
Melihat kedatangan Yota ,
Narra langsung keluar dari mobil.
Dan Pak Ravi beserta sopir pun langsung berangkat menuju tempat tujuan mereka.
Narra berusaha menahan tawa melihat bagaimana ekspresi Yota saat itu.
" Maaf ya .. aku lupa memberi tau mu kalau aku di parkiran " ujar Narra sambil cengengesan.
" Kau benar benar ya " ucap Yota dengan nada kesal.
" Oh , iya Luri mana ? "
" dia sedang bersama keluarganya.
Ayo ku antar pulang , ini sudah sore "
Saat di mobil menuju apartemen Narra , perbincangannya berlanjut.
" Omong omong anak itu gimana ? "
tanya Yota memulai perbincangan.
" Anak siapa ? " mendengar itu Yota seketika menyipitkan matanya seraya menarik napas dalam dalam.
" Huhh.... maksudnya Deska , kau disini karna dia kan ? "
" Ohhh , entahlah kondisinya di rahasiakan " jawab Narra dengan nada acuh.
" Sudah kuduga anak orang kaya selalu begitu.
Narra... , aku tau ini terdengar gila bin aneh.
Tapi .... apa kau menyukai .... nya ? " Yota memasang ekspresi serius.
" Siapa ? " tanya Narra dengan wajah polos. Namun , hal itu membuat darah Yota naik ke level paling tinggi.
Dia lagi lagi menarik napas dalam dalam.
__ADS_1
" Lama lama aku lelah ya .. bicara denganmu. Lebih mudah bicara sama nenek ku.
Sudah tau kita membahas Deska masih saja bertanya "
mendengar kalau Yota seperti menjodohkannya dengan Deska , Narra langsung berkomentar.
" Kau pikir aku tidak waras !
kenapa aku menyukai orang dingin , kasar , nyebelin kayak dia " celotehnya panjang lebar.
" Karna kau selalu perhatian padanya " sahut Yota spontan.
" Aku tidak perhatian , hanya saja dia itu ...
seperti teka teki.
Setelah mendengar pertanyaannya kau ingin sekali tau jawabannya " Narra mulai sok puitis.
" Hmmm.... sekarang kau yang seperti teka teki "
*****
Narra tampak langsung keluar dari mobil Yota bersama dengan Luri.
Mereka hendak melihat Deska yang baru saja sadar dari koma selama 3 hari berturut turut.
" Ayo cepat " ucap Narra seraya berlari menjauh.
" Kak Narra tunggu ! " Luri pun terpaksa ikut berlari demi menyusul Narra.
" Lagi lagi aku di tinggal , kalian pikir aku ini sopir pribadi kalian ? " gerutu Yota yang tak terima.
" Sudahlah ta , ayo cepat dan berhentilah mengeluh. Kak Narra sudah cukup jauh tu "
Setelah naik lift dan sampai di lantai 7
mereka berjalan menuju ruangan Deska
tapi , belum sampai tujuan.
__ADS_1
Di depan ruangan hingga lorong banyak sekali pria berjas hitam.
Yups , mereka semua adalah body guard Deska.
Di tambah lagi gadis yang melukai Deska dan polisi , berjalan keluar dari kamar rawat orang yang akan mereka jenguk.
" Ada apa ini kak ? " tanya Luri bingung.
" Ayo kita lihat " jawab Narra penasaran.
Saat mencoba mendekat mereka langsung di hadang oleh body guard berbadan kekar tersebut.
" Kalian tidak bisa masuk " ucapnya dengan lantang pada Narra , Luri , begitupun Yota yang baru saja sampai langsung di bentak.
" Biarkan kami masuk , kami ini temannya " jawab Narra memaksa.
" Tidak bisa , pergilah ! " karna body guard ini sangat gigih mengusir mereka Narra tanpa malu langsung berteriak.
" Deska...... Deska ...... ini aku Narra ,
apa kau sudah sadar ? , Des ...." belum selesai dengan dialognya Narra langsung di tarik mundur oleh Yota.
Tak lupa Yota memasukkan pisang ke mulut Narra untuk membuatnya diam.
" Aku tau sekali kau ini aneh. Tapi , ayolah. Ra ini rumah sakit bukan rumah nenekmu , kenapa membuat keributan ?
bagaimana jika nanti kau di usir ? " setelah mengunyah serta menelan sepotong besar pisang dengan susah payah. Narra yang bar bar langsung marah marah.
" Enak sekali kau main sumpat sumpat mulut ku dengan pisang sebesar itu.
Kalau aku mati tersedak karna pisang kan gak lucu.
Dan lagi , aku yang akan di usir kenapa kau yang khawatir " mereka berdua malah debat di depan umum.
" Aku tidak mengkhawatirkan mu. Justru sangat bagus jika kau di usir. Tapi , aku harus menanggung malu nantinya " kata kata Yota membuat Narra langsung ingin memukulnya dengan keras.
" Jika kau tidak ingin membantu setidaknya jangan halangi aku "
terima kasih buat yang udah baca dan ngasih like 😊😊😊
__ADS_1