Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
NARRA BIKIN MALU


__ADS_3

Setelah cukup lama berkendara , sehingga Pak Bae merasa dirinya kini sopir pribadi Narra , barulah mereka tiba di kantor Joon So Food.


Setelah turun dari mobil , keduanya masuk dan langsung menuju ke Resepsionis dan bertanya di lantai berapa ruangan CEO berada.


Setelah mendapat alamat ( ini mudah karna Narra menunjukkan kartu pengenalnya sebagai Jaksa.


Selaku anggota yang berwenang di bidang hukum ya ... dia di izinkan masuk ).


Setelah berada di lantai paling atas mereka harus minta izin lagi pada Sekretaris yang udah mirip satpam komplek.


Sebab ia berdiri menghadang pintu masuk di ruang CEO.


" Permisi ... apa kami bisa bertemu CEO nya ? " ucap Pak Bae lembut dan sopan.


Lain cerita kalau Narra yang minta izin.


" Maaf sebelumnya kalian siapa ya ? " tanya si Sekretaris.


" Kami dari Kejaksaan ! , ada hal yang perlu kami bicarakan dengan CEO " lagi lagi Pak Bae yg menjawab.


" Mohon tunggu sebentar " ucap sekretaris lalu ia menelfon bosnya. Usai dengan telfon ia pun berkata pada Pak Bae " kalian bisa masuk ! "


" Ribet banget sih ... " ucap Narra yang terdengar jelas oleh Sekretaris.


Pak Bae lalu buru buru menarik Narra masuk ke dalam.


Baru saja masuk mulut Narra kembali berulah.

__ADS_1


" Hah , ternyata CEOnya perempuan .. "


" Memang kenapa jika saya perempuan ? " tanya gadis cantik yang duduk di kursi kebesarannya dengan nada tinggi.


" Eee , tidak apa apa , sebaiknya aku saja yang bicara Jaksa Gil " bisik Pak Bae pada Narra.


Pak Bae lalu berjalan menghampiri CEO itu dan duduk di kursi yang telah tersedia.


" Begini CEO ... " saat Pak Bae hendak bicara , Narra bukannya ikut duduk malah berjalan jalan.


" Apa kau mencoba menyelidiki ku ? " tanya CEO yang mulai rusuh dengan tingkah Narra.


" Tidak ! , aku hanya melihat lihat " jawab Narra dengan santainya.


" Jaksa Gil , ayolah ... kumohon duduk kesini ! " ucap Pak Bae yang merasa malu. Dengan tampang terpaksa Narra pun menurut dan duduk di samping Pak Bae.


" Begini .... " belum selesai Pak Bae bicara , Narra langsung memotong dengan satu tarikan nafas.


Brak ..... suara geprakan meja oleh CEO yang mungkin terkejut akibat pernyataan Narra. " apa maksudmu ? " ucapnya dengan tatapan mematikan.


" Bukan begitu ... , maksud sebenarnya kami ingin menyelidiki apakah mobil kargo milik perusahaanmu yang lewat di salah satu jalan tol itu.


Di manfaatkan oleh pelaku untuk kabur , jadi .. kami ingin minta izin menyelidiki " ucap Pak Bae panjang lebar untuk menenangkan CEO bahkan keringat membasahi keningnya.


Lalu ia beralih menatap Narra.


" Jaksa Gil kau benar benar , sebaiknya kau diam saja ! "

__ADS_1


" Apa salahku ? " ucap Narra yang membuat Pak Bae ingin sekali melemparnya ke lantai bawah.


" Diam saja " Narra akhirnya tutup mulut.


Setelah lama berpikir barulah CEO itu berkata " Baiklah , aku mengizinkan kalian menyelidiki dengan satu syarat "


" Orang kaya memang perhitungan " lagi lagi Narra mengeluarkan kalimat pedasnya.


" Jaksa Gil ! ( Pak Bae kali ini menatap tajam sekali pada Narra ) , apa syaratnya ? " tapi bersikap lembut pada CEO itu.


" jika Jaksa ini ( sambil menunjuk Narra ) setuju makan malam dengan ku ! " kata kata CEO itu membuat Narra langsung berdiri.


" Kau bilang apa ? , wahh .. tak bisa kupercaya kau .. " giliran Pak Bae yang memotong perkataan Narra.


" Biar kami diskusikan dulu ! "


Pak Bae menarik Narra ke arah belakang dan bicara sambil berbisik.


" Pak Bae dengan segala hormat dan kerendahan hati aku menolak ! " ucap Narra terang terangngan menyampaikan isi hatinya.


Kira kira apa yang akan terjadi selanjutnya ya ....


thanks buat yang baca 😊


jangan lupa like 😄


dan comen positif ya 😀

__ADS_1


mohon dukungannya ☺


salam dari aku metazaa ....


__ADS_2