Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
KECELAKAAN BERUNTUN


__ADS_3

Setelah Yota pergi , perbincangan antara Luri dan Narra berlanjut.


" Kakak yakin mau tetap bayar ? Yota bilang kan gak papa " ucap Luri yang terkesan membela Yota.


" Aku gak mau nyusahin orang lain Ri , lagi pula aku kan kerja " jawab Narra yang masih teguh pendirian.


" Yaudah kalau kakak mau nya gitu " Luri pun pasrah.


Yota ternyata pergi ke minimarket membeli makanan dan air.


Seraya berjalan masuk ia menelfon Jeef


" Hallo , J apa kau sibuk ? " tanya Yota basa basi dulu.


" Tidak , aku baru selesai syuting kenapa ? " jawab sang empu dari Negeri jauh.


" Aku cuma mau ngasih tau , kalau tadi Narra pingsan di halte bus " mendengar itu Jeef yang tengah di rias langsung berdiri dan meminta periasnya pergi.


" Apa .. trus sekarang gimana ? dokter bilang apa ? , apa dia sudah sadar ? " udah J nanyanya beruntun , sambil ngegas lagi.


Reflek Yota menjauhkan telefon dari telinganya , setelah merasa siap baru ia dekatkan kembali.


" Astaga J ... Nanya nya satu satu dong , dia udah sadar , dokter bilang sih dia terkena serangan panik ! " jawab Yota yang lebih santai ketimbang J.


" Huhh... , baguslah kalau dia sudah sadar "


" Tapi menurutku , dia kayaknya punya masalah sama bus deh , pertama dia tidak pernah kesekolah naik bus diajak pun dia gak mau.


Ke dua dia bereaksi aneh setiap mendengar kata bus , seperti gemetar , trus keringatan.


Kau kan teman masa kecilnya apa kau tau sesuatu ? "


Jeef terdiam beberapa saat.

__ADS_1


" Hallo ... ehh J Kau tidak tidur kan ? " omel Yota yang kesal atas diamnya Jeef.


" Tidak , aku tidak tau apa apa "


" Benarkah ? , meragukan...


oh ya , apa kau mau bicara dengan Narra ? " tawar Yota tiba tiba baik.


" Tidak ! eeee .. maksudku bawa ponselmu ke dalam tapi jangan berikan pada Narra.


Aku hanya ingin mendengar suaranya "


Yota yang menelfon sambil berjalan itu lalu masuk ke dalam ruangan Narra.


" Kau dari mana ? " tanya Narra dengan tatapan tajam.


" Mau tau aja atau mau tau benget ? " jawab Yota yang mulai kambuh lagi.


" Ihhh ! kalau aku baik baik saja kau sudah habis dari tadi " sahut Narra yang geram.


Mending sekarang kakak telfon orang tua kakak , biar mereka tau kalau kakak sakit " setelah Luri mengatakan itu seketika ruangan jadi senyap layaknya kuburan.


" Kenapa ? , apa aku salah bicara ? " tidak ada satu pun yang menjawab pertanyaan Luri.


Hingga akhirnya terdengar suara hantaman yang sangat keras diiringi teriakan dan tangisan.


Yota langsung berlari ke dekat jendela untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Dia sangat terkejut begitu melihat kecelakaan di jalan dekat Rumah Sakit.


" Kecelakaan beruntun 1 bus , 3 mobil , dan 2 sepeda motor " ujarnya melaporkan.


" Apa ! , mana aku mau lihat " ucap Luri sambil berjalan mendekat ke jendela.

__ADS_1


sementara Narra masih terkejut mendengar kalimat kecelakaan bus , ia hanya mematung di atas ranjang Rumah Sakit.


" Haah , tunggu itu bukannya kak Deska ya ? " ucap Luri tiba tiba histeris.


" Mana Deska ? " tanya Yota yang tak melihat.


" Itu yang baru keluar dari mobil " Luri pun menunjuk ke bawah.


" Yang baru keluar dari mobil itu banyak Ri , yang mana sih ? " Luri sontak menarik Yota ke dekatnya.


" Kesini , tu liat kepalanya berdarah , dia di kasih oksigen sama perawat "


" Benar itu psikopat " ucap Yota spontan.


" Ta , kamu bisa mendengar ku kan ? , Yota.... " teriak Jeef dari Seoul , sehingga aktor dan aktris lain jadi menatapnya.


" Miyanee... " ucap nya malu karna membuat keributan.


Setelah beberapa menit barulah Yota sadar kalau Jeef sudah mengirim banyak stiker marah.


" Ehh aku keluar dulu ya " ucap Yota.


" Kamu mau liat dari dekat ya ? , aku ikut.... " Luri malah tampak bersemangat atas insiden ini.


" Tidak Ri , aku mau terima telfon. mending kamu jagain tu kakak kesayangan kamu yang jadi monumen dadakan " Luri pun menghampiri Narra yang dari tadi terdiam.


Dia mencoba mencairkan suasana dengan membahas kecelakaan. Sedangkan Yota sudah menghilang.


" Kecelakaan nya ngeri kak ... korbannya banyak.


Truss ada anak kecil umur 8 tahun yang nangis nangis di samping jenazah orang tuanya dia terus manggil mama... papa... " Bukannya membaik Narra malah makin diam.


melihat Narra yang tak kunjung merespon , Luri lalu pergi ke dekat jendela ia masih penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


jangan lupa ninggalin jejak 😘


__ADS_2