Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
TUMPUKAN PAKET


__ADS_3

Mendengar pertanyaan konyol Venzo barusan , Narra menarik napas dalam dalam seraya mengelus dadanya.


Sabar manusia kayak dia itu cobaan ucapnya dalam hati.


" Lho itu Amnesia dadakan atau pikun dini sih ? gue Narrasya Tiffani sisiwi SMA " jawab Narra seraya memajukan wajahnya ke depan Venzo.


Sekarang malah Venzo yang tampak kesal.


" Bukan itu maksud gue begok ! lho berasal dari mana ? dan keluarga lho siapa ? " Venzo lalu meminum capucino yang ia pesan berharap bisa mengurangi rasa stres nya saat bicara dengan Narra.


Sedangkan Narra kembali memundurkan kepalanya lalu bersandar pada kursi.


" Apa yang buat lho berpikir gue akan kasih tau ? , lagi pula kenapa lho ingin tau ? "


Huh , sabar sabar ucap Venzo pelan.


" Gue dulu tinggal di Seoul , tetangga gue itu detektif dan jurnalis. Mereka punya putri bernama Ana kalau tidak salah " mendengar itu Narra mengerutkan keningnya.


" Nama lengkapnya Ana ? " tanya Narra


" Mungkin saja " jawab Venzo tidak yakin.


Narra pun berpangku tangan sambil menatap tajam pria di depannya yang sedang menikmati capucino.


" Kenapa tiba tiba Lho ceritain masa lalu lho ke gue ? " tanya Narra lagi.


" Karna gue rasa lho dan Ana punya kemiripan. lho dulu pernah tinggal di Seoul kan ? " mendengar itu Narra langsung berdiri.


" Tidak pernah " jawabnya cepat dan keras.


" Buset , santai woii gak perlu nge gas , udah gue pulang aja deh " dengan ekspresi kesal Venzo lalu berjalan keluar.


" Ehh , kembaliannya " teriak Narra sambil mengejar Venzo.


" Buat lo aja " ucap sang empu lalu mengenakan helm dan memacu gas motor sportnya.

__ADS_1


Setelah Venzo pergi Narra lanjut dengan lamunannya.


" Detektif dan Jurnalis ? kok kayak gak asing ya ? "


gumamnya sendirian di Cafe.


****


Mentari menyambut seluruh manusia dengan sinarnya yang hangat , sayangnya sehangat apapun sang surya bagi Deska sama saja.


Mau cuaca cerah , mendung atau bahkan tornado sekaliapun reaksinya tetap sama yakni takpeduli.


Pagi ini , ia dikejutkan oleh tumpukan kotak di depan pintu keluar.


" Astaga ! apa yang terjadi ? hey siapa pemilik tumpukan paket itu ? " teriaknya yang membuat seluruh pelayan berkumpul.


Salah satu dari mereka berkata :


" Itu semua di tujukan untuk Tuan muda " mendengar jawaban itu , Deska tampak heran.


" Oke , singkirkan semua paket itu !


terserah mau di buang di bakar i don't care ! " ucapnya seraya berjalan keluar dan langsung menuju mobil.


Di perjalanan menuju Sekolah , Deska mendapat pesan dari nomor tak di kenal.


" Hai ... kau sudah terima paket darikukan ? " tanya si pengirim pesan yang juga pengirim paket.


Saat membaca pesan itu Deska pun bertanya tanya siapa orang ini.


Lalu ia pun memutuskan untuk membalasnya.


" Siapa kau ? kenapa mengirim paket untuk ku ? dan bagaimana kau tau nomor ponsel ku ? " Membaca banyak pertanyaan dari Deska membuat orang ini tertawa.


" Aku tau semua tentang mu Deska , jangan kan nomor ponselmu. Bahkan pin sandi pintu kamar mu aku tau 04736288 , iya kan ? " hal itu membuat Deska semakin terkejut.

__ADS_1


Dia seketika memblokir nomor itu , dan memutuskan koneksi lalu mematikan ponselnya.


****


Saat berjalan di lorong kelas , Deska berpapasan dengan Narra.


Bagaimana tidak karna mereka satu Sekolah.


Keduanya saling menatap sepintas lalu berjalan menjauh seperti tak saling kenal.


Tak terasa seluruh jam pelajaran sudah berakhir , semua siswa siswi sudah bersiap siap untuk pulang.


Termasuk Narra , sayang langkah kakinya di hentikan oleh buk Yasmin.


" Narra tunggu sebentar " teriak buk Yasmin , seketika Narra balik kanan.


" Ada apa buk ? " tanya Narra.


Buk Yasmin yang tampak menenangkan diri setelah berlari mengejar Narra. Lalu menyerah kan sebuah buku.


" Buku ini bisa kamu antarkan ke rumah Deska ? ibuk dengar kamu pernah kesana , tolong ya ...


Buku ini sangat penting ibuk juga masih banyak pekerjaan "


Melihat buk Yasmin yang sudah sangat lelah , Narra tidak tega jika menolak.


" Yaudah buk , nanti saya antarkan " jawabnya dengan nada pasrah.


" Huhh , makasih banyak ya Ra..." ucap buk Yasmin sangat bersyukur.


" iya buk sama sama " jawab Narra dengan senyuman di paksakan.


bersambung ...


menurut kalian Narra bakal jadi gak ke rumah Deska ?

__ADS_1


__ADS_2