
" Kak Narra ... bangun ..
kakak kenapa ? , ayo bangun kak .. " usaha Luri tak kunjung membuahkan hasil.
" Pak tolong panggilkan Ambulance " teriaknya pada pria di sekitar yang malah asyik menonton mereka sedari tadi.
Tak berapa lama , Ambulance pun datang , dan Narra di larikan ke Rumah Sakit terdekat.
Begitu Narra di bawa masuk ke dalam untuk di periksa , Luri menelfon Yota.
" Kau di mana ? cepat ke Rumah Sakit Mitra Keluarga sekarang " teriak Luri panik melalui sambungan telefon.
" Tunggu ... apa maksudmu ? kenapa ke Rumah Sakit ? " tanya Yota heran sekaligus bingung.
Dengan napas yang masih sedikit sesak Luri pun menjelaskan apa yang terjadi.
" Baik aku akan segera kesana , kamu yang tenang ya " Yota berlari menuju parkiran untuk mengambil mobil dan langsung mengemudi dengan cepat.
Setelah beberapa saat , Dokter pun keluar dari ruangan Narra.
" Dokter bagaimana keadaannya ? , dia baik baik saja kan ? " tanya Luri seraya menggoncangkan tubuh sang Dokter.
" Tenang dik .., dia baik baik saja " ucap Dokternya agar Luri menghentikan aksi brutalnya itu.
" Huhhhh syukurlah " Luri tampak sangat lega mendengar hal itu.
" Dia terkena serangan panik " sungguh rasanya seperti di banting ke dalam laut setelah di bawa terbang ke langit , sakit dan nyesek banget.
Kalimat yang baru di ucapkan Dokter itu membuat Luri mengerutkan keningnya.
" Apa itu serangan panik Dok ? " Dokter pun harus jadi guru hari ini akibat pertanyaan Luri.
" Serangan panik itu adalah munculnya rasa takut atau gelisah yang berlebihan secara tiba tiba.
Penyebanya antara lain :
Stres berkelanjutan , Trauma , masalah kehidupan dan lain lain.
Umumnya terjadi sesekali dan biasanya akan hilang dengan sendirinya.
__ADS_1
Namun , ada juga serangan panik yang terjadi berulang dalam jangka waktu lama yang di sebut gangguan panik.
Gejalanya seperti yang di alami Narra " jelas sang Dokter panjang lebar pada Luri.
Mungkin sudah hobi Yota yang selalu datang di tengah tengah perbincangan orang.
" Luri ... Narra mana ? , dia tidak apa apa kan ? " tanya Yota dengan ekspresi super panik.
" Dokter bilang dia baik baik saja " jawab Luri yang memasang tampang kesal akibat ulah Yota barusan.
" Hahhhh aku lega sekali " Yota pun langsung duduk dan bersandar pada dinding.
" Maaf , saya harus memeriksa pasien lain , saya pergi dulu " ujar Dokter tersebut dan melenggang pergi.
" Baik Dok , terima kasih " sahut Luri yang diiringi senyuman.
" Ehh , tu anak kenapa ? " tanya Yota seraya menunjuk ke arah ruangan Narra
" Kena serangan panik , aku sih belum terlalu ngerti , kamu tau Ta ? "
" Tanya Google " sungguh jawaban yang benar sekali tapi , menyakitkan buat yang bertanya.
" Aku juga serius , lebih baik sekarang kita masuk , siapa tau dia sudah sadar "
Yota dan Luri lalu berjalan masuk.
Melihat kondisi Narra , bukannya prihatin Yota malah tertawa.
" Ya ampun .... lihat wajahnya pucat benget , tapi dia kelihatan putih dari biasanya ya kan ? " mendengar itu Luri seketika menepuk jidat.
" Kamu orang lagi sakit juga ! ehh kita harus beri tau keluarganya , kamu punya nomor hp orang tuanya ? " ucap Luri spontan setelah menyadari hal ini.
" Gak , tapi... sepertinya sebentar lagi dia sadar , jadi gak perlu kasih tau siapapun "
Luri tidak tau kalau Narra adalah anak yatim piatu.
makanya ia langsung memukul pundak Yota.
" Aduhh sakit ... kamu apa apaan sih ? "
__ADS_1
" Kamu yang apa apaan dari tadi bercanda terus " emosi Luri pun mulai memuncak.
" Aku gak bercanda , aku emang gak punya nomor orang tuanya " sahut Yota mencoba membela diri.
Narra akhirnya tersadar , sambil memegangi kepalanya.
" Aduhh , ada apa sih ribut ribut begini... " perdebatannya pun di tunda sementara.
" Ada apa ... bagus banget tu pertanyaan. Kamu sendiri , kenapa sampai pingsan ? " ucap Yota yang seolah melampiaskan kekesalannya.
" Aku pingsan ? " ucap Narra dengan ekspresi tak percaya.
" Malah nanya balik ... " geurutu Yota
" Jangan dengerin dia kak
kondisi kakak gimana ? " Narra mencoba duduk bersandar pada bantal.
" Ahh , udah mendingan , Dokter bilang apa tentang aku ? "
" Dia bilang kakak terkena serangan panik " jawab Luri sambil memanyunkan bibirnya.
" Apa , benarkah ? oh iya , biaya administrasinya gimana ? " kalau masalah uang dan utang mah , gak akan ada yang lupa , kecuali pura pura.
" Gak usah di pikirin udah aku bayar " sahut Yota dengan nada sombong.
" Aduhh ... utang aku nambah nih , nanti aku bayar ya ? " ujar Narra dengan nada lirih.
" Gak usah , kamu kan sahabat aku .. "
" Gak , aku udah banyak utang budi sama kamu masa utang uang juga .. "
mendengar Narra yang bersi keras Yota hanya bisa menghela napas.
" Kamu tu keras kepalanya level dewa , terserah deh , aku mau keluar dulu "
Yota lalu pergi meninggalkan Narra dan Luri.
kira kira yota kemana ya ? ☺
__ADS_1