
Kutipannya sebagai berikut :
***Lawan terberatmu bukanlah mereka yang mengacungkan pedangnya padamu.
Tapi mereka yang berdiri di belakangmu sambil memegang belati ditangannya***
" Hah , apa maksudnya ?
Aduhh .. kenapa musti pakai kalimat mutiara segala sih.
Kan bisa bilang kalau salah satu temanmu adalah pengkhianat , kan lebih mudah di mengerti " ucap Narra , lalu ia memasukkan surat dan potongan pin bintang itu ke dalam brankas.
Dan menyimpannya dalam lemari.
Fiks , dia nge lirik ke arah jam yang udah menyatakan kalau Narra jelas telat.
Dengan jurus cepat andalannya jas yang tadinya di lantai kini telah melekat di badan.
Yups , dasi belum ketemu jadinya ya ... berangkat aja , toh juga Narra udah dapat gelar sebagai Jaksa yang tidak pernah rapi ke Kantor.
Sungguh sial tu julukan , tapi mau protes emang kenyataan.
Di sepanjang jalan , seluruh manusia yang lewat memperhatikan Narra.
Bukan karna identitasnya terbongkar , melainkan jas yang ia pakai terlalu besar.
Secarakan dia itu kurus , belum lagi rambutnya yang acak acakan , wajahnya yang berminyak.
Haduh... sungguh jauh dari penampilan orang Korea pada umumnya.
Tapi bukan Narra namanya kalau gak cuek bebek ama keadaan sekitar.
Dia terus aja jalan mau apa kata orang juga , dia gak peduli.
Singkat cerita , setelah dapat tatapan julid , dan gosipan warga setempat barulah ia tiba di Kantor.
__ADS_1
Ya... acara gosipnya masih berlanjut gays.
Awalnya Narra tampak biasa saja , tapi lama kelamaan panas juga tu kuping.
" Bisa tidak jangan mengurusi hidup orang lain ?
aku berpenampilan begini memang menimbulkan kerugian apa buat kalian ?
Dengar ya ! hanya orang bodoh yang menilai buku dari sampulnya " ucap Narra lantang sampai satu kantor mendengarnya , lalu ia lanjut jalan menuju lift.
" Gak peduli aku jadi cewek atau cowok , sama aja. Penampilan aku selalu jelek dan di remehkan orang terus " gumam Narra sepanjang lorong menuju ruangnnya.
Baru saja ia masuk , Hye mi yang sudah datang lebih dulu terkejut melihat Narra.
" Astaga !
Za Gil , kau tidak berubah ya ... makin hari penampilanmu makin menurun.
Kau tidak tau ukuran pakaian mu sendiri , sampai beli yang lebarnya kayak lapangan basket gini " ucap Hye mi sambil melirik lirik jas Narra.
Di sana ia melepas jas dan menggantinya dengan jaket base ball , putih dengan dalaman kemeja hitam.
Lalu ia memakai minyak pada rambut dan menyisirnya ke atas , jadi bentuknya agak tegak gitu.
Dia juga memakai pelembab wajah , bedak , dan lip balm , maklum bibirnya kering.
Sementara itu di luar ....
Pak Bae yang baru datang langsung mengajukan pertanyaan " jaksa gil belum datang ? "
" Udah Pak , dia ngurung diri di toilet " jawab Hye mi sok tau.
" Kenapa ? "
" Biasa .. , dia di ledekin karna penampilannya , di tambah lagi dia selalu telat datang " lagi lagi Hye mi menjawab berdasarkan spekulasinya.
__ADS_1
" Ya ampun ... " saat Pak Bae hendak mengetuk pintu toilet , Narra sudah membukanya lebih dulu.
" Ehhhh , selamat pagi Pak Bae .. " ucap Narra sambil tersenyum.
" Eeee... iya pagi , Jaksa Gil , ini kau ? " tanya Pak Bae seakan tak percaya.
" Apa ada , Kim Za Gil lain di Kantor ini ? " jawab Narra.
" Ti... tidak ! " sahut Pak Bae terbata bata.
Hye mi yang penasaran pun berjalan menuju toilet.
Dan dug ..... dug .. dug
suara jantungnya yang berpacu cepat.
Kaget luar biasa yang dia alami kala melihat Narra dengan penampilannya yang sekarang.
Tampan banget ... , bisa di bilang kharismanya mengalahkan Jaksa Cha Eun Woo.
" Kenapa liatnya gitu ? " ucap Narra yang masih kesal dengan perkataan Hye mi tadi.
Meski terpesona Hye mi tidak mau menunjukkannya , dia lalu bersikap senormal mungkin.
" Tidak ada ! " ucapnya dengan lagak sombong.
Narra yang sudah bosan dengan drama hujatan atas penampilan ini pun , berjalan menuju meja kerjanya dan melihat kasus untuk hari ini.
Thanks buat yang udah baca 😊
jangan lupa like 😄
dan comen positifnya ya 😁
dukungan kalian sangat berarti buat author
__ADS_1
jaga selalu kesehatannya 😉