
Begitu tiba di area pertandingan , Deska tampak meminta maaf pada Pak Bara selaku panitia.
Pertandingan berikutnya pun di lanjutkan.
" Baiklah pertandingan berikutnya Adeska Rumi yang akan melawan .. "
Belum selesai host nya bicara , ada yang datang menghampiri dan membisikkan sesuatu padanya , yang membuatnya berteriak dekat mic.
" Apa ! rayhan wakil SMA Tunas Bangsa sakit perut ? Eee .. kalau begitu di gantikan oleh Choi Venzo ... "
Mendengar itu Venzo langsung merespon dengan berteriak.
" Aku mengundurkan diri " ucapnya dengan sangat pede.
Semua orang jadi kesal , karna acaranya berjalan tidak normal , banyak dari peserta yang mendadak mengundurkan diri . Bahkan Pak kepsek SMA Tunas Bangsa ikut emosi.
" Apa maksud mu venzo ? " tanyanya sembari bangkit dari tempat duduknya namun , dengan santainya Venzo menjawab.
" Maaf pak , kau bilang aku hanya akan ikut 1 babak. Jadi bapak tidak berhak marah jika aku tidak mau mengikuti babak ke 2 " tampak Pak kepala sekolah terdiam dengan kalimat Venzo barusan , sedangkan Deska tampak sangat kesal.
Dia mengepalkan tinju dan menatap tajam ke arah Venzo yang berjalan pergi hendak meninggalkan lapangan.
Saat di jalan ia berselisih dengan Narra , setelah membuang napas dalam ia berkata :
" Sorry untuk luka mu , ini kartu nama ku , kita masih bisa ketemu kan ? " tanya Venzo yang menampilkan ekspresi bersalah.
" Apa ! eee... iya " jawab Narra dengan gugup , sebab ia tak menduga Venzo akan melakukan ini.
Setelah itu barulah Venzo benar benar pergi.
Luri yang sedari tadi menatap tajam pada Venzo beralih menatap Narra seraya bertanya.
" Kok kakak gak nonjok dia sih ? " tanya Luri sambil menunjuk punggung Venzo yang menjauh.
Seraya menatap kartu nama Venzo Narra berkata :
" Buat apa ? , dia udah terluka sejak awal kok " tentu saja Luri tampak makin bingung dengan jawaban Narra.
" Maksud kakak ? " tanyanya lagi guna memperjelas , sayang Yota yang baru datang langsung memotong pembicaraan.
" Maksudnya dia itu udah gila karna kepalanya yang cedera " reflek Narra mengacungkan tinjunya.
__ADS_1
" tampaknya ... , kau bosan hidup ya " ujarnya terlihat kesal.
Dengan nada malas Yota menjawab.
" Iya , aku bosan melihat mu yang bertingkah aneh , sangat merepotkan " ucapnya seraya berjalan pergi.
" Kamu mau kemana ta ? " ucap Luri dengan nada khawatir.
" Memang apa pedulimu kau lebih sayang Narra dari pada aku " Luri pun mulai panik.
" Bukan begituuu , kak aku pergi dulu ya ? " Luri pun mengejar Yota sedangkan Narra menatap malas tingkah mereka.
" Ya , sebaiknya kau tangani anak TK yang pengambekan itu " gumam Narra setelahnya.
Acara pun di lanjutkan ke lomba berikutnya hingga selesai.
Tak terasa hari sudah sore , Narra yang tengah bersiap siap untuk pulang di kejutkan dengan kedatangan Deska yang langsung berkata.
" Aku akan mengantar mu pulang "
Narra yang kaget sontak hendak menonjok.
Tapi Deska bahkan tidak berkedip sedikit pun.
" Ni anak , benar benar ya.. " gumam Narra dalam hati.
" Gak perlu aku bisa pulang sendiri " ucapnya lantang.
" Aku bilang akan mengantaramu , ini sebagai hukuman karna kau terluka " Ujar Deska dengan nada benar benar dingin.
Mendengar itu Narra menyipitkan matanya.
" Kau memang aneh ya , kenapa menyebut kebaikan yang kau lakukan sebagai hukuman ? " Kali ini Deska menjawab dengan nada datar.
" Hanya saja di keluarga ku tidak ada istilah kebaikan , apapun yang kau lakukan tidak peduli benar atau salah itu di sebut hukuman " seketika Narra pun mencoba berganti topik.
" Seperti percobaan bunuh diri dengan melompat kelaut , apa itu juga di sebut hukuman ? " mendengar itu Deska terdiam sejenak.
" kau mengingat nya , tapi siapa yang menyelamat kan ku waktu itu ? " Senyum Narra pun terbit karnanya.
" Dia sahabatku namanya Jeefano , tampan kan ? " lagi lagi tanpa ekspresi Deska berkata.
__ADS_1
" Maksud mu aktor korea itu ? " tanpa di duga ia mengenal Jeef.
" Iya , tapi kenapa reaksimu dingin sekali ? " tanya Narra dengan nada kesal.
" Karna aku tidak tertarik " ucap Deska singkat.
" Tidak tertarik tapi bertanya " Lanjut Narra tak mau kalah , mendengar hal itu Deska menghela napas dan berkata panjang lebar.
" Itu 2 hal yang berbeda aku bertanya karna ingin tau siapa yang menyelamatkan ku. Jika ada yang bertanya tentang sesuatu bukan berarti mereka tertarik , bisa jadi mereka hanya ingin tau "
Dengan penjelasan panjang lebar dari Deska barusan , Narra terlihat makin kesal , tapi ia tetap memutuskan tidak mengungkapkannya karna ingin pulang dengan cepat.
sedangkan Deska sudah jalan duluan.
" kau mau pulang atau tidak ? " ujarnya tanpa berbalik menghadap Narra sedikitpun.
" Iya tunggu ... " Sahut Narra kemudian berlari mengejar Deska.
Melihat Narra dan Deska yang pulang bersama ..
Hana , Yuyu , dan Saumi terkejut , tak lupa mereka pun langsung membahasnya.
" Han , itu Deska dan Narra kan ? mereka pacaran ? " tanya Yuyu lengkap dengan ekspresi cengo khasnya.
Sambil terus menatap tajam Deska dan Narra yang sudah jauh Hana menjawab.
" Tidak mungkin mereka pacaran ,
Narra pasti melakukan sesuatu pada Deska " Mendapat jawaban seperti itu Yuyu jadi makin pusing.
" Maksud kamu di pelet ? " ujarnya lagi , Mendengar itu Saumi langsung berkata.
" Benar Yu , gak mungkin Deska cowok tertampan di sekolah ini mau dekat sama cewek sebatang kara , miskin kayak dia "
Dengan yakin Hana pun berkata :
" Kita liat aja besok , mereka pasti berantem "
bersambung ...
Hai readers ... , author mau nanya nih...
__ADS_1
kalian lebih suka tipe orang seperti apa ?
yang humoris kayak Yota atau yang coll kayak Deska ?