
Amarahnya yang memuncak itu membuat ia berteriak.
" Apa yang kau lakukan berani berani nya kau memeluk laki laki lain...
di depan mataku...
kau psikopat ya ? " bukannya menjelaskan , Luri malah tertawa.
Secara ekspresi Yota seperti ibuk ibuk yang ngantri ber jam jam , tapi gak dapat sembako.
Pria itu juga malah mendekat dan mengulurkan tangannya.
" Perkenalkan nama ku Luki aku kakak nya Luri " ucapnya dengan nada datar.
" Siapa yang peduli. tunggu ..
kau bilang ka - kakak ? " jawab Yota gagap.
Luri akhirnya angkat bicara.
" Kakkak ku ini sekolah di Jepang , setelah 3 tahun dia baru pulang.
Kalian terkejut ya.... " ucap Luri dengan santainya.
" Jadi..
kau punya kakak laki laki ternyata ? " ucap Narra berselang.
" Iya kak ...
ayo kalian juga kenalan " meski sedikit canggung Narra menjabat tangan Luki.
Narrasya - Lukiza ..
begitulah perkenalan mereka.
" Ohh , jadi kau yang namanya Narra senang bertemu denganmu " mendengar itu Narra cukup terkejut karna sepertinya Luki tau banyak tentangnya.
" Aku juga.. " ucapnya dengan nada canggung.
Karna merasa tak di anggap Yota lalu memotong pembicaraan.
" Maaf mengganggu , sepertinya kalian melupakan seseorang.
Dan orang itu bisa di bilang paling penting di sini " mendengar itu , Narra menyipitkan matanya seraya menatap Yota.
" Aku mengenalmu kau Yotara Oriza
pacar adikku.
Dia banyak cerita tentangmu " ujar Luki dengan raut wajah serius.
__ADS_1
" HHHHH , benarkah ? " sebenarnya Yota tertawa bukan karna senang melainkan panik.
Apa saja yang telah di ketahui Luki tentangnya.
" Iya ....
dia bilang kau sering marah marah karna dia lebih mengkhawatirkan Narra di banding kau " sungguh Luki terlihat menyeramkan saat ini.
" Aku tidak marah hanya...
kesal sedikit " lalu Luki meletakkan lengannya di atas pundak Yota dan membisikkan :
" Sebaiknya kau kurangi memarahi adikku. Apa lagi jika dia sampai menagis.
Kurasa kau tau akibatnya " ucap Luki dengan nada mengancam.
Hal itu membuat Yota seketika menelan ludah.
" Kakak hentikan ! , nanti dia jadi takut .. " rengek Luri.
" Laki laki itu tidak boleh penakut " ucap Luki sambil terus mengekang leher Yota.
Yota lalu memberi isyarat pada Narra dengan menempelkan kedua tangannya.
Seperti memohon pertolongan.
Tapi Narra mengelengkan kepalanya ,
Saat memandang keluar Narra melihat Deska yang tampak pucat.
Lewat di depan kelas seraya memegang ponsel , ia pun memutuskan keluar.
" Ehh , aku pergi dulu ya " ucapnya sambil berlari.
" Habislah aku ...
orang ini tidak mau melepaskanku " gumam Yota dalam hatinya.
Narra mengikuti Deska yang berlari menuju atap sekolah.
Dan setibanya Narra di atap ia sangat terkejut dengan pemandangan di sana.
Dia melihat Deska yang seperti telah di tikam.
Ia juga memuntahkan darah dari mulutnya.
Dan di sampingnya berdiri seorang gadis berjaket hitam dengan pisau berdarah di tangan kanannya.
Deska yang melihat kedatanagn Narra
Berusaha memintanya pergi meski rasa sakit luar biasa yang ia rasakan saat bicara.
__ADS_1
" Jangan mendekat !
kem.... bali...lah huh huh huh ke bawah "
Tapi Narra tidak mendengarkan dan malah menantang si pelaku.
" Apa kau yang melukainya ? " tanya Narra dengan nada tinggi.
" Jika itu benar apa yang akan kau lakukan ? " ucap gadis itu sambil menatap tajam ke arah Narra.
Lalu ia mengalihkan pandangnnya ke Deska yang sudah tak berdaya.
Dia menggenggam erat pisau dan hendak menancapkannya pada tubuh Deska.
Narra langsung berlari dan melayangkan tendangan pada gadis itu.
Ia pun terjatuh dan pisaunya terlempar.
Saat Narra mendekat , gadis itu seketika bangun.
Dan langsung melayangkan pukulan tapi , Narra berhasil menangkisnya.
Perkelahian pun tak terhindarkan ,
mendengar suara ribut siswa siswi lain yang lewat dekat tangga menuju atap
jadi penasaran dan naik.
Sama halnya dengan Narra , tadi mereka semua juga terkejut melihat Deska yang bersimbah darah.
Di tambah lagi pertarungan antara Narra dan gadis asing yang begitu sengit.
Mereka pun segera menelfon Ambulance dan Polisi.
Uniknya tak ada yang melapor pada guru.
Di tengah tengah perkelahian , Narra menoleh ke arah Deska yang sedari tadi juga menatapnya.
Hal itu di manfaat kan oleh gadis bersenjata.
Ia hendak menggoreskan pisau pada Narra.
Tapi Narra menunduk sehingga wajahnya hanya tergores sedikit.
Semua orang di sana jadi berteriak.
Narra tidak berhenti dia terus melakukan perlawanan hingga Ambulance dan Polisi datang.
bersambung ...
mohon dukungannya 🙇
__ADS_1