Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
pengakuan pak Bae


__ADS_3

mendengar hal itu dari narra membuat eun da semakin tersenyum sinis


" kau salah besar jika berpikir aku akan percaya pada mu ! " bentaknya


" aku mengerti apa yang kau rasakan , bagaimana sakitnya kehilangan orang yang kau cintai


rasanya saat kau di benci tanpa alasan dan kau menghadapi itu semua sendirian


tapi ... kau salah jika beranggapan bahwa dengan melenyapkan mereka yang membencimu dapat mengobati luka mu


setiap orang punya alasan untuk sebuah tindakan


yang tak akan pernah bisa kau pahami sepenuhnya


menurutmu kenapa ibumu memilih bertahan di rumah itu padahal dia bisa saja pergi ?


karna dia sangat mencintai ayah mu dan rela menderita agar bisa bersamanya


apa pendapatmu tentang perasaannya saat dia tau kau melenyapkan orang yang dia cintai ? "


perlahan tapi pasti eun da mulai tampak marah dia mengepalkan ke dua tinjunya sambil mengeluarkan tatapan mematikan


" cukup sudah ! " teriaknya lalu mendorong narra ke tengah jalan


tak sampai di situ dia kemudian mengeluarkan pisau dari saku jaketnya


dan mencoba menancapkan ujung pisau tersebut ke tubuh narra


tapi saat tinggal satu centi lagi jarak ujung pisau tersebut dengan narra


eun bi yang sudah sadar sejak tadi berlari keluar dari mobil lalu menahan tangan eun da


" tidak !


aku mohon jangan lakukan ini eun da .... " teriaknya seraya menangis

__ADS_1


eun da pun seketika menoleh padanya lalu ia berdiri sedangkan narra tampak duduk dan pergi menjauh


kini eun da dan eun bi berdiri sambil saling menatap


sempat terbesit di pikiran narra kalau eun da kemungkinan akan melenyapkan eun bi dengan pisau di tangannya


namun hal tak terduga terjadi ..


yaitu eun da si psikopat kejam tampak menangis


" kau .. pasti membenci ku kan ? " tanya eun da yang juga membuat tangis eun bi menjadi jadi


" iya ...


aku membencimu , kau adikku satu satunya tapi kau alasan hancurnya keluarga ku " jawab eun bi sambil terisak


entah karna sadar atau apa eun da tiba tiba menjatuhkan pisaunya


seketika itu juga para polisi yang sedari tadi bersembunyi keluar


mereka mengamankan senjata eun da


lalu petugas lain memborgol tangan pak bae ji woon


" tunggu sebentar ! beri kami waktu untuk bicara " ucap narra pada polisi tersebut


dan mereka pun memberi izin


cukup lama narra dan pak bae ji woon saling menatap


hingga akhirnya pak bae yang memulai pembicaraan


" jika saja ... aku punya hati sepertimu ..


mungkin aku hanya akan mengikhlaskan kepergian adikku , bukannya memperpanjang masalah ini " ucapnya lirih ...

__ADS_1


" terima kasih pak bae , di saat saat terakhir kau membantuku dengan membawa eun da kesini


jika tidak rencana ku pasti sia sia " jawab narra


flash back off


semalam saat jam menunjuk pukul 00 . 00 tiba tiba ponsel narra berdering


melihat itu dari nomor asing narra beranjak keluar kamar untuk mengangkatnya


" hallo .. " ucapnya canggung


" halo za gil .. " jawab seorang pria yang suaranya sangat familiar di telinga narra


" pak bae ... , apa ini kau ? " tanya narra spontan


" benar ! , ini aku ...


aku mau mengatakan sesuatu kepadamu jadi tolong dengarkan baik baik "


narra yang masih kaget hanya bisa menurut


" aku adalah pamannya eun da


aku sudah tau siapa kau sebenarnya sejak awal , karna itu aku mempersulitmu dengan menghilangkan beberapa bukti


aku tau pengkhianat seperti ku pasti sulit di percaya


namun aku ingin mengehentikan keponakanku dari tindak kejahatannya


jadi ... aku akan membantumu menangkap soo eun da "


bersambung ....


thanks buat yang udah baca 😊

__ADS_1


mohon like dan comen positifnya 😄


jaga selalu kesehatan kalian 😉


__ADS_2