
Deska terus berjalan dengan tatapan kosong dan hampa menuju pantai.
Ia lalu membaringkan tubuhnya di atas pasir sambil menatap ke langit.
Sementara itu ....
Begitu tiba di kamarnya , Narra menggunakan uang tersebut untuk membayar sewa apartemen yang menunggak 3 bulan , listrik , serta air
sedangkan sisanya ia simpan.
Pagi hari di sekolah ....
Narra mengintip ke ruang kelas Deska tapi tidak ada tanda tanda dia.
Tanpa sengaja Narra mendengar pembicaraan teman sekelas Deska yang berkata :
" Ehh.. kalian udah tau belum berita soal Adeska Rumi yang di temukan pingsan di pinggir pantai ? , selain itu , wajah dan tubuhnya penuh luka . Yang aku dengar sih , dia berkelahi kemarin malam di sebuah pesta "
" Ahh.. yang benar ? truss sekarang dia di mana ? "
" Dia di rawat di rumah sakit Mitra Keluarga "
" kasihan benget sihh ..."
Setelah puas menguping Narra pun bergumam :
" Rumah Sakit Mitra Keluarga dimana itu ? jadi setelah pertengkaran kemarin dia gak pulang , sayang sekali padahal aku ingin memberinya pelajaran "
******
Di rumah sakit ...
" Pak Desta. Deska baik baik saja , dia hanya sedikit memar " ucap seorang dokter yang mengobati Deska.
" Terima kasih dokter Ifan " sahut pria usia 30 an di sampingnya dengan nada dingin.
" kalau begitu .. saya permisi dulu "ucap dokter itu dan berlalu pergi . Kemudian hal yang tak diduga terjadi.
" Deska apa apaan kamu ?
__ADS_1
kamu sadar sudah melakukan banyak kesalahan. pertama kamu berkelahi dengan Venzo putra sahabat papa.
Ke dua kamu pergi ke pantai bukannya rumah sakit , mau sejauh apa kamu mempermalukan papa ? " tanya Desta dengan suara tinggi.
" Apa itu yang ingin papa tanyakan ?papa tidak bertanya bagaimana keadaan ku , apa aku baik baik saja ?
mempermalukan ? , papa menganggap ku seperti itu ? " jawab Deska tak kalah keras.
" cukup deska !
papa peringatkan jika sampai kamu permalukan papa lagi kamu akan papa kirim ke Amerika .
Dan jangan harap kamu bisa kembali " ancam Desta dengan suara lantang.
" Apa harga diri papa lebih penting dari pada aku ? , sebenarnya aku ini ada artinya untuk papa atau tidak ? , papa mengancam mengirimku ke Amerika ? kenapa tidak sekalian ke alam siksa agar papa puas .. " ujar Deska sambil menahan matanya yang memanas seakan ingin menangis.
Tapi pak Desta tidak peduli dan berlalu pergi.
Hal ini pun membuat Deska semakin membenci papa kandungnya itu.
Ia memutuskan untuk pergi dari rumah sakit meski kondisinya belum pulih dan berakhir lagi di pantai.
Tak berapa lama Narra mendapat telfon , lalu pergi.
karna pergi tanpa kabar , body guard Deska bergegas mencarinya ke semua tempat.
gedung - gedung , hotel , restoran dan cafe.
salah satu dari mereka singgah di tempat kerja baru Narra dan bertanya apakah mereka melihat Adeska Rumi sambil menunjukkan foto nya. Menyaksikan hal itu Narra berkata :
" Aku melihatnya di pantai tidak jauh dari sini , jika kalian pergi sekarang mungkin dia masih ada di sana "
" baik terima kasih " sahut si body guard dan bergegas pergi.
semua body guard lalu pergi ke pantai tapi setibanya di sana mereka tidak melihat Deska.
mereka lalu bertanya pada salah satu pengunjung , ia menjawab :
" Ohh.. orang ini .. tadi disini , tapi baru saja pergi sekitar 5 menit yang lalu "
__ADS_1
" Kira - kira kemana pak ? " tanya si body guard dengan ekspresi fokus seperti akan menjawab ulangan.
" Untuk itu saya tidak tau , karna tak terlalu memperhatikan , sepertinya.. dia ke ujung jalan " sayang jawabannya mengecewakan.
Akhirnya para body guard pun membubarkan diri dari pantai.
Sebab tak kunjung ada kabar mereka lalu menelfon papa Deska.
Mendengar ini dia langsung marah marah.
" Anak ini mau apa dia sebenarnya ? "
Ia terus menelfon Deska tapi tak diangkat olehnya , kekesalannya pun menjadi jadi.
" Hentikan pencariannya ! biarkan saja dia kan sudah besar , aku masih banyak pekerjaan jadi berhentilah mengganggu " ucap pak Desta tegas pada body guard kepercayaannya.
Sementara itu Narra yang sedang bersih bersih di cafe , di kagetkan oleh seorang perempuan.
" Heii , ku dengar kau pacarnya Deska apa itu benar ? "
" benar , tapi.. itu hanya rekayasa , dia membayarku untuk jadi pacarnya omong - omong kau siapa ? " tanya Narra bingung.
" Aku kakak sepupunya Deska , namaku Rahel. Bisa aku minta no telfon mu ? jika kau bertemu atau melihat Deska kabari aku ya " dengan sukarela Narra mengetikkan nomornya pada ponsel Rahel.
" Ini nomor ku jadi , dia masih belum di temukan ? " tanya Narra yang entah mengapa sedikit prihatin pada Deska.
" Belum .. dia tidak ada di pantai tolong bantuannya ya , nama kamu siapa ? " tanya Rahel dengan nada sedih.
" Namaku Narra , aku akan berusaha buat bantu " jawabnya ragu.
" terima kasih , kalau begitu aku pergi dulu ya " Rahel pun menghilang bersama mobil mewahnya.
Karna pekerjaannya juga sudah selesai Narra hendak pulang.
Tapi di perjalanan dia melihat sesosok pria misterius di sebuah atap gedung.
Tanpa pikir panjang dia langsung berlari menuju atap dan...
bersambung ...
__ADS_1
thanks buat yang udah baca , jangan lupa ninggalin jejak 😊