Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
DI SUMBAT DENGAN PISANG


__ADS_3

Melihat kedatangan Yota ,


Narra langsung keluar dari mobil.


Dan Pak Ravi beserta sopir pun langsung berangkat menuju tempat tujuan mereka.


Narra berusaha menahan tawa melihat bagaimana ekspresi Yota saat itu.


" Maaf ya .. aku lupa memberi tau mu kalau aku di parkiran " ujar Narra sambil cengengesan.


" Kau benar benar ya " ucap Yota dengan nada kesal.


" Oh , iya Luri mana ? "


" dia sedang bersama keluarganya.


Ayo ku antar pulang , ini sudah sore "


Saat di mobil menuju apartemen Narra , perbincangannya berlanjut.


" Omong omong anak itu gimana ? "


tanya Yota memulai perbincangan.


" Anak siapa ? " mendengar itu Yota seketika menyipitkan matanya seraya menarik napas dalam dalam.


" Huhh.... maksudnya Deska , kau disini karna dia kan ? "


" Ohhh , entahlah kondisinya di rahasiakan " jawab Narra dengan nada acuh.


" Sudah kuduga anak orang kaya selalu begitu.


Narra... , aku tau ini terdengar gila bin aneh.


Tapi .... apa kau menyukai .... nya ? " Yota memasang ekspresi serius.


" Siapa ? " tanya Narra dengan wajah polos. Namun , hal itu membuat darah Yota naik ke level paling tinggi.


Dia lagi lagi menarik napas dalam dalam.

__ADS_1


" Lama lama aku lelah ya .. bicara denganmu. Lebih mudah bicara sama nenek ku.


Sudah tau kita membahas Deska masih saja bertanya "


mendengar kalau Yota seperti menjodohkannya dengan Deska , Narra langsung berkomentar.


" Kau pikir aku tidak waras !


kenapa aku menyukai orang dingin , kasar , nyebelin kayak dia " celotehnya panjang lebar.


" Karna kau selalu perhatian padanya " sahut Yota spontan.


" Aku tidak perhatian , hanya saja dia itu ...


seperti teka teki.


Setelah mendengar pertanyaannya kau ingin sekali tau jawabannya " Narra mulai sok puitis.


" Hmmm.... sekarang kau yang seperti teka teki "


*****


Narra tampak langsung keluar dari mobil Yota bersama dengan Luri.


Mereka hendak melihat Deska yang baru saja sadar dari koma selama 3 hari berturut turut.


" Ayo cepat " ucap Narra seraya berlari menjauh.


" Kak Narra tunggu ! " Luri pun terpaksa ikut berlari demi menyusul Narra.


" Lagi lagi aku di tinggal , kalian pikir aku ini sopir pribadi kalian ? " gerutu Yota yang tak terima.


" Sudahlah ta , ayo cepat dan berhentilah mengeluh. Kak Narra sudah cukup jauh tu "


Setelah naik lift dan sampai di lantai 7


mereka berjalan menuju ruangan Deska


tapi , belum sampai tujuan.

__ADS_1


Di depan ruangan hingga lorong banyak sekali pria berjas hitam.


Yups , mereka semua adalah body guard Deska.


Di tambah lagi gadis yang melukai Deska dan polisi , berjalan keluar dari kamar rawat orang yang akan mereka jenguk.


" Ada apa ini kak ? " tanya Luri bingung.


" Ayo kita lihat " jawab Narra penasaran.


Saat mencoba mendekat mereka langsung di hadang oleh body guard berbadan kekar tersebut.


" Kalian tidak bisa masuk " ucapnya dengan lantang pada Narra , Luri , begitupun Yota yang baru saja sampai langsung di bentak.


" Biarkan kami masuk , kami ini temannya " jawab Narra memaksa.


" Tidak bisa , pergilah ! " karna body guard ini sangat gigih mengusir mereka Narra tanpa malu langsung berteriak.


" Deska...... Deska ...... ini aku Narra ,


apa kau sudah sadar ? , Des ...." belum selesai dengan dialognya Narra langsung di tarik mundur oleh Yota.


Tak lupa Yota memasukkan pisang ke mulut Narra untuk membuatnya diam.


" Aku tau sekali kau ini aneh. Tapi , ayolah. Ra ini rumah sakit bukan rumah nenekmu , kenapa membuat keributan ?


bagaimana jika nanti kau di usir ? " setelah mengunyah serta menelan sepotong besar pisang dengan susah payah. Narra yang bar bar langsung marah marah.


" Enak sekali kau main sumpat sumpat mulut ku dengan pisang sebesar itu.


Kalau aku mati tersedak karna pisang kan gak lucu.


Dan lagi , aku yang akan di usir kenapa kau yang khawatir " mereka berdua malah debat di depan umum.


" Aku tidak mengkhawatirkan mu. Justru sangat bagus jika kau di usir. Tapi , aku harus menanggung malu nantinya " kata kata Yota membuat Narra langsung ingin memukulnya dengan keras.


" Jika kau tidak ingin membantu setidaknya jangan halangi aku "


terima kasih buat yang udah baca dan ngasih like 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2