Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
AKIRA


__ADS_3

" Coba saja jika bisa ! " ucap Yota yang terus berlari menjauh. Saat mereka sedang berkejar kejaran tiba tiba ada suara panggilan.


" Narra .... " ucap seorang pria kepada Narra yang tak jauh darinya.


Seketika Narra berbalik , matanya langsung membulat sempurna melihat pria itu.


" Kau ... apa yang kau inginkan ? " ujarnya lantang seakan dia sangat tidak menyukai pria ini.


" Santai saja ! kau semakin cantik ya sekarang " ucap pria itu seraya berjalan mendekati Narra.


" Jangan coba coba mendekat ! atau kau terima akibatnya " bentak Narra namun pria itu bersikap seolah tidak mendengar apapun. Ia bahkan hendak menyentuh pipi Narra.


Yota yang melihat hal itu langsung menepis tangan pria itu dan menarik Narra ke belakangnya.


" Singkirkan tanganmu darinya ! " kali ini Yota yang menggertak.


" Hahhh , kau tau siapa aku kan ? " tanya pria itu dengan nada sombong.


" Aku mengenal dirimu lebih dari siapa pun " jawab Yota ketus.


" Kalau begitu jangan ikut campur ! " ucap pria ini lalu mendorong Yota hingga jatuh ke atas pasir pantai.


Melihat itu Luri langsung berlari menghampiri Yota.


" Kau baik baik saja ? " tanya Narra yang terkejut melihat apa yang telah di perbuat pria itu.


" Aku baik baik saja jangan khawatir "


Setelah Narra membantu Yota berdiri ia pun ambil bagian dengan maju ke depan dan menatap tajam pria itu.


" Hentikan ini Akira ! jangan sakiti teman teman ku " gerutu Narra yang berhadapan langsung dengan pria bernama Akira.


" Baik , tapi beri aku uang " ujar pria itu dengan santainya. Mendengar ini Narra langsung memeriksa saku celananya dan mengeluarkan uang yang ia punya.

__ADS_1


" Aku hanya punya 400.000 minggu depan aku gajian. Aku akan segera mengirimnya " jawab Narra sambil menyodorkan lembaran uang merah.


Pria itu mengambil uang dari tangan Narra seraya tersenyum tipis.


" Bagus ! terima kasih manis " pria itu pun beranjak pergi.


Yota dan Luri yang ada di belakang pun melangkah ke depan setelah Akira menjauh. Tak hanya itu , Yota mendadak protes pada Narra.


" Ra .. , kenapa kau terus memberi mereka uang ? apa jika paman mu meninggal itu salahmu ? " sorot mata Yota menunjukkan kalau dia benar benar serius kali ini.


" Ta... mengertilah " sahut Narra dengan nada pasrah.


" Yidak ! aku mengerti. Tapi tidak bisa menerima " ucap Yota dengan nada tinggi. Sehingga keduanya pun mulai berdebat.


" Kalau begitu pura puralah tidak tau " sahut Narra yang tak mau kalah. Luri yang sedari tadi diam karna tak tau apa yang sedang mereka bahas , akhirnya angkat bicara.


" Sebenarnya apa yang kalian bicarakan ? " tanyanya dengan ekspresi super bingung.


" Maaf Luri aku sungguh tidak bisa memberi taumu " Yota menjawab sambil menatap mata Luri , lalu beralih menatap Narra kembali.


" Luri jangan membentak begitu " sambung Yota dengan suara sedikit di naikkan.


" Kenapa kau marah ? aku pacarmu tapi kau punya rahasia dengan gadis lain.


Kau pikir itu tidak menyakitiku ? aku mengerti kalian sahabatan sejak SMP , tapi aku juga punya perasaan.


Atau jangan jangan kalian punya hubungan ? " Luri bicara panjang lebar guna menyuarakan isi hatiny.


" Luri itu tidak benar ! kenapa kau bicara asal begini ? " sekarang malah Yota dan Luri yang berdebat.


" Kalau begitu katakan ada apa ? " tanya Luri sangat mengotot.


" Aku tidak bisa memberi taumu karna ini rahasia Narra " jawab Yota masih tak ingin bicara.8

__ADS_1


" Baiklah , aku akan pergi dan kita putus " ancam Luri seraya hendak pergi. Narra langsung menahan dengan memegangi tangannya. Namun luri segera menepisnya.


" Kau tidak perlu pergi ! aku tidak akan berhubungan lagi dengan Yota. Maaf jika selama ini kau terluka , aku janji setelah aku Wisuda nanti , aku akan pergi.


Jadi jangan marah atau putus dengan Yota. Ini salahku , bukan salahnya.


Aku seharusnya sadar bahwa aku jadi beban dalam hubungan kalian. Makasih untuk semuanya , sampai jumpa .. "


kali ini Yota yang menahan Narra.


" Ra... apa maksud mu ? " nada bicara Yota menyiratkan rasa sedih dan frustasi yang dia alami saat ini.


" Jaga Luri ! , dia gadis yang baik


terima kasih sudah mau jadi sahabat ku disini. Aku tidak akan pernah melupakanmu , selamat tinggal "


Setelah bicara seperti barusan , Narra melepas tangan Yota dan berlalu pergi.


Yota hanya bisa menatap sedih kepergian Narra.


" Kau sesedih itu karna dia pergi ? " tanya Luri yang tampak kesal dan tidak terima.


" Sejak kapan kau berubah ? Luri yang aku kenal tidak akan menyakiti orang lain. Tapi sekarang kau berbeda perubahanmu menakjubkan ! " entah apa maksudnya tapi , Yota seakan sangat kecewa atas sikap Luri hari ini.


" Jadi maksudmu semua ini salahku ? " lagi lagi Luri bicara nyolot.


" Kau kenal Narra kan ? dia tidak akan menyembunyikan apa pun kecuali hal itu sangat menyakitkan " Yota tampak mencoba menjelaskan kesalahpahaman ini dengan caranya.


" Lalu kenapa dia hanya memberi taumu ? memang apa salahnya aku tau ? " benar , saat seseorang marah kebenaran tak berarti apapun baginya. Dia hanya akan mendengarkan amarahnya.


" Oke , kau ingin tau kan kalau begitu dengarkan baik baik.....


bersambung ...

__ADS_1


mohon dukungannya 🙇


__ADS_2