
Setelah Narra menjawab begitu , Jeef malah diam sambil menatapnya.
" Apa jangan jangan Jeef udah tau lagi , kalau aku adalah Narra. Aduh ... gimana nih ... " gumamnya dalam hati , bahkan nafas Narra juga mulai sesak.
Keringat mengalir membasahi pelipisnya.
" Tidak ! kemaren Venzo kesana , katanya Narra pergi " mendengar itu Narra lega luar biasa.
" Alhamdulilah ... , huhh... kirain kamu udah tau yang sebenarnya " gumam Narra lagi.
" Oh.. ya , dia gak bilang apapun sama aku .. " ucap Narra untuk mengurangi kecurigaan.
" Kalau begitu kemana dia .. ? " tanya Jeef bingung sendiri.
" Kenapa kau mencarinya ? " ujar Narra sekalian pengen tau kira kira , jawaban seperti apa yang akan Jeef berikan.
" Karna dia sahabatku .. sekaligus orang yang paling
ku sayangi.
Jujur saja .. , aku jatuh cinta kepadanya sejak pertama kali bertemu.
Tapi aku belum punya keberanian buat mengungkapkannya. Jadi ya ... , aku memendam perasaan ku "
Dan benar saja jawaban yang ia dapatkan sungguh di luar nalar.
Narra bahkan melongo dan mematung mendengar kata kata Jeef.
Dia jadi teringat saat pertama bertemu dengan Jeef itu , di Sekolah Dasar kelas 1.
__ADS_1
Mereka ada di kelas yang sama , tapi karna Jeef berbadan kurus dan sedikit pendek dia di ejek oleh murid murid lain.
Narra yang sudah tomboy sejak lahir tidak tinggal diam , dia memarahi para siswa laki laki yang mengejek Jeef dan mengancamnya dengan sapu.
Kalau pakai sapu siapa sih yang gak akan lari terbirit birit.
Sejak itulah mereka kenal dan bersahabat hingga kini. Tapi , tiba tiba terlintas sebuah pertanyaan dari Narra yang cukup mengejutkan Jeef.
" Bagaimana .... jika Narra tak pernah kembali , apa yang akan kau lakukan ? "
meski sedikit terkejut Jeef menjawabnya sambil tersenyum.
" Sederhana , aku akan mencari dan menunggunya sampai hembusan nafas terakhirku " lagi lagi jawaban yang tak terduga dari Jeef.
" Kenapa tidak cari saja penggantinya yang lebih baik ? kau kan tampan dan kaya " ujar Narra.
" Sayangnya aku telah bersumpah hanya ada dia di hatiku " ucap Jeef sambil menatap mata Narra dalam dalam.
" Tapi menurutku kau takkan bisa bersama Narra "
" Kenapa begitu ? " tanya Jeef dengan nada tinggi.
" Karna ..... ( diam sesaat )
karna kau seorang aktor ! , jika dia bersamamu Narra hanya akan jadi bahan gosip " ucapnya asal yang penting rahasia aman.
" Kalau dia mau aku bisa berhenti dari dunia peran " Jeef dengan santainya tidak mau mengalah.
" Benar ! berhentilah berkorban karna kau tak akan pernah tau kapan kau akan kehilangan dia ! " ucap Narra dengan penuh penekanan.
__ADS_1
Lalu ia berjalan masuk ke rumah meninggalkan Jeef sendirian di luar.
" Ada apa dengannya ? kenapa reaksi Za Gil berlebihan seperti itu ?, sudahlah lebih baik aku pulang saja " ucap Jeef dan berlalu pergi.
( Btw , Jeef nyamar ya gays , tiap ke rumah Narra biar gak di foto paparazi )
Di kamarnya Narra menangis , sebab ini menyakitkan baginya.
Bagaimana tidak , orang yang dia paling sayangi mencintainya.
Benar sih ... normalnya dia harus senang.
Tapi kenyataan , bahwa dia lagi memburu pembunuh berantai di tambah lagi ibunya Jeef kan benci banget sama Narra.
Membuatnya serasa hancur berkeping keping.
" Maafin aku Jeef .... , aku gak bisa terima perasaan kamu karna aku gak mau kamu terluka.
Aku gak bisa liat kamu nangis lagi , meski kamu bilang gak papa , aku tetap gak mau.
Ini yang terbaik buat kita ! maafin aku ... "
thanks buat yang udah baca 😊
jangan lupa like 😄
dan comen positifnya ya 😁
dukungan kalian sangat berarti buat author ...
__ADS_1
selalu jaga kesehatan nya 😉