
" Dari mana kamu tau ? " tanya Narra dengan ekspresi terkejut.
" Gosip.." Jawab Deska cuek.
" Ihh dasar ! , jutek jutek gini kamu suka ngegosip ternyata " celoteh Narra yang malah percaya sama omongan Deska.
" Gak usah banyak omong ayo masuk "
Narra pun berjalan masuk ke dalam beriringan dengan Deska.
" Ini rumah apa istana besar banget .." gumam Narra dalam hati.
Setibanya di ruang tamu , Deska pun menjelaskan apa pekerjaan yang harus di lakukan Narra.
" Begini , aku ada acara nanti malam dan aku gak bisa jelasin secara rinci.
Tapi intinya , tugas kamu jadi pacar pura pura aku , soal bayaran gak usah khawatir.. " ucapnya santai sambil melipat kedua tangan di dada.
" Tapi.. kenapa aku ? " tanya Narra yang masih penasaran sama alasan terpilihnya dia.
" Karna hanya kau yang sangat butuh uang kan ? " sontak Narra melotot mendengar jawaban Deska barusan.
" apa ! , tidak perlu menghina begitu.
Oke , aku setuju cuma buat kali ini " sahutnya sambil membuang muka ke arah lain.
tampak Deska tersenyum kemudian memanggil pelayan dan meminta mereka membawa Narra untuk di rias.
" Mari ikuti kami Nona .. " pinta pelayan tersebut dengan sopan dan Narra pun menurut.
Setelah menunggu berjam jam Deska mulai kesal dan berkata :
__ADS_1
" kenapa lama banget sih ? buruann.." teriaknya dengan keras dari sofa.
Tak berapa lama Narra pun keluar , ia membuat semua yang melihatnya terpesona dengan kecantikannya kecuali Deska yang sudah sangat kesal.
" Siapkan mobilnya " bentak Deska pada pelayan di sampingnya.
Singkat cerita sampailah mereka di sebuah gedung mewah tempat acaranya berlangsung.
" Kamu jangan bicara kalau aku tidak memintanya. Jangan pergi jauh dan jangan berkeliaran sendiri , aku gak mau ada masalah " Narra hanya bisa mendengus atas peraturan Deska barusan.
" iya aku mengerti , tidak usah terlalu ketat seperti itu " ujarnya sambil keluar dari mobil.
Saat di ruangan pesta , mereka di sambut oleh para tamu disana , salah satunya seorang pria bernama Venzo Choi yang merupakan putra dari teman ayah Deska.
" Hei... itu Adeska Rumi
Deska wahh , sudah lama ya , apa kabar ? siapa ini ? " tanya Venzo ramah.
" Heii.. kita sudah lama tidak bertemu kenapa sikap mu dingin sekali..? "
Deska tidak menghiraukannya dan langsung duduk ke kursi.
Narra hanya bisa terdiam melihat apa yang terjadi sambil mengikuti langkah Deska.
" Deska .....
kamu pikir kamu siapa ? aku sudah berusaha bersikap sopan dan baik meski aku sangattt.. membencimu.
Setidaknya hargai itu , apa kau tidak tau cara menghargai orang lain ? " bentak Venzo yang marah setelah Deska mengabaikannya.
" Bersikap sopan dan baik katamu , aku tidak memintanya. Jika kau keberatan kau bisa bersikap sesukamu , aku tidak peduli " jawab Deska masih dengan nada dingin.
__ADS_1
" Tidak peduli kau bilang ? , tentu saja orang yang tidak punya ibu pasti kurang didikan " mendengar hal itu Deska berdiri dan langsung melayangkan pukulan ke wajah Venzo.
Sontak saja itu membuatnya terjatuh dan akibat pukulan itu bibirnya berdarah.
Ia tidak terima dan berdiri untuk membalas Deska lalu terjadilah perkelahian antara mereka.
Narra mencoba melerai dengan memegang tangan Deska dan berkata :
" Hentikan ini deska ... tolong berhenti , aku tau kau marah tapi kendalikan dirimu , lebih baik kita pergi dari sini ayo ! " ucap Narra sambil menarik narik tangan Deska.
" Lepaskan ! , jangan berani berani menyentuhku " bentak Deska sambil menarik paksa tangannya dari Narra lalu pergi keluar.
Meski kesal Narra tetap mengikuti Deska.
Sayangnya tak sampai di situ kemalangannya , sebab saat di luar Deska marah marah padanya.
" Kenapa kau ikut campur ? , kau pikir kau siapa ? , jangan karna aku bersikap lunak padamu kau bisa berbuat sesukamu ? " setelah berkata begitu Deska langsung melemparkan setumpuk uang ke atas Narra.
" Pergi dan jangan pernah tunjukin wajah kamu lagi " ucapnya dengan enteng.
Seketika itu juga Narra langsung menampar Deska.
" Aku terima kau bilang aku miskin tapi kau sudah melewati batas. Meski miskin aku tetaplah manusia yang harus kau hargai " Gertaknya lalu memungut uang itu , dan segera pergi meninggalkan Deska. Dalam hati ia berkata :
" Kalau bukan karna aku sangat butuh uang ini , aku tidak akan mempercayai mu. Aku janji akan membuatmu menyesal Deska "
Setelah kejadian itu Deska meminta sopirnya pergi sedangkan dia berjalan sendirian tanpa peduli pada luka di tubuhnya akibat perkelahian.
Langkah nya di iringi guyuran hujan tapi ia tetap berjalan menuju...
bersambung ...
__ADS_1
thanks buat yang udah baca jangan lupa ninggalin jejak 😄