
Rumah itu pun kini dipenuhi oleh kobaran api. Lalu pria ini berkata pada Eun bi " Butuh waktu 20 menit untuk mencapai rumah ini , dan setelah mereka sampai.
Tempat ini sudah menjadi abu bersama dengan mu "
Eun bi pun menangis seraya berusaha melepas ikatannya.
Sedangkan pria tadi tampak ingin pergi meninggalkan tempat itu , namun tiba tiba saja terdengar suara tembakan.
Yang langsng mengenai kaki pria tersebut.
Alhasil dia pun jatuh , meski begitu ia sadar ada seseorang yang kini berdiri di samping Eun bi sambil memegang senjata.
Dia yang tak terima di tembak akhirnya membalas.
Suara dor.... dor... nyaring terdengar di tempat itu.
Tapi yang paling malang di sini adalah Eun bi , udahlah dia ke ikat ditengah kobaran api , ditambah ada acara baku tembak tepat di depan matanya.
" Siapapun kau tolong aku .... apinya semakin besar " ucap Eun bi lirih.
Pria berjubah hitam yang tak jauh darinya itu pun menghampiri Eun bi untuk memadamkan api.
Dengan menggunakan goni basah yang telah ia siapkan dan melepaskan ikatan nya.
Kesempatan ini dimanfaatkan pria tadi untuk kabur dengan kaki kanan yang berlumuran darah.
" Kau baik baik saja ? " tanya pria berjubah pada Eun bi.
" Tidak ! , aku sangat takut .... terima kasih sudah menolongku , tapi ... kau siapa ? "
__ADS_1
Orang itu membuka jubahnya dan berkata " Ciluk ba... " ucapnya sambil tersenyum.
" Za gil , tapi ... dari kamera drone kau masih di bawah bersama polisi " ucap Eun bi yang bingung.
" Awalnya iya ... aku bersama mereka , tapi aku memutuskan pergi lebih dulu dan menukar jaket ku dengan jubah milik detektif Choi , dia terlihat seperti ku kan ? " Narra mulai berlagak.
" Jadi begitu ... , ku pikir kau masih di bawah "
" Dan ya , bagaimana aksiku ? , sudah mirip Batman belum ? "
Seketika Eun bi pun tertawa dan melupakan sejenak peristiwa buruk yang baru saja menimpanya.
Seperti yang kita semua ketahui polisi selalu datang di akhir cerita dan itu memang benar.
Meski tampak lelah setelah mendaki bukit , mereka kini harus memadamkan apinya agar tak menyebar.
" Kau harus ke Rumah Sakit. Periksakan kondisimu bersama Detektif Choi. Aku dan yang lain akan memadamkan apinya " ucap Narra seraya mengambil ember.
Sementara itu ......
" Bos , Jun pyo terluka cukup parah , dan dokter menemukan alat pelacak yang tertancap di kakinya " ucap seorang pria menjelaskan kondisi rekannya pada sang bos.
" Pastikan dia istirahat total ! " jawab si bos dengan santainya.
" Eee... , baik bos ! " sahut anak buah itu dan berlalu pergi.
" Jaksa ini lumayan juga , tapi permainan ku berikutnya akan jauh lebih seru " ucapnya sambil tersenyum sinis dengan tatapan mematikan.
*****
__ADS_1
Keesokan harinya ...
Narra sih berangkat kerja , tapi bukan untuk menangani kasus melainkan tidur.
Karna semalam bisa di bilang dia tidak tidur sama sekali.
" Hhuh... , aku kasihan padanya " ucap Pak Bae sambil menatap wajah polos Narra yang masih tertidur di meja kerjanya.
" Aku tidak ! " jawab Hye mi yang masih menyimpan dendam setelah apa yang di lakukan Narra padanya semalam.
" Nona Hye mi , kenapa kau begitu membenci Jaksa Gil ? " tanya Pak Bae heran.
" Dia itu .... ( jawab hye mi sambil mengepalkan tangannya) sangat .... licik dan juga jahat " amarah terpancar jelas dari kedua bola mata Hye mi.
" Apa maksudmu ? " Pak Bae masih tidak bisa memahami perkataan Hye mi.
" Dia itu sosiopat yang berakting polos , apa lagi jika aku mengingat semua perbuatannya padaku ... rasanya aku ingin mengikatnya pada besi 50 ton lalu ku tenggelamkan dia dalam palung mariana "
Mendengar itu Pak Bae tampak bersusah payah menelan salivanya , tidak menduga Hye mi bisa berpikiran sekejam itu.
Bersambung .....
Thanks buat yang udah baca 😊
jangan lupa like 😄
dan comen positifnya ya 😁
dukungan kalian sangat berarti buat author ....
__ADS_1
jaga selalu kesehatannya 😉