Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
SERANGAN PANIK


__ADS_3

" Kak Narra ... bangun ..


kakak kenapa ? , ayo bangun kak .. " usaha Luri tak kunjung membuahkan hasil.


" Pak tolong panggilkan Ambulance " teriaknya pada pria di sekitar yang malah asyik menonton mereka sedari tadi.


Tak berapa lama , Ambulance pun datang , dan Narra di larikan ke Rumah Sakit terdekat.


Begitu Narra di bawa masuk ke dalam untuk di periksa , Luri menelfon Yota.


" Kau di mana ? cepat ke Rumah Sakit Mitra Keluarga sekarang " teriak Luri panik melalui sambungan telefon.


" Tunggu ... apa maksudmu ? kenapa ke Rumah Sakit ? " tanya Yota heran sekaligus bingung.


Dengan napas yang masih sedikit sesak Luri pun menjelaskan apa yang terjadi.


" Baik aku akan segera kesana , kamu yang tenang ya " Yota berlari menuju parkiran untuk mengambil mobil dan langsung mengemudi dengan cepat.


Setelah beberapa saat , Dokter pun keluar dari ruangan Narra.


" Dokter bagaimana keadaannya ? , dia baik baik saja kan ? " tanya Luri seraya menggoncangkan tubuh sang Dokter.


" Tenang dik .., dia baik baik saja " ucap Dokternya agar Luri menghentikan aksi brutalnya itu.


" Huhhhh syukurlah " Luri tampak sangat lega mendengar hal itu.


" Dia terkena serangan panik " sungguh rasanya seperti di banting ke dalam laut setelah di bawa terbang ke langit , sakit dan nyesek banget.


Kalimat yang baru di ucapkan Dokter itu membuat Luri mengerutkan keningnya.


" Apa itu serangan panik Dok ? " Dokter pun harus jadi guru hari ini akibat pertanyaan Luri.


" Serangan panik itu adalah munculnya rasa takut atau gelisah yang berlebihan secara tiba tiba.


Penyebanya antara lain :


Stres berkelanjutan , Trauma , masalah kehidupan dan lain lain.


Umumnya terjadi sesekali dan biasanya akan hilang dengan sendirinya.

__ADS_1


Namun , ada juga serangan panik yang terjadi berulang dalam jangka waktu lama yang di sebut gangguan panik.


Gejalanya seperti yang di alami Narra " jelas sang Dokter panjang lebar pada Luri.


Mungkin sudah hobi Yota yang selalu datang di tengah tengah perbincangan orang.


" Luri ... Narra mana ? , dia tidak apa apa kan ? " tanya Yota dengan ekspresi super panik.


" Dokter bilang dia baik baik saja " jawab Luri yang memasang tampang kesal akibat ulah Yota barusan.


" Hahhhh aku lega sekali " Yota pun langsung duduk dan bersandar pada dinding.


" Maaf , saya harus memeriksa pasien lain , saya pergi dulu " ujar Dokter tersebut dan melenggang pergi.


" Baik Dok , terima kasih " sahut Luri yang diiringi senyuman.


" Ehh , tu anak kenapa ? " tanya Yota seraya menunjuk ke arah ruangan Narra


" Kena serangan panik , aku sih belum terlalu ngerti , kamu tau Ta ? "


" Tanya Google " sungguh jawaban yang benar sekali tapi , menyakitkan buat yang bertanya.


" Aku juga serius , lebih baik sekarang kita masuk , siapa tau dia sudah sadar "


Yota dan Luri lalu berjalan masuk.


Melihat kondisi Narra , bukannya prihatin Yota malah tertawa.


" Ya ampun .... lihat wajahnya pucat benget , tapi dia kelihatan putih dari biasanya ya kan ? " mendengar itu Luri seketika menepuk jidat.


" Kamu orang lagi sakit juga ! ehh kita harus beri tau keluarganya , kamu punya nomor hp orang tuanya ? " ucap Luri spontan setelah menyadari hal ini.


" Gak , tapi... sepertinya sebentar lagi dia sadar , jadi gak perlu kasih tau siapapun "


Luri tidak tau kalau Narra adalah anak yatim piatu.


makanya ia langsung memukul pundak Yota.


" Aduhh sakit ... kamu apa apaan sih ? "

__ADS_1


" Kamu yang apa apaan dari tadi bercanda terus " emosi Luri pun mulai memuncak.


" Aku gak bercanda , aku emang gak punya nomor orang tuanya " sahut Yota mencoba membela diri.


Narra akhirnya tersadar , sambil memegangi kepalanya.


" Aduhh , ada apa sih ribut ribut begini... " perdebatannya pun di tunda sementara.


" Ada apa ... bagus banget tu pertanyaan. Kamu sendiri , kenapa sampai pingsan ? " ucap Yota yang seolah melampiaskan kekesalannya.


" Aku pingsan ? " ucap Narra dengan ekspresi tak percaya.


" Malah nanya balik ... " geurutu Yota


" Jangan dengerin dia kak


kondisi kakak gimana ? " Narra mencoba duduk bersandar pada bantal.


" Ahh , udah mendingan , Dokter bilang apa tentang aku ? "


" Dia bilang kakak terkena serangan panik " jawab Luri sambil memanyunkan bibirnya.


" Apa , benarkah ? oh iya , biaya administrasinya gimana ? " kalau masalah uang dan utang mah , gak akan ada yang lupa , kecuali pura pura.


" Gak usah di pikirin udah aku bayar " sahut Yota dengan nada sombong.


" Aduhh ... utang aku nambah nih , nanti aku bayar ya ? " ujar Narra dengan nada lirih.


" Gak usah , kamu kan sahabat aku .. "


" Gak , aku udah banyak utang budi sama kamu masa utang uang juga .. "


mendengar Narra yang bersi keras Yota hanya bisa menghela napas.


" Kamu tu keras kepalanya level dewa , terserah deh , aku mau keluar dulu "


Yota lalu pergi meninggalkan Narra dan Luri.


kira kira yota kemana ya ? ☺

__ADS_1


__ADS_2