
Mendengar pertanyaan konyol Venzo barusan , Narra menarik napas dalam dalam seraya mengelus dadanya.
Sabar manusia kayak dia itu cobaan ucapnya dalam hati.
" Lho itu Amnesia dadakan atau pikun dini sih ? gue Narrasya Tiffani sisiwi SMA " jawab Narra seraya memajukan wajahnya ke depan Venzo.
Sekarang malah Venzo yang tampak kesal.
" Bukan itu maksud gue begok ! lho berasal dari mana ? dan keluarga lho siapa ? " Venzo lalu meminum capucino yang ia pesan berharap bisa mengurangi rasa stres nya saat bicara dengan Narra.
Sedangkan Narra kembali memundurkan kepalanya lalu bersandar pada kursi.
" Apa yang buat lho berpikir gue akan kasih tau ? , lagi pula kenapa lho ingin tau ? "
Huh , sabar sabar ucap Venzo pelan.
" Gue dulu tinggal di Seoul , tetangga gue itu detektif dan jurnalis. Mereka punya putri bernama Ana kalau tidak salah " mendengar itu Narra mengerutkan keningnya.
" Nama lengkapnya Ana ? " tanya Narra
" Mungkin saja " jawab Venzo tidak yakin.
Narra pun berpangku tangan sambil menatap tajam pria di depannya yang sedang menikmati capucino.
" Kenapa tiba tiba Lho ceritain masa lalu lho ke gue ? " tanya Narra lagi.
" Karna gue rasa lho dan Ana punya kemiripan. lho dulu pernah tinggal di Seoul kan ? " mendengar itu Narra langsung berdiri.
" Tidak pernah " jawabnya cepat dan keras.
" Buset , santai woii gak perlu nge gas , udah gue pulang aja deh " dengan ekspresi kesal Venzo lalu berjalan keluar.
" Ehh , kembaliannya " teriak Narra sambil mengejar Venzo.
" Buat lo aja " ucap sang empu lalu mengenakan helm dan memacu gas motor sportnya.
__ADS_1
Setelah Venzo pergi Narra lanjut dengan lamunannya.
" Detektif dan Jurnalis ? kok kayak gak asing ya ? "
gumamnya sendirian di Cafe.
****
Mentari menyambut seluruh manusia dengan sinarnya yang hangat , sayangnya sehangat apapun sang surya bagi Deska sama saja.
Mau cuaca cerah , mendung atau bahkan tornado sekaliapun reaksinya tetap sama yakni takpeduli.
Pagi ini , ia dikejutkan oleh tumpukan kotak di depan pintu keluar.
" Astaga ! apa yang terjadi ? hey siapa pemilik tumpukan paket itu ? " teriaknya yang membuat seluruh pelayan berkumpul.
Salah satu dari mereka berkata :
" Itu semua di tujukan untuk Tuan muda " mendengar jawaban itu , Deska tampak heran.
" Oke , singkirkan semua paket itu !
terserah mau di buang di bakar i don't care ! " ucapnya seraya berjalan keluar dan langsung menuju mobil.
Di perjalanan menuju Sekolah , Deska mendapat pesan dari nomor tak di kenal.
" Hai ... kau sudah terima paket darikukan ? " tanya si pengirim pesan yang juga pengirim paket.
Saat membaca pesan itu Deska pun bertanya tanya siapa orang ini.
Lalu ia pun memutuskan untuk membalasnya.
" Siapa kau ? kenapa mengirim paket untuk ku ? dan bagaimana kau tau nomor ponsel ku ? " Membaca banyak pertanyaan dari Deska membuat orang ini tertawa.
" Aku tau semua tentang mu Deska , jangan kan nomor ponselmu. Bahkan pin sandi pintu kamar mu aku tau 04736288 , iya kan ? " hal itu membuat Deska semakin terkejut.
__ADS_1
Dia seketika memblokir nomor itu , dan memutuskan koneksi lalu mematikan ponselnya.
****
Saat berjalan di lorong kelas , Deska berpapasan dengan Narra.
Bagaimana tidak karna mereka satu Sekolah.
Keduanya saling menatap sepintas lalu berjalan menjauh seperti tak saling kenal.
Tak terasa seluruh jam pelajaran sudah berakhir , semua siswa siswi sudah bersiap siap untuk pulang.
Termasuk Narra , sayang langkah kakinya di hentikan oleh buk Yasmin.
" Narra tunggu sebentar " teriak buk Yasmin , seketika Narra balik kanan.
" Ada apa buk ? " tanya Narra.
Buk Yasmin yang tampak menenangkan diri setelah berlari mengejar Narra. Lalu menyerah kan sebuah buku.
" Buku ini bisa kamu antarkan ke rumah Deska ? ibuk dengar kamu pernah kesana , tolong ya ...
Buku ini sangat penting ibuk juga masih banyak pekerjaan "
Melihat buk Yasmin yang sudah sangat lelah , Narra tidak tega jika menolak.
" Yaudah buk , nanti saya antarkan " jawabnya dengan nada pasrah.
" Huhh , makasih banyak ya Ra..." ucap buk Yasmin sangat bersyukur.
" iya buk sama sama " jawab Narra dengan senyuman di paksakan.
bersambung ...
menurut kalian Narra bakal jadi gak ke rumah Deska ?
__ADS_1