Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
ADA APA DENGAN SIANIDA ?


__ADS_3

" Apa ada hal lain yang kau temukan Pak Bae ? " tanya Narra lagi.


" Ada ...


dia mengenggam botol Sianida , dan ada juga kemungkinan kalau dia telah meminumnya " ucap Pak Bae menjelaskan hasil penyelidikannya.


" Tapi ini aneh ... kenapa dia masih menggenggam botol sianida itu ?


dia tidak mungkin mencoba memberi tau kalau dia mati karna minum racun kan ? "


" Mungkin .... dia meninggal sebelum sempat membuang botolnya " jawab Pak Bae yang malah menerka nerka.


" Jika begitu botolnya pasti akan jatuh ... " mendengar ini Pak Bae hanya terdiam.


" Pasti ada alasan kenapa dia mengenggam botol itu " gumam Narra dalam hatinya seraya menatap Pak Bae yang sedang minum teh hangat buatan Narra tadi.


****


Keesokan harinya .....


baru saja Narra membuka pintu hendak ke Kantor , dia dikejutkan oleh Jeef yang sudah berdiri di teras depan dengan tatapan yang sulit diartikan.


" Ada perlu apa kemari ? " tanya Narra dengan jantung yang berpacu seperti habis di kejar rentenir.


" Aku hanya ingin pastikan kau membersihkan rumah ini " jawab Jeef seraya melirik ke dalam rumah.


" Aku tinggal di sini tentu saja ku bersihkan !


jika tak ada hal lain aku ingin pergi ke Kantor " Narra pun berjalan melewati Jeef setelah mengunci pintu.

__ADS_1


" Hei ... K Z G " ucap Jeef dengan nada tinggi.


Narra berbalik sambil menyipitkan matanya. " kau menyingkat nama ku ? " ucapnya.


" Memang kenapa , kau tidak suka ? " jawab Jeef sambil berjalan menghampiri Narra.


Tapi bagi Narra itu seperti petunjuk.


" Singkatan ya .....


aku punya ide ! , terima kasih bantuanmu tapi sekarang aku harus pergi. Daaa.... " ucapnya melambaikan tangan dan lanjut maraton.


" Apa ,benar benar orang yang aneh "


gumam Jeef , ia pun kembali ke mobilnya dan melaju ke Lokasi syuting.


*****


Tapi dia menghadanganya dengan kaki , sehingga lift pun terbuka kembali. Di dalam sudah ada Pak Bae.


" Pagi Pak Bae .... " sapa Narra yang diringi senyum manis.


" Pagi juga Jaksa Gil " sahut Pak Bae dengan senyum yang tak kalah manis.


" Pak ! , aku dapat satu kesimpulan. Sepertinya sianida itu adalah inisial atau petunjuk , atau juga singkatan tentang pelakunya " ucap Narra yang sangat bersemangat.


" Jadi maksudmu .... , pria yang meninggal itu bernama sianida ? " tanya Pak Bae dengan tampang polosnya yang justru membuat Narra sangat kesal.


" Bukan ! , tapi ....

__ADS_1


huhhhh....( mengambil nafas dalam dalam )


mungkin ada petunjuk dalam kata sianida itu pak ... , bisa jadi itu panggilan atau gelar sang pelaku " ucap Narra dengan susah payah menjelaskan maksudnya.


" Itu.... , terdengar cukup membingungkan , memang apa petunjuk dari kata sianida ? "


" Itulah yang sedang kupikirkan , apa Bapak ada ide ? " tanya Narra antusias.


" Akan ku coba memikirkannya " ucap Pak Bae penuh keraguan yang membuat Narra seketika patah semangat.


Begitu keluar dari lift mereka bertemu dengan Jaksa Cha yang langsung berkata " aku ingin bicara dengan mu Jaksa Gil , ayo ke ruangan ku " ucapnya dan berjalan lebih dulu.


Sedangkan Narra tampak sangat kesal sekaligus bosan dengan tingkah seniornya yang satu itu.


Bukan apa apa , hanya saja nantinya banyak jaksa wanita yang akan marah marah padanya karna mengganggu pujaan hati mereka.


Yups bisa di bilang Jaksa Cha lah pria paling tampan di sana , belum lagi dia berasal dari keluarga kaya raya dan terhormat.


" Untung Akira menjadikan ku laki laki , coba kalau tetap perempuan pasti sudah lama aku di cincang oleh penggemar pria ini ! " gumam Narra sambil menatap tajam pada Jaksa Cha.


Dengan tampang malas dan terpaksa Narra terus mengikutinya dari belakang.


Tentu saja dengan mulut yang tak bosan menyumpahi seniornya itu.


thanks buat yang udah baca 😊


jangan lupa like nya 😄


dan comen positif kalian 😉

__ADS_1


selalu jaga kesehatan ya ...


__ADS_2