Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
ALASAN DIMINTANYA BERHENTI


__ADS_3

Setibanya di ruangan milik Jaksa Cha ,


Narra duduk di kursi yang berada tepat di depan Cha Eun Woo.


Bisa dibilang mereka tatap tatapan sekarang.


" Aku benci bertele tele !


jadi langsung saja ke intinya. Bukankah kami sudah memintamu untuk berhenti menyelidiki kasus kecelakaan bus ? "


ucap Jaksa Cha dengan nada tinggi.


Mendengar itu , Narra memutar bola matanya sebab ia bosan membahas hal ini terus.


" Tapi ku rasa senior juga tau ... bahwa aku menolak untuk berhenti.


Jika tidak keberatan bisa jelaskan kenapa kalian bersikeras memintaku berhenti ? " tanya Narra yang lebih emosi dari Cha Eun Woo.


" Katakan saja yang sebenarnya Jaksa Cha " ucap seseorang dari luar yang langsung saja masuk seperti ayam , tanpa salam atau permisi.


" Pimpinan " ucap Narra dan Eun Woo bersamaan.


" Ya , saya .. " sahutnya dengan santai duduk di sebelah Narra.


Jujur saja Narra merasa risih dengan kehadiran Pimpinan. " Mau apa lagi keponakan cinter clas ini " gumamnya dalam hati.


" Jika itu sulit bagimu biar aku yang ceritakan " ucapnya pada Eun Woo lalu berbalik menatap Narra.


" Ini bukanlah kasus pertama , kau benar ini pembunuhan berencana.


12 tahun lalu ada jaksa yang menangani kasus seperti ini.


Saat dia bilang akan mengungkapkan yang sebenarnya ....


tepat 3 hari sebelum persidangan dia di lenyapkan.


Dan pembunuhnya meninggalkan pesan

__ADS_1


siapa yang mencoba mengungkap kasus itu akan lenyap sebelum persidangan


Karna itu kami tidak mau kau jadi korban berikutnya " mendengar itu Narra jadi bersemedi cukup lama seolah mencerna tiap kalimat Pimpinan.


" Siapa nama Jaksa itu ? " tanya Narra setelah kembali ke alam nyata.


Sesudah membuang nafas dalam dalam , sambil menatap Jaksa Cha pimpinan berkata " namanya Cha sam Woo , kakak kandung Jaksa Cha "


Narra kagetnya bukan main , dia ingin berteriak " Apa ... " seperti di film film , tapi teriakan itu ia pendam dulu.


Dia pun menatap wajah Jaksa Cha sebab masih tak percaya dengan pernyataan pimpinan barusan.


Namun yang di tatap memang tampak murung.


Akhirnya Narra pun berkata " kalau begitu .. saya akan pertimbangkan dulu Pimpinan permisi " ucapnya seraya berjalan keluar.


Dan dengan segudang pertanyaan dia kembali ke ruangannya.


Jika tadi di ruangan Jaksa Cha dia bersemedi , sekarang dia malah mengheningkan cipta di depan komputer kerjanya.


Dengan cepat Narra langsung berdiri di depan Hye mi.


" Hye mi ayo makan siang bersama ! , aku yang traktir " ucapnya bersemangat dan tiba tiba.


Namun Hye mi malah merasa ada yang tidak beres.


" Ada apa ini , kau pasti punya tujuan tertentu kan ? " ucapnya penuh selidik.


" Ya ... , aku punya tujuan


untuk menghilangkan rasa lapar jika tidak mau ya sudah " ucap Narra dan berjalan melewati Hye mi.


" Aduh .... jujur perasaan ku tidak enak , bagaimana jika dia mengerjai ku ?


tapi aku juga lapar ....


pergi ... tidak .... pergi ... tidak .... ahhh pergi sajalah kalau dia macam macam aku tinggal teriak "

__ADS_1


Setelah cukup lama bergumam sendirian , barulah Hye mi berlari dan menyusul Narra.


Mereka makan di warung ramen yang terkenal enak.


Kebetulan juga letaknya tak jauh dari Kantor Kejaksaan.


Meski makanan telah berada di depan mata , Narra tidak menyentuhnya sama sekali.


Dia tengah melanjutkan acara melamunnya.


" Kenapa kau tidak makan ? tadi katanya ingin menghilangkan lapar "


ucap Hye mi yang mulai kesal dengan tingkah Narra.


" Hanya saja ..... aku pusing mi ... " keluh Narra.


" Kalau pusing ke Klinik , bukan ke Warung " sahut Hye mi sambil meniup ramennya.


" Ya ampun ... , bahkan Lumba lumba yang IQ nya dibilang cukup tinggi akan mengerti maksudku.


Tapi manusia yang menyebut dirinya sekretaris ini tidak " tutur Narra seraya menghela nafas.


" Kau bilang apa ? beraninya kau membandingkanku dengan Lumba lumba " amarah Hye mi mulai memuncak , seketika selera makannya jadi hilang entah kemana.


" Masih untung ku bandingkan dengan Lumba lumba , bagaimana jika ku bandingkan dengan keledai


kau mau ? " ucap Narra mulai memperkeruh suasana dengan mulut merconnya itu.


Kira kira berakhir seperti apa ya .. perdebatan mereka di tengah warung ramen ?


thanks buat yang udah baca 😊


jangan lupa like 😄


dan comen positifnya 😀


dukungan kalian sangat berarti .... buat author ..😁

__ADS_1


__ADS_2