
" Kamu dari mana aja sih ? udah puas keliling keliling nya ?
Aku sama Luri tu nyariin kamu dari tadi.
Kita khawatir banget tapi kayaknya kamu gak peduli " melihat Yota marah , Narra pun mencoba menjelaskan.
" Dengar dulu... " belum selesai ia menjelaskan Yota langsung memotong.
" Sudahlah aku mulai bosan , sekarang terserah kamu mau kemana mau ngapain.
Aku gak peduli lagi " Yota menarik tangan Luri yang baru saja tiba di sana , dan membawanya pergi.
Narra hanya bisa terdiam , tanpa di sadari air matanya menetes.
" Aku tidak bermaksud membuat mu khawatir , aku hanya ingin menenangkan diri " gumam Narra , lalu dia menyeka air matanya dan berjalan ke kamar rawat.
Ternyata Deska ada di balik tembok , tanpa sengaja ia mendengar kata kata Narra serta pertengkarannya dengan Yota.
1 minggu berikutnya......
Saat bel pulang berbunyi , Narra tampak menunggu di depan gerbang sekolah.
Setelah cukup lama menunggu , dia melihat Yota yang sedang bercanda dengan teman temannya.
Narra berjalan menghampiri Yota.
" Ini uang mu , aku sudah hitung , jumlahnya pas.
Terima kasih sudah membantuku " sesudah itu Narra langsung pergi.
Yota termenung seraya menatap amplop berisi uang yang di berikan Narra padanya.
Tiba tiba saja ada bola basket yang melayang dan bumm....
Mengenai kepala Yota bagian kanan yang membuatnya terjatuh.
__ADS_1
Teman teman Yota langsung membantu dia untuk berdiri.
" Aduhh , ahhh kepala ku ... " rintih Yota sambil memegangi kepalanya.
" Siapa yang melempar bolanya ? " ucap Alyan dengan lantang karna tak terima temannya di sakiti.
Yups , biang kerok nya pun datang mendekat untuk mengambil kembali senjatanya.
Siapa lagi kalau bukan Deska ...
Dialog antara Deska dan Alyan pun terjadi.
" Ohh , jadi kamu yang melemparnya ? " tanya Alyan di iringi tatapan elangnya.
" Iya , kenapa ? " jawab Deska dengan santainya.
Sehingga Leyon teman Yota yang satunya ikut protes.
" Kamu kalau tidak bisa main jangan main " ucapnya sambil maju selangkah ke depan.
" Kamu yang seharusnya sadar bukan Yota " ucap Alyan dengan nada suara yang ditinggikan.
Akhirnya si korban angkat bicara.
" Kamu ada masalah apa sih Ka ? " tanya Yota , setelah rasa pusing di kepalanya hilang.
" Pura pura gak tau atau kamu memang begok " mendengar itu emosi Yota seketika memuncak dari ujung kaki sampai ubun ubun.
" Kesabaran orang itu ada batasnya " ucap Yota datar.
" Tepat sekali , segala sesuatu itu ada batasnya.
Begitu juga kemampuan orang untuk bertahan , itu juga terbatas " Deska lalu mencengkeram kerah baju Yota.
" Kau menyebut dirimu teman ?
__ADS_1
teman macam apa yang membuat temannya sendiri menangis ?
Aku tau kau kesal tapi , perkataanmu pada Narra itu melampaui batasan.
Kau semarah itu hanya karna dia pergi tanpa sepengetahuanmu ?
Jika memang kau tidak mau peduli maka jangan dekati dia lagi.
Ini ancaman bukan peringatan ! "
Deska lalu melepas cengkeramannya dan hendak berjalan pergi.
" Kenapa kau peduli pada Narra ? " teriak Yota.
" Itu bukan urusan mu " sahut Deska ketus.
" Apa kau menyukainya ? " Deska tidak menjawab dan pergi begitu saja.
Setelah Deska jauh , Alyan langsung berkata :
" Sebenarnya ada apa dengan anak itu ?
selama ini dia tidak pernah peduli dengan siapapun.
sejak kenal Narra dia makin aneh ! "
" Apa jangan jangan Deska dan Narra pacaran ? " sahut Leyon dengan yakin.
" Ihhh , sampai kucing beranak ayam juga aku tidak akan percaya.
Setiap bertemu kan mereka bagai Tom and Jarry yang gak akan damai sebelum salah satunya di nyatakan wafat "
sahut Alyan panjang lebar menyanggah perkataan Leyon.
Sedangkan Yota hanya terdiam , entah itu efek hantaman bola basket atau memang dia merasa bersalah pada Narra.
__ADS_1
mohon dukungannya 🙇