Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
MENGUNDURKAN DIRI


__ADS_3

Begitu tiba di area pertandingan , Deska tampak meminta maaf pada Pak Bara selaku panitia.


Pertandingan berikutnya pun di lanjutkan.


" Baiklah pertandingan berikutnya Adeska Rumi yang akan melawan .. "


Belum selesai host nya bicara , ada yang datang menghampiri dan membisikkan sesuatu padanya , yang membuatnya berteriak dekat mic.


" Apa ! rayhan wakil SMA Tunas Bangsa sakit perut ? Eee .. kalau begitu di gantikan oleh Choi Venzo ... "


Mendengar itu Venzo langsung merespon dengan berteriak.


" Aku mengundurkan diri " ucapnya dengan sangat pede.


Semua orang jadi kesal , karna acaranya berjalan tidak normal , banyak dari peserta yang mendadak mengundurkan diri . Bahkan Pak kepsek SMA Tunas Bangsa ikut emosi.


" Apa maksud mu venzo ? " tanyanya sembari bangkit dari tempat duduknya namun , dengan santainya Venzo menjawab.


" Maaf pak , kau bilang aku hanya akan ikut 1 babak. Jadi bapak tidak berhak marah jika aku tidak mau mengikuti babak ke 2 " tampak Pak kepala sekolah terdiam dengan kalimat Venzo barusan , sedangkan Deska tampak sangat kesal.


Dia mengepalkan tinju dan menatap tajam ke arah Venzo yang berjalan pergi hendak meninggalkan lapangan.


Saat di jalan ia berselisih dengan Narra , setelah membuang napas dalam ia berkata :


" Sorry untuk luka mu , ini kartu nama ku , kita masih bisa ketemu kan ? " tanya Venzo yang menampilkan ekspresi bersalah.


" Apa ! eee... iya " jawab Narra dengan gugup , sebab ia tak menduga Venzo akan melakukan ini.


Setelah itu barulah Venzo benar benar pergi.


Luri yang sedari tadi menatap tajam pada Venzo beralih menatap Narra seraya bertanya.


" Kok kakak gak nonjok dia sih ? " tanya Luri sambil menunjuk punggung Venzo yang menjauh.


Seraya menatap kartu nama Venzo Narra berkata :


" Buat apa ? , dia udah terluka sejak awal kok " tentu saja Luri tampak makin bingung dengan jawaban Narra.


" Maksud kakak ? " tanyanya lagi guna memperjelas , sayang Yota yang baru datang langsung memotong pembicaraan.


" Maksudnya dia itu udah gila karna kepalanya yang cedera " reflek Narra mengacungkan tinjunya.

__ADS_1


" tampaknya ... , kau bosan hidup ya " ujarnya terlihat kesal.


Dengan nada malas Yota menjawab.


" Iya , aku bosan melihat mu yang bertingkah aneh , sangat merepotkan " ucapnya seraya berjalan pergi.


" Kamu mau kemana ta ? " ucap Luri dengan nada khawatir.


" Memang apa pedulimu kau lebih sayang Narra dari pada aku " Luri pun mulai panik.


" Bukan begituuu , kak aku pergi dulu ya ? " Luri pun mengejar Yota sedangkan Narra menatap malas tingkah mereka.


" Ya , sebaiknya kau tangani anak TK yang pengambekan itu " gumam Narra setelahnya.


Acara pun di lanjutkan ke lomba berikutnya hingga selesai.


Tak terasa hari sudah sore , Narra yang tengah bersiap siap untuk pulang di kejutkan dengan kedatangan Deska yang langsung berkata.


" Aku akan mengantar mu pulang "


Narra yang kaget sontak hendak menonjok.


Tapi Deska bahkan tidak berkedip sedikit pun.


" Ni anak , benar benar ya.. " gumam Narra dalam hati.


" Gak perlu aku bisa pulang sendiri " ucapnya lantang.


" Aku bilang akan mengantaramu , ini sebagai hukuman karna kau terluka " Ujar Deska dengan nada benar benar dingin.


Mendengar itu Narra menyipitkan matanya.


" Kau memang aneh ya , kenapa menyebut kebaikan yang kau lakukan sebagai hukuman ? " Kali ini Deska menjawab dengan nada datar.


" Hanya saja di keluarga ku tidak ada istilah kebaikan , apapun yang kau lakukan tidak peduli benar atau salah itu di sebut hukuman " seketika Narra pun mencoba berganti topik.


" Seperti percobaan bunuh diri dengan melompat kelaut , apa itu juga di sebut hukuman ? " mendengar itu Deska terdiam sejenak.


" kau mengingat nya , tapi siapa yang menyelamat kan ku waktu itu ? " Senyum Narra pun terbit karnanya.


" Dia sahabatku namanya Jeefano , tampan kan ? " lagi lagi tanpa ekspresi Deska berkata.

__ADS_1


" Maksud mu aktor korea itu ? " tanpa di duga ia mengenal Jeef.


" Iya , tapi kenapa reaksimu dingin sekali ? " tanya Narra dengan nada kesal.


" Karna aku tidak tertarik " ucap Deska singkat.


" Tidak tertarik tapi bertanya " Lanjut Narra tak mau kalah , mendengar hal itu Deska menghela napas dan berkata panjang lebar.


" Itu 2 hal yang berbeda aku bertanya karna ingin tau siapa yang menyelamatkan ku. Jika ada yang bertanya tentang sesuatu bukan berarti mereka tertarik , bisa jadi mereka hanya ingin tau "


Dengan penjelasan panjang lebar dari Deska barusan , Narra terlihat makin kesal , tapi ia tetap memutuskan tidak mengungkapkannya karna ingin pulang dengan cepat.


sedangkan Deska sudah jalan duluan.


" kau mau pulang atau tidak ? " ujarnya tanpa berbalik menghadap Narra sedikitpun.


" Iya tunggu ... " Sahut Narra kemudian berlari mengejar Deska.


Melihat Narra dan Deska yang pulang bersama ..


Hana , Yuyu , dan Saumi terkejut , tak lupa mereka pun langsung membahasnya.


" Han , itu Deska dan Narra kan ? mereka pacaran ? " tanya Yuyu lengkap dengan ekspresi cengo khasnya.


Sambil terus menatap tajam Deska dan Narra yang sudah jauh Hana menjawab.


" Tidak mungkin mereka pacaran ,


Narra pasti melakukan sesuatu pada Deska " Mendapat jawaban seperti itu Yuyu jadi makin pusing.


" Maksud kamu di pelet ? " ujarnya lagi , Mendengar itu Saumi langsung berkata.


" Benar Yu , gak mungkin Deska cowok tertampan di sekolah ini mau dekat sama cewek sebatang kara , miskin kayak dia "


Dengan yakin Hana pun berkata :


" Kita liat aja besok , mereka pasti berantem "


bersambung ...


Hai readers ... , author mau nanya nih...

__ADS_1


kalian lebih suka tipe orang seperti apa ?


yang humoris kayak Yota atau yang coll kayak Deska ?


__ADS_2