
" Apa karna dia pahlawan ? " tanya Narra yang mendadak polos.
" Bukan ! karna dia tampan , lucu , dan kuat. Dia sangat mirip dengan ku " ucap Jeef dengan nada sombong dan pede level dewa.
" Yang benar saja ! , laba laba di Taman ini pasti tertawa mendengarnya " sahut Narra di iringi gelak tawa.
" Apa , dasar jahat " Narra tidak bisa lagi menahan tawa karna perkataan dan Jeef yang tadi.
Di tambah ekspresi kesal Jeef yang sudah seperti kain belum di setrika
terlalu kusut . Meski demikian dia terkesan sangat imut hingga siapapun yang melihatnya pasti super gemas.
Namun suasananya langsung berubah 380 ° , saat seorang wanita cantik dengan gaya khas orang kaya yang juga di iringi 25 body guard sekaligus datang menghampiri keduanya.
" Jeefano Park ! jadi ini proyek film barumu ? " tanya wanita itu dengan nada tinggi. Melihatnya Jeef langsung berdiri sangking terkejutnya.
" Ibu !
apa yang ibu lakukan di sini ? " tanya Jeef spontan. Bukannya senang ketemu orang tua , dia malah bertanya tanya.
" Ibu juga penasaran sedang apa kau di Indonesia , katamu syutingnya di Dubai
tapi , ini tidak tampak seperti Dubai jeef " jawab sang ibu penuh selidik.
" Itu ....
syutingnya di tunda ! " Jeef yang ahli ngeles pun menjawab pertanyaan si ibu dengan berbagai alasan.
Narra hanya bisa diam menyaksikan dialog antara ibu dan anak itu.
" Lalu kenapa kau tidak ke Seoul ? " tanya ibunya lagi , yang masih meragukan kejujuran anaknya.
Akhirnya Narra yang sedari tadi diam angkat bicara.
__ADS_1
" Bibi tolong jangan marah ! Jeef hanya .... " belum selesai Narra bicara , ibunya Jeef langsung membentak.
" Diam ! , aku tidak bicara denganmu "
tidak ibu tidak anak sama saja hobinya memotong pembicaraan orang.
" Ya .. bu aku berbohong. Sutradara memberiku cuti , dan aku ke lndonesia untuk menemui Narra " jelas Jeef untuk mengalihkan tatapan elang ibunya dari Narra.
" Ibu tidak habis pikir apa yang kau lihat dari gadis ini hingga kau sampai menentang semua perkataan ibu padamu.
Kenapa kau begitu menyayanginya ?
karna dia kau hampir kehilangan nyawamu , karna dia kau menderita bahkan kau tidak bisa bernyanyi lagi " Ibunya Jeef tampak sangat marah atas apa yang terjadi , dia marah karna Jeef lebih mendengarkan Narra di bandingkan dirinya.
" Cukup bu , hentikan ! " Jeef melerai perdebatan ini , ia tau Narra pasti sangat terpukul dengan semua perkataan ibunya tadi.
" Kaulah yang seharusnya berhenti , apa kau masih tak sadar gadis ini hanya membawa bencana ? " namun ibunya Jeef tetap tak mau diam ataupun mengalah.
" Baiklah , ibu ingin aku pulangkan ?
setelah berkata begitu Jeef menoleh ke arah Narra sambil tersenyum tipis , lalu berjalan menuju mobil.
Lain cerita dengan Narra , meski sudah di peringati Jeef ibunya tetap mengancam Narra.
" Berhentilah membuat putraku menderita ! kau sudah menghancurkan mimpinya tuk jadi penyanyi. Aku tidak akan membiarkan mu menghancurkannya lagi.
Kau akan tau akibatnya jika berurusan dengan ku ! " usai berkata demikian
wanita bermata elang itu masuk ke mobil , diikuti oleh pasukannya.
Kemudian mereka semua memacu mobil menuju Bandara.
Narra tertunduk lesu mengingat Jeef yang menderita selama ini karna dirinya.
__ADS_1
××××××
Keesokan harinya ....
Narra bangun sedikit lebih siang karna tak ada jadwal kuliah , ia berencana ke Cafe tuk bekerja.
Sebelum itu , ia mampir terlebih dahulu ke Apotek. Malangnya hujan turun dengan lebat dan Narra yang tak tau perkiraan cuaca tidak membawa payung.
" Bagaimana ini aku sudah janji akan datang lebih awal " gumamnya dalam hati seraya mengulurkan tangannya kedepan untuk menampung hujan.
Tak berapa lama Yota dan Luri keluar dari Apotek , mereka sempat bertatapan dengan Narra. Tapi , Luri pergi begitu saja ke mobil di ikuti pula oleh Yota.
Padahal Narra ingin menyapa mereka tapi karna diabaikan Narra berbalik fokus pada masalahnya saja.
" Baiklah , aku sudah terbiasa dengan hujan ! " setelah berkata begitu ia pun lari di bawah guyuran hujan.
Sedangkan Yota ternyata masih terus menatap Narra dengan rasa bersalah.
Setelah acara basah basahannya selesai , barulah Narra tiba di Cafe. Tentu saja dengan keadaan basah kuyup.
Baru saja ia masuk semua orang yang di Cafe terkejut sekaligus heran.
Salah satu pelayan yang juga merupakan sahabat Narra yakni Vani datang menghampirinya.
" Ya ampun Ra ...
lho habis nolongin korban kebanjiran ? " entah ingin tau atau ingin menggoda Narra , Vani bertanya seperti itu.
" Tidak kak ! kan hari ini hujan " jawab Narra dengan lesu.
" Sudah tau hujan masih aja maksa berangkat. Tunggu reda dulu kek " omelnya pada Narra yang langsung menghunus ke hati.
" Itu dia masalahnya , aku kan udah janji buat datang lebih awal jadi ya.. begini lah. Aku mau ganti baju dulu ke belakang ! "
__ADS_1
bersambung ...
mohon dukungannya saudara/i sekalian ...