Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
TEROR ORANG ASING


__ADS_3

Ting.... dong...


Suara bel pulang berbunyi yang seakan menghalau pergi penduduk sekolah.


Dari sekian murid tampaklah 2 orang yang jadi bahan gosip ter hot di sekolah hendak pulang.


Sayangnya dari sekian banyak tangga mereka memilih tangga yang sama untuk turun.


Saat Deska menyadari gadis di sampingnya itu Narra , ia langsung berbalik dan mencari jalan lain.


Sementara Narra meneruskan turun ke bawah seolah ia tidak melihat kehadiran Deska.


yota dan luri di buat heran dengan tingkah Deska dan Narra tersebut.


" Wahh , sepertinya pengacara dan psikopat sedang bertengkar " ucap Yota seraya tertawa.


" kok pengacara dan psikopat Ta ? " tanya Luri dengan ekspresi bingung. Yota lalu menjelaskan maksudnya.


" Begini , narra itu kan selalu belain deska jadi dia itu pengacara , sedangkan deska manusia tanpa perasaan itu psikopat " Luri hanya bisa menggeleng kan kepalanya mendengar penjelasan Yota.


" Kamu ada ada aja , kita liat kak narra yuk " Luri pun menuruni tangga hendak menyusul Narra. Yota menghela napas kesal karna lagi lagi ia di tinggal


" Dan kau pilih kasih " gumamnya pada Luri.


Luri sudah cukup dekat dengan Narra


" Kak Narra tunggu " ucapnya dengan napas terengah engah.


Seketika Narra menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke belakang.


" Kakak gak papa ? "


" Iya aku baik , kenapa ? " tanya Narra balik.


" Tadi aku liat kak Deska kayak menghindar dan kakak pergi gitu aja , kalian bertengkar ? "


Mendengar nama Deska tingkat kekesalan Narra naik ke level lebih tinggi.


Tapi ia tidak ingin melampiaskannya pada Luri jadi ia tetap membahasnya.


" Ya begitulah , dia itu seperti musim berubah terus , kadang panas , kadang dingin dan sekarang tengah badai " jawabnya asal nyerocos.

__ADS_1


Di tengah perbincangan tiba tiba saja Yota lewat dengan teman teman nya.


" Ehh , Luri dan pengacara aku duluan ya " ucapnya tiba tiba.


Dengan mengerutkan keningnya Luri bertanya.


" Kamu mau kemana ? "


" Ahhh , privasi dahh .... " jawab Yota sembari melambaikan tangan.


Melihat itu Narra dan Luri hanya bisa menghela napas.


Tak berapa lama mobil sedan hitam berhenti di depan mereka.


" Kak itu sopir ku , ayo sekalian ku antarin pulang "


" Eee , tidak perlu " tolak Narra.


" Ayo " Luri pun menarik tangan Narra masuk ke mobil.


××××


Saat Deska tengah membaca buku di taman rumahnya , salah seorang pelayan datang menghampirinya.


" Dari siapa ? " dan sambil melihat ke kotaknya pelayan itu lalu berkata :


" Tidak tau tuan , namanya tidak ada "


" buang saja " ucap Deska dengan tegas


" Tapi sepertinya ini barang berharga tuan " mendengar itu Deska menutup kasar bukunya , ia tampak sangat kesal.


" Kamu tu ganggu banget sih , kalau berharga jual aja " bentaknya pada pelayan itu lalu pergi.


setelah Deska cukup jauh , pelayan pria itu menelfon seseorang.


" Paketnya di tolak " ucapnya.


" Huh ... baiklah , terus kabari aku tentang gerak gerik Deska "


" Baik bos " sahut si pelayan.

__ADS_1


Setelah menelfon , orang misterius itu berkata.


" Adeska Rumi orang yang keras kepala , kita lihat sampai kapan kau bisa menolak paket dari ku ! "


×××××


Hari ini Narra sift malam di Cafe , saat jam menunjukkan pukul 20.30 ada seorang pria yang datang.


" Mau pesan apa ? " tanya Narra. Tapi , begitu ia melihat wajah pria itu , buku catatan menu yang ia pegang pun terjatuh sangking kagetnya.


" Aku pesan Capucino " jawab Venzo dengan nada datar seraya duduk di salah satu kursi.


Narra pun segera memungut buku tadi dan membuatkan pesanan Venzo.


Dalam hati ia terus bertanya tanya kenapa kembaran Deska yang sama sama berhati dingin datang ke sini.


Padahal ada banyak Cafe lain yang masih buka.


Setelah pesanannya selesai di buat. Narra lalu mengantarkannya pada Venzo yang sedari tadi bermain ponsel.


" Ini pesanan mu selamat menikmati " ucapnya dengan nada ramah tapi terpaksa. Saat ia hendak pergi Venzo berkata :


" Bagaimana ? " Mendengar itu Narra langsung putar arah sebab hanya ada dia dan Venzo di Cafe jadi , sudah di pastikan kalau pertanyaan abrusan itu untuknya.


" Apanya ? " tanya Narra balik.


" Bagaimana lho tau saat di pertandingan itu , gue lagi ada masalah ? " sambil menggaruk tangannya yang gatal Narra berkata :


" Ohh ... itu terlihat jelas di mata lho "


" Mata ? " tanya Venzo heran.


" Ya .. itu sulit di jelasin dengan kata kata jadi apa masalah lho ? " sambil tersenyum tipis Venzo menjawab


" Apa yang membuat lho berpikir gue akan ngasih tahu ? "


Narra langsung naik pitam mendengar jawaban Venzo , sudah bagus ia mau peduli. Tapi malah di buat emosi.


" Dasar keras kepala , yaudah terserah ngomong ngomong lho tau ya gue kerja di sini ? " tanya Narra mengintimidasi.


" Gak , kenapa gue harus tau. sebenarnya , lho siapa sih ? " tanya Venzo sambil menaikkan satu alisnya.

__ADS_1


bersambung ...


jangan lupa ninggalin tanda 😃


__ADS_2