Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
JURUSAN MASING MASING


__ADS_3

Sementara itu ....


Yota dan Luri sedari tadi mengejar Narra. Dengan napas terengah engah mereka menghampiri Narra yang duduk di kursi taman.


" Lho kenapa sih ? udah larinya kencang banget , nangis lagi " celoteh Yota seraya berkacak pinggang.


" Iya kak. Kita kan jadi khawatir .. " sambung Luri yang di iringi usapan lembut pada bahu Narra.


" Aku baik baik saja " jawab Narra singkat yang jelas sekali berbohong dan justru meningkatkan kecurigaan Yota kalau Narra memang ada masalah. Minimal ada yang begitu menyakiti hatinya.


" Ehh , itu kayak mobil kak Luki..


bentar ya ! " Luri pun beranjak pergi guna memastikan apakah benar pria yang bermobil sport silver itu kakak nya atau bukan.


Sekarang tersisa Narra dan Yota yang duduk bersebelahan.


" Ra ... , gue tau. Gue gak punya hak buat ikut campur masalah pribadi lho.


Tapi lho tau kan ? gue orang yang bisa di percaya. jadi tolong , ceritain lho kenapa ? " mendadak bicara Yota jadi sangat lembut dan penuh pengertian.


" Bagaimana perasaanmu saat orang yang kau sayangi di hina oleh orang lain ? " jawaban Narra yang berupa pertanyaan membuat Yota tampak terkejut.


" Ya .. gue marah lah ! bahkan mungkin gue hajar orang yang menghina itu " jawab Yota apa adanya sambil menatap Narra dari samping.


" Begitulah hal yang kurasakan kini " ucap Narra setelahnya. Saat Yota hendak bicara , perhatian keduanya teralihkan pada suara keras dari seberang jalan.


" Heii.... " teriak Luri seraya melambaikan tangannya yang membuat Narra dan Yota menoleh bersamaan ke arahnya.


" Aku pulang dengan kak Luki !


Yota kamu harus antar kak Narra ! jaga dia baik baik. Kak Narra jangan sedih lagi nanti imutnya hilang " kata kata Luri barusan mampu membuat Narra kembali tersenyum melihat tingkah kekanak kanakannya.


" Yeyyy.. aku berhasil kak Narra senyum lagi .. aku duluan ya ... " setelah Luri pergi bersama kakaknya , tinggallah Narra dan Yota.


" Ayo ! , gue anterin pulang " Narra pun mengikuti Yota ke mobil.

__ADS_1


*****


Keesokan harinya , Sekolah heboh karna kabar kalau Deska pindah ke Amerika. Tapi Narra tampak bersikap biasa saja.


Justru semenjak saat itu ia belajar dengan sangat keras.


Sambil melayani pelanggan di Cafe , Narra juga membaca buku yang ia pinjam di Perpustakaan.


Benar ! bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Narra lulus dengan nilai tertinggi dan dapat Beasiswa Prestasi. Dia melanjutkan Kuliah dan mengambil Jurusan Hukum.


Tepat pada tanggal 1 Juni , Narra , Yota, dan Luri berkumpul bersama di Cafe pinggir Pantai yang sama saat SMA dulu.


" Kuliah Kedokteran itu sangat sulit kak ... " ucap Luri dengan nada merengek seakan ia sedang mengadukan kelelahannya pada Narra.


" Kau pasti bisa ! semangat ! belajar yang giat ! " sahut Narra sambil membelai lembut rambut Luri.


" Bagaimana dengan mu Ta ? " tanya Narra , karna sedari tadi Yota hanya diam.


" Kalau aku ... Dosen memujiku , dia bilang aku bisa secepatnya jadi Pilot.


" Tidak sabar bertemu Pramugari yang cantik cantik ? " tanya Narra mencoba menggoda Yota.


" Tidak ! kau ini Narra " baru mendengar leluconnya saja Luri sudah tampak sangat marah.


" Jika sampai kau melirik gadis lain ..


akan ku kadukan pada kakak ku. Dan dia akan memenggal lehermu lalu menjadikan kepalamu hiasan dinding "


mendengar itu Yota menelan ludah seketika.


" Itu tidak akan terjadi ...


kau cinta pertama dan terakhirku. Bahkan jika takdir memaksa memisahkanmu dengan ku , aku tidak akan tinggal diam.


Jika dunia tidak merestui maka akan ku bawa kau bersamaku menjauh ke tempat kita bisa bersatu " sungguh jawaban Yota kali ini sangat teramat puitis. Sampai sampai wajah Luri memerah.

__ADS_1


" Aaaa ... , aku juga I Love You .. " ujar Luri penuh kegirangan.


" Astaga ! kalian hentikan ! aku jadi mual mendengarnya " Narra sangatlah membenci hal seperti ini.


" Makanya cari pacar .. jangan jomblo teruss " sekarang roda kehidupan berputar , gantian Yota yang menggoda Narra.


" Kak Narra punya pacar " kata kata Luri membuat Yota berhenti tertawa. Sedangkan Narra tampak melotot kebingungan.


" Siapa ? " tanya Yota dan Narra bersamaan.


" Oppa Jeef " saat itu juga Yota dan Narra menghela napas bersamaan.


" Dia bukan pacarku dia sahabatku " ujar Narra mencoba menjelaskan dengan malas.


" Tapi kalian cocok " ucap Luri tidak mau kalah dari Narra.


" Tidak !


masyarakat menentangnya , itu bisa menimbulkan demo besar besaran .. " kalimat yang Yota lontarkan tersebut langsung di respon pelototan oleh Narra.


" Jadi maksudmu aku terlalu jelek sehingga penggemar Jeef tidak akan setuju ? " Narra pun memperjelas maksud Yota.


" Yes ! anda benar ! jawabanmu tepat sekali .. " Yota yang memang sudah lama tidak mengganggu Narra pun tak mau melewatkan kesempatan ini.


" Kau akan terluka kemari kau ! " Narra langsung bengun dari tempat duduknya dan mengejar Yota yang sudah lari menjauh.


" Mereka berdua seperti anak anak aku jadi malu di liatin banyak orang .. " Luri pun memakai kacamata , masker , dan topi milik Yota.


" Hati hati ada banteng ngamuk ... " teriak Yota seraya berusaha lari sekuat tenaga.


" Jika kau tertangkap tidak akan ku ampuni .. " sahut Narra di belakang.


Thanks buat yang udah baca 🙇


jaga selalu kesehatannya ya readers 😊

__ADS_1


__ADS_2