Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
PERTUNANGAN DAN PERPISAHAN


__ADS_3

Narra duduk di samping makam dan membersihkannya. Barulah ia menaburkan mawar yang ia beli tadi di atas makam. Sekarang makam pamannya terlihat sangat indah dengan hiasan mawar merah.


" Paman ... apa kabar ? sudah lama ya Narra tidak datang ?


Maaf.... Narra sibuk kerja buat biaya kuliah.


Paman tau sebentar lagi Narra akan wisuda ! dengan begitu , Narra bisa cari pekerjaan yang lebih baik dan bisa kirim uang yang banyak untuk bibi.


Dia pasti senang !


Paman ... maaf karna Narra jadi Jaksa. Meski paman meminta Narra untuk jadi guru. Narra tidak bisa , karna sejak saat itu , Narra bersumpah akan mengungkap kejadian yang sebenarnya.


Maafkan Narra , karna hanya bisa merepotkan paman. Bahkan gara gara Narra paman jadi meninggal " Narra tidak bisa lagi membendung air matanya , ia pun menangis di sisi makam dengan terisak.


Masih teringat jelas semua memori buruk yang merenggut orang orang tercintanya. Saat saat terakhir sang paman , pelukan terakhir dan apa pesan terakhirnya.


Momen paling perih di dunia ini adalah saat kau mengingat kepergian orang yang kau sayangi. Apalagi jika kau belum pernah mengatakan padanya bahwa kau mencintainya.


Sekeras apapun kau berteriak atau menjerit bahwa kau mencintainya , itu percuma. Sebab ia tak akan pernah mendengarmu lagi.


Selagi Tuhan masih memberimu kesempatan tuk mengatakannya maka katakanlah. Bisa jadi itu kesempatan terakhirmu. Sebelum semuanya jadi penyesalan. Maafkanlah mereka. Hidup ini terlalu singkat untuk membenci.


Setelah menangis cukup lama , Narra bangun dan menghapus air matanya.


" Paman , Narra pamit ya ... kalau ada waktu , Narra akan datang lagi " Narra lalu berbalik tapi ia tampak terkejut.


Karna Akira ternyata sudah ada di sana sejak dia menangis.


" Aku akan segera pergi kau tidak perlu marah " ucap Narra , begitu melihat tatapan tidak suka Akira padanya.


" Kau akan jadi apa Ra ? Jaksa ? " tanya Akira yang diiringi senyum meremehkan.


" Benar aku akan jadi jaksa " jawab Narra lantang dan jelas.


" Kau sudah tidak waras ? apa kau lupa apa yang terjadi pada keluargamu ?


bahkan kau juga terlibat dalam kecelakaan itu " ujar Akira yang tak terima atas keputusan Narra tersebut.

__ADS_1


" Aku tau ....


karna itu lah aku sangat ingin jadi jaksa ! agar aku bisa menuntut pelaku yang sebenarnya " jelas Narra berharap Akira bisa menerimanya.


" Kau pikir mereka akan membiarkanmu hidup ? " kali ini Akira maju selangkah menghadap Narra.


" Aku tidak takut !


karna aku percaya bahwa takdir bisa di rubah " sahut Narra yang juga maju selangkah.


" Ouh ya. Kita lihat saja , takdirmu akan membaik atau justru lebih buruk.


Karna biasanya mereka yang mencoba menegakkan keadilan hanya akan mendapat kehancuran " Akira terlihat sangat serius dengan perkataannya.


" Tapi hidup dalam kehancuran lebih mudah dari pada hidup dalam penyesalan " setelah berkata begitu Narra berlalu pergi.


Sedangkan Akira berjalan menghampiri ayahnya.


****


Ketika di jalan , Narra mendapat telfon dari Vani.


" Begini Ra.... aku ada pekerjaan , kamu mau ikut gak ? " tanya Vani yang tidak peka.


" Kerja apa ? "


" Menghias Aula ... anak orang kaya mau tunangan " Vani punya nada sendiri saat bicara hal hal seperti ini.


" Kapan ? "


" Sekarang juga kesini ! pertunangannya nanti malam. Aku share alamatnya ya , cepetan " sahut Vani , lebih tepatnya memaksa Narra cepat cepat datang.


" Iya makasih kak " setelah menerima alamatnya , Narra lagi lagi memesan ojol buat berangkat ke alamat yang di maksud.


Begitu tiba , Narra langsung berjalan masuk. Sesampainya di dalam , Narra terpukau.


" Wahh.. , ini bukan orang kaya biasa ...

__ADS_1


pasti mahal banget ... udah mirip Negeri dongeng gini ..


keren sumpah " melihat Narra yang sedang sibuk mengagumi dekorasi pesta , Vani langsung memanggilnya.


" Narra sini ! " Narra pun menghampirinya , dengan ekspresi kesal. Karna ia masih ingin melihat lihat.


" Kamu kan tinggi ... bisa pasangin lampunya ? aku pegangin kok tangganya.


Kalau pun jatuh , kan ada lantai yang setia buat nangkap tubuhmu " sungguh Vani ini benar benar tega , berkata demikian.


" Ihh.. kak Vani ! " gerutu Narra , lalu menaiki tangga untuk memasang lampu hias yang sangat indah.


Setelah semuanya selesai , Narra dan Vani duduk sebentar melepas lelah.


Datanglah manager persiapan pestanya menghampiri mereka.


" Ini upah kalian ! jangan lupa malam ini usahakan datang buat bantu bantu ya ... " ucapnya memerintah dengan nada ramah.


" Baik buk " sahut Narra dan Vani bersamaan. Setelah manager itu pergi ,


Narra beralih menatap Vani.


" Kakak tau gak siapa yang tunangan ?


dekorasinya bagus banget .. " tanya Narra bersemangat.


" Yang ku dengar sih ... nama cowoknya .... Adeska Rumi ! "


Sontak saja senyum Narra langsung hilang mendengarnya , ia bahkan jadi patung dadakan.


" Ra... Narra kamu kenapa ? " Vani mencoba mengoyang goyangkan tubuh Narra tapi tak ada respon.


Hingga Vani pun nekat memercikkan air minumnya ke wajah Narra.


Barulah ia tersadar.


thanks buat yang baca 😊

__ADS_1


jangan lupa like ☺


dan comen 😅


__ADS_2