
" aku tidak menangis , mataku kemasukan debu " jawab jeef yang tak mau mengakuinya
" debu apanya kaca mobilmu bahkan tidak terbuka " ucap narra yang membuat jeef tak bisa lagi mengelak
" terima kasih banyak pak lee " ucap jeef yang baru sadar akan kehadiran pengacara lee
" iya , tapi ku sarankan kalian bicaranya dalam mobil
takut nanti ada yang memotret , saya duluan " jawab pengacara lee dan berlalu pergi meninggalkan kedua mahluk itu
dengan cepat jeef menarik narra dan membawanya ke dalam mobil
" sekarang ... kau mau kemana ra , ku lihat kau membawa koper ? " tanya jeef memulai percakapan
" ke rumah temanku , aku akan menginap di sana sementara waktu " jawab narra dengan nada datar
" apa kau ada masalah ? "
" tidak ! , aku baik baik saja "
" bohong ! " ujar jeef yang membuat narra jadi menatapnya tajam
" sungguh jeef tidak ada masalah ... " narra mencoba meyakinkan jeef
" kalau begitu katakan sambil menatap mataku "
" kau ini kenapa ? " tanya narra untuk menghindar
" kau jahat
meninggalkanku , dan terus berbohong
kau pikir aku ini terlalu payah sampai tidak bisa membedakan saat kau jujur dan berbohong " mendengar itu narra pun tertegun
" maaf jeef ....
hanya saja aku sungguh tidak bisa menceritakannya padamu"
__ADS_1
" kenapa ? , aku bisa melindungimu ! " jawab jeef dengan nada meyakinkan
" tidak jeef , situasinya sekarang berbeda
aku mohon kau jangan terlibat ya .. " jawab narra
" kau melarangku tapi menerima deska
kau tau hari itu aku datang ke alamat apartemen mu yang di berikan oleh venzo
di sana aku melihat deska menyatakan perasaannya padamu lalu kau menerimanya
dan bukan hanya itu kau bilang tinggal bersama pamanmu kau bilang bahagia , mereka sangat menyayangimu
tapi itu semua bohong
kau tinggal di apartemen karna kau di usir , kau bekerja paruh waktu untuk menafkahi keluarga bibi mu
bahkan bibi mu pernah hendak menjualmu pada seorang duda
luar biasa aktingmu saat bilang kau bahagia itu sangat meyakinkan
biar ku tanya satu hal , apa salahku sampai kau terus berbohong atau apa alasannya ? "
mendengar itu semua dari jeef narra hanya bisa menangis terisak
" iya kau benar ! , semua itu memang terjadi
benar aku telah membohongimu karna aku tak ingin kau terlibat , kau sudah banyak menderita karna aku
sekeras apapun aku berusaha untuk melupakanmu menjauhimu , atau bahkan membencimu
aku tidaak bisa
setiap kali kau bertanya kabarku aku ingin mengatakan yang sebenarnya
tapi aku tidak ingin terus terusan bergantung padamu
__ADS_1
kau adalah kekuatan sekaligus kelemahan terbesarku , aku akan hancur jika kau terluka
aku mohon mengertilah dan jika bisa lupakan aku dan berbahagialah dengan orang lain "
setelah berkata begitu narra berlalu keluar membawa tangisan dan penyesalan
sedangkan jeef memukul setir mobilnya karna merasa frustasi
****
" aku pulang ... " teriak narra sambil memasuki rumah eun bi
" narra kau habis menangis ? " tanya eun bi saat melihat mata narra yang sembab
" eee.. tidak ! apa itu ? " tanya narra balik biar eun bi gak nanya alasan dia menangis
" ini namanya memory star setiap keluargaku punya ini "
jawab eun bi sambil menunjuk kan pin bintang yang dia pegang sedari tadi
" untuk apa ? "
" bisa di bilang ini bukti kau penerus perusahaan dan orang lain tidak akan meremehkanmu"
mendengar itu narra teringat pada adik nya eun bi
" apa ... adik laki laki mu juga punya itu ? "
" iya , kenapa ? "
" bukan apa apa aku ke kamar dulu ya ... " jawab narra dan melenggang pergi
bersambung ....
thanks buat yang udah baca 😊
jangan lupa like 😄
__ADS_1
dan comen positifnya 😁
jaga selalu kesehatan kalian 😉