
akhirnya narra di bawa keluar menuju mobil
tentu saja wartawan yang dari tadi telah berdatangan mengambil foto
sedangkan narra tampak lesu dengan tangan yang di borgol
pagi itu juga beritanya tersebar jeef yang masih menutup mata jadi langsung melotot saat mendengar berita di tv
" penangkapan terhadap seorang jaksa yang berinisial kzg
yang di duga telah melakukan tindak pembunuhan secara sadis
terhadap seorang pria di rumahnya sendiri
dia juga diketahui menutupi fakta tentang kecelakaan bus yang belum lama ini menewaskan 6 orang sebagai kasus kecelakaan biasa
padahal menurut informasi yang kami dapatkan
ini adalah kasus pembunuhan berantai
kami melaporkan langsung dari komplek perumahan gangnam , kembali ke studio "
ucap wartawan tersebut secara lantang dan jelas
" itu kan rumahnya narra artinya za gil ... " batin jeef
lalu dengan tergesa gesa dia mengambil jaket dan pergi
tapi baru saja ia melangkah keluar kamar
jalannya langsung di halangi oleh orang orang suruhan ibunya
tak tanggung tanggung
jumlah mereka 45 orang yang tersebar dari depan pintu lorong , tangga , hingga pintu keluar
jeef tampak ternganga melihat pemandangan di depannya itu
" minggir ! , aku mau pergi " bentaknya pada pria berjas hitam yang paling dekat darinya
" tidak bisa ! nyonya meminta kami mencegahmu pergi tetaplah di kamar mu tuan muda ! " jawab pria tersebut
__ADS_1
" dasar ibu ! aku akan kadukan ini ke ayah , pinjamkan aku ponselmu "
sontak pria itu menyerahkan ponselnya
jeef menggunakan nya untuk menghubungi seseorang
" halo ! pengacara lee , apa bisa bantu aku ? "
" iya , ada apa tuan muda ? "
" begini .... kau melihat beritakan ?
tolong selidiki kasus ini dan beri kabar perkembangannya pada ku segera "
" baik tuan muda " sahut pengacara itu patuh
" iya terima kasih "
jeef lalu menutup telfon dan mengembalikan ponsel itu ke pemiliknya
" ini ponselmu , dan terima kasih " ucapnya dengan malas kembali ke kamar
sementara itu .....
tampak detektif choi dengan raut wajah mengancam tengah menatap narra
" berhentilah berlagak sok keren ! dan lakukan saja tugasmu " ucap narra padanya
" issshh , tidak ku sangka aku sungguh menganggapnya teman " batin detektif choi kemudian mulai serius
" apa kau punya bukti kalau kau hanya tidur semalam ? " tanya pak choi
" memangnya bukti apa ?
kau berharap aku merekam diriku yang sedang tertidur
tentu saja aku tidak punya " jawab narra yang malah lebih menakutkan dari yang menginterogasi
" dan ya memang kalian punya bukti apa
kalau aku pelakunya ? "
__ADS_1
" tali yang mengikat leher korban dan pisau dapur yang di penuhi sidik jarimu "
" tentu saja ada sidik jariku keduanya kan memang barang barangku
tapi aku tidak menggunakannya untuk melenyapkan pria yang kalian maksud " jawab narra
" dan kasus itu kenapa kau menutupnya sebagai kasus kecelakaan biasa ? "
" itu juga bukan ulah ku , tapi atasan ku yang melakukannya dia bahkan tidak langsung memberi tau ku kalau kasus itu dia tutup "
" atasanmu sudah mengkonfirmasi kalau kau mengancamnya , sehingga dia terpaksa menutup kasus itu "
" enak saja , apa buktinya " bentak narra yang naik pitam
" rekaman suaramu " jawab detektif seraya memutar rekaman di ponselnya
" ini adalah rahasia ! jika sampai kau mengatakan yang sebenarnya pada orang lain
kau akan melihat sisi gelap dari diriku "
mendengar rekaman itu narra langsung teringat pada hye mi
" sudah percaya sekarang ? " tanya detektif choi
" hye mi ..... , pimpinan " gumam narra dengan kepalan tangan dan tetesan air mata
tapi bibirnya tersenyum sinis
" jadi begini permainannya baiklah kalian akan segera melihat siapa aku sebenarnya "
" ku rasa orang ini harus melakukan tes kejiwaan " ucap detektif choi pada polisi di sampingnya
tatkala melihat narra yang tersenyum dan menangis sekaligus
bersambung ...
thanks buat yang udah baca π
jangan lupa likeπ
dan comen positifnya ya π
__ADS_1
dukungan kalian sangat berarti buat author
jaga selalu kesehatannya π