Luri sambil mengejar Narra.
" Hei , sebenarnya kau ini pacar ku atau pacar Narra ? "
__ADS_1
Dengan kesal Yota mengikuti mereka dari belakang.
thanks buat yang udah baca , mohon dukungannya ...