
Upacara pemakaman Narra pun di lakukan , dia dikuburkan di samping makam orang tuanya.
Jeef turun langsung membantu meletakkan jenazah Narra ke dalam liang lahad.
Tentu saja hal ini tak luput dari sorotan wartawan.
Begitu selesai , Jeef membaringkan kepalanya di atas makam Narra
para pelayat yang datang pun perlahan pulang.
Hingga yang tersisa hanya Jeef , Venzo , dan beberapa body guard mereka.
Tak berapa lama ibu Jeefano datang untuk menjemputnya tapi Venzo langsung menghadang.
" Tante saya mohon ... , tolong biarkan Jeef berduka hari ini jangan bawa dia pulang dulu " ucap Venzo dengan sopan sambil memohon.
Melihat kondisi Jeef yang sangat terpukul , ibunya pun memutuskan untuk kembali ke rumah.
" Pak Jung tolong jaga Jeef ! " perintah ibu Jeef pada body guardnya.
" Baik Nyonya " sahut mahluk yang di sebut.
Setelah itu , Venzo kembali duduk di samping Jeef seraya mengusap usap punggungnya.
" Apa yang sebenarnya terjadi Ven ? " tanya Jeef dengan suara lirih.
" Sebelum Konferensi Pers diadakan , Narra menelfon dan memintaku datang.
Dia menceritakan kondisinya bahwa setelah kecelakaan itu , Narra di nyatakan henti jantung.
Akibat ledakan bus jantungnya mengalami kerusakan yang signifikan.
__ADS_1
Hingga tak ada kemungkinan jantungnya masih berfungsi. Akibatnya ibu Narra memutuskan untuk mendonorkan jantungnya pada Narra.
Narra tidak tau sama sekali mengenai hal ini , dia baru tau setelah mengalami sakit yang luar biasa di dadanya.
Dia pun memilih pergi ke Rumah Sakit untuk melakukan pemeriksaan " Venzo berhenti sebentar mengambil nafas.
" Lalu apa yang terjadi ? " tanya Jeef yang penasaran level tinggi.
" Ternyata jantung ibunya juga mengalami kerusakan dan hanya mampu bertahan beberapa tahun.
Dokter bilang kepadanya bahwa sisa waktu yang dia miliki hanya sampai siang hari ini "
" Lalu kenapa kau tidak memintanya melakukan operasi ? "
" Aku sudah bilang begitu , tapi Narra menjawab dia tidak ingin jadi beban lagi untuk orang di sekelilingnya.
Terutama kau Jeef .. ! "
Jika begitu mungkin Narra masih hidup sekarang " gerutu Jeef pada Venzo.
" Aku juga maunya seperti itu , tapi dia terlanjur memintaku bersumpah.
Jika aku menolak , Narra mengancam akan memotong pergelangan tangannya dengan pisau. Jadi aku tidak punya pilihan lain ...aku minta maaf ... dan ini untuk mu " Venzo menyerahkan sebuah surat.
Tanpa bertanya Jeef langsung membuka lipatan surat di tangannya itu dan membacanya.
Pada selembar kertas tersebut bertuliskan.
" Dear mini J
Maaf ... kau pasti menangis sekaligus mengomeliku sekarang.
__ADS_1
Kau benar , aku gadis yang jahat. karna itu seharusnya anak baik sepertimu tidak pernah bertemu denganku ..
Terima kasih untuk semuanya selama ini ...
Pernah terlintas di fikiran ku bahwa kini aku sendirian.
Tapi tak lama aku sadar bahwa aku masih memiliki mu Jeef.
Aku sadar lagi lagi menyakiti hatimu , padahal aku tau kau orang yang lemah namun selalu ku buat terluka.
Selain jahat aku ini juga serakah dan tidak tau malu.
Karna itu dalam surat ini , aku meminta sesuatu kepadamu.
Bahagialah dengan orang lain. Aku ingin kau menikah , punya anak , dan menua dengan bahagia bersama wanita yang pantas untukmu.
Aku yakin ketampanan yang kini kau banggakan itu akan menghilang saat kau tua nanti.
Aku selalu memimpikan kebahagiaanmu disebuah taman. Kau bermain dengan anak anak mu disana.
Bercanda gurau dengan mereka serta tersenyum bahagia seolah hidupmu ada di surga.
Itu permintaan terakhirku dan ini surat terakhir yang bisa ku tuliskan untukmu.
Selamat tinggal mini J ....
bersambung ..
thanks buat yang udah baca 😊
mohon like dan comen positifnya 😄
__ADS_1
jaga selalu kesehatan kalian 😉