
Sementara itu .....
Deska dan Vanata atau yang dipanggil Ana tampak sibuk mempersiapkan pesta pernikahan.
Lebih tepatnya hanya Ana yang peduli ,
sedangkan Deska masih galau , secara kan baru aja putus.
" Bagaimana dengan gaun ini Ka ? " tanya Ana tapi tak mendapat respon apapun dari Deska.
" Deska ..... kok melamun ? " tanya Ana lagi dengan nada kesal.
" Apa ! , aku tidak melamun. Kau mengatakan sesuatu ? "
" Kau bahkan tidak mendengarku. Apa yang kau pikirkan ? " Ana mulai dengan tingkah lebaynya.
" Bukan apa apa .. " Ana yang terlanjur kesal pun jadi melampiaskannya pada pegawai toko.
" Aku jadi tidak mau yang ini , berikan gaun yang di sana ! " perintahnya sesuka hati.
" Baik nona .. " sahut pegawai itu dengan sabar.
" Kali ini kau harus perhatikan aku Deska ! " teriak Ana yang membuat Deska jadi sedikit kesal.
*****
Keesokan harinya ....
" Ra... Narra ....." teriak seseorang dari luar seraya menggedor gedor pintu.
" Astaga ! siapa yang datang pagi buta begini sih ? " gerutu Narra yang terpaksa harus bangun dari ranjang dan membukakan pintu untuk pengganggu itu.
" Ohh... ternyata kau Akira , ku pikir siapa. Ayo masuk ! " Akira yang sudah kedinginan berusaha memendam amarahnya dan langsung masuk ke dalam.
Mereka berbincang di kursi kayu yang ada di ruang tengah.
" Identitas mu sudah selesai "
" benarkah ? "
" tentu saja ..
kau mau ke Korea Selatan kan ?
jadi namamu Kim Za Gil , panggilannya jaksa Gil "
__ADS_1
seraya melihat lihat ktp , paspor , dan kartu pengenal lainnya Narra berkata.
" Bagus juga ! terima kasih banyak "
" kapan kau akan pergi ? " tanya Akira dengan nada lembut.
" Nanti sekitaran jam 10 , aku sudah pesan tiket " jawab Narra santai.
" Pokoknya kau harus berhati hati !
jangan sampai mereka tau siapa kau sebenarnya sebelum kasus itu terungkap. Ingat peranmu sebagai jaksa Pria.
Untuk bunda , tidak perlu khawatir aku sudah bekerja sekarang jadi kau bisa berhenti mengirimkan uang " jelas Akira panjang lebar.
" ummm... Maaf ya ..
karna aku , kau harus kehilangan banyak hal mulai dari mimpi kebahagiaan , bahkan ayahmu "
ucap Narra dengan nada lirih sambil meneteskan air mata.
" Kau pikir dirimu siapa ? sekarang kau seperti laki laki apa kau ingin jadi pengendali takdir juga ?
Tidak ada yang bisa membawa keberuntungan atau malapetaka karna semuanya sudah di tentukan.
" Nihh anak puitis juga ternyata " batin Narra. Setelah itu Akira melirik jam tangannya.
" Aku pergi dulu , masih banyak urusan
semoga berhasil ! " Narra tersenyum sambil menatap kepergian Akira
Sebenarnya Akira tidaklah jahat hanya saja terkadang dia itu menyebalkan.
Tapi sesungguhnya dia tidak pernah menyalahkan Narra atas apa yang menimpa ayahnya.
****
Tak terasa jam sudah menunjuk angka 09.00 pagi.
Narra sudah membawa kopernya ke bawah dan sedang menunggu Taxi.
Dia menghampiri salah satu pegawai Apartemen.
" Mbak , tolong bilangin sama tuan muda Yota atas nama Narra mengucapkan terima kasih " gadis itu tampak bingung namun mengiyakan permintaan Narra.
Tiba tiba terdengar teriakan.
__ADS_1
" Narra .... ra.... " itu dari Vani yang tampak celingak celinguk mencari Narra.
" Kak Vani disini ! " ucap Narra seraya melambaikan tangan.
Vani dengan ekspresi bingung pun mendatangi Narra.
" Eee kau siapa ? , apa kau melihat Narra ? " tentu saja Vani bertanya , diakan tidak tau Narra potong rambut.
" Aku Narra kak ! " ucapnya spontan.
" Apa !
Mas tolong jangan bercanda , saya buru buru ini ... " keluh Vani yang memang tak percaya.
" Aku tidak bercanda ini aku Narra " jelas Narra lebih tegas.
" Baiklah jika kau memang Narra jawab ini. Kalau kreditan belum lunas ? " pertanyaan konyol yang diungkapkan dengan ekspresi serius.
" Pura pura lupa " jawab Narra sambil menahan malu.
" Jadi kau memang Narra. Tapi ... rambutmu dan kau mau kemana bawa bawa koper ? "
" Ceritanya panjang , apa aku bisa minta tolong ? " tanya Narra penuh harap.
" Apa ? "
" Kakak kenal Deska kan ? " jujur lidah ini berat mengucap namanya , tapi mau gimana lagi.
" Iya , hari ini satu Juni kan ? berarti sekarang resepsi pernikahannya " secara tidak langsung Vani menembakkan anak panah tepat ke jantung Narra.
" Tolong berikan ini padanya tapi jangan di buka , ku mohon .... " Vani menerima sebuah kotak dari Narra.
" Oke , tapi ... kau mau kemana ? "
" aku mau ke Korea Selatan. Terima kasih kakak udah jadi sahabat terbaikku disini , sampai jumpa " lambaian terakhir pun diberikan , pertanda perpisahan sesungguhnya telah terjadi.
Narra pun naik ke taxi yang sedari tadi sudah menunggu perbincangan mereka selesai.
Kemudian taxi itu melaju dengan cepat menuju Bandara.
thanks buat yang udah baca 😊
jangan lupa like 😁
dan comen positifnya ya 😄
__ADS_1