Teka Teki Satu Juni

Teka Teki Satu Juni
FESTIVAL OLAH RAGA


__ADS_3

Keesokan paginya di sekolah....


Narra berjalan masuk , ia terkejut karna gedung sekolah sudah di penuhi hiasan dan murid lain memakai pakaian olahraga.


" Hehh ternyata mulut paku itu gak bohong " gumamnya.


saat sedang berkeliling melihat lihat Narra mendengar panggilan dari seseorang.


" Narra tunggu " suara yang nyaring dan familiar.


" Ehh ..bu Maya , ada apa bu ? " tanya Narra spontan pada guru sejarah yang berlari menghampirinya.


" Begini .. dalam festival ini nanti ada lomba Taekwondo apa kamu bersedia jadi wakil sekolah ? " tanya bu Maya penuh harap.


" Saya sih mau buk tapi... kalau kalah bagaimana ? " jawab Narra ragu yang di iringi cengiran.


" Tidak usah khawatir , tidak penting menang atau kalah yang penting kamu mau mencoba dan berusaha " jelas bu Maya meyakinkan.


Narra pun mengangguk setuju sehingga buk Maya mencatatkan namanya.


" Yaudah ibuk pergi dulu , mau cari peserta lain "


ucapnya dan berlalu pergi , baru hendak melangkah kan kaki nya Narra di hadang oleh trio kurang kerjaan.


Begitulah Narra menamai geng Hana Yuyu , dan Saumi.


" Hei pelayan ...


kita ketemu lagi , dengar dengar kamu ikut Taekwondo ya ? " ucap Hana dengan nada sombong.


" Tentu saja Han , dia memang pantas di korbanin " sahut Saumi sambil menatap tajam ke arah Narra.


" Benar Mi , dia gak tau aja siapa lawan nya nanti " sambung Yuyu , mendengar itu Narra pun berkata :


" Kamu benar Yu , aku memang gak tau siapa lawan ku nanti.


Tapi... aku bisa latihan dengan kalian ayo siapa yang maju duluan ? "

__ADS_1


Seketika raut wajah Hana langsung berubah , begitu pula gengnya.


" Kita bukannya takut , tapi ... ada urusan " ucap Hana dengan ekspresi panik.


" Iya , dan itu sangat penting " sahut Yuyu lagi.


" Ihh , awas kamu " ucap Saumi dengan suara halus.


Mereka bertiga pergi meniggalkan Narra sembari menghentakkan kaki.


" Cih , tong kosong " gerutu Narra sendirian.


****


1 jam setelahnya perlombaan pun di mulai dengan urutan Lomba Berkuda , Memanah , Basket , Futsal , Volly dan terakhir Taekwondo.


Tapi..


beberapa saat kemudian jadwalnya mengalami perubahan , Jadi Taekwondo yang pertama , dan Deska tidak mengetahui perubahan tersebut.


" Baiklah anak anak sekalian , karna Pak kepsek sudah membuka acara ini jadi mari kita mulai ... " Suara sorakan menggelegar dari Aula.


" Kontestan pertama untuk lomba Taekwondo , wakil dari SMA TUNAS BANGSA Choi Venzo ...


Yang akan melawan wakil SMA SURYA UTAMA Adeska Rumi ..


beri tepuk tangan yang meriah "


Suara riuh tepuk tangan dan sorakan bercampur , tapi semuanya terdiam dan bertanya tanya kenapa hanya Venzo yang ada di lapangan.


" Ada apa ini ? , di mana Deska ? " tanya Pak kepsek.


" Maaf pak kepala sekolah , saya akan coba cari Deska " ucap pak Bara yang merupakan guru olah raga sekaligus pelatih Taekwondo.


Dia mencari Deska kemana mana hingga salah satu murid berkata :


" Pak , Deska tidak ada di sekolah " teriaknya.

__ADS_1


" Apa , di mana dia ? telfonnya juga tidak aktif bagaimana ini ? "


Lalu pak Bara berjalan menuju pembawa acara dan mengambil mic.


" Mohon maaf kepada seluruh wakil dan perangkat SMA TUNAS BANGSA. Sepertinya wakil kami masih di jalan jadi tolong tunggu sebentar dan sekali lagi kami mohon maaf dan terima kasih atas pengertiannya "


Mendengar itu Narra langsung berkomentar.


" Ahh , di mana mulut paku itu ? "


Setelah menunggu cukup lama , tidak ada tanda tanda Deska. Venzo yang kesal akhirnya berkata :


" Pak , ini sudah terlalu lama acara kita masih banyak. Apa tidak ada wakil lain selain pecundang itu ? "


Mendengar ini seluruh siswa dan siswi berbisik tapi , Venzo tidak mempedulikannya.


Hingga akhirnya Narra dengan nada jengkel berkata :


" Aku yang akan menggantikannya "


kata kata Narra membuatnya langsung jadi pusat perhatian.


" Eee .. Narra tidak usah nak , ibuk takut kau terluka dia itu petarung hebat " ucap buk Maya.


" Tidak papa buk , yang penting kan mencoba " Narra lalu berjalan ke tengah lapangan.


" Aduhh , anak itu membuat ku merasa bersalah mengatakannya " gumam buk Maya mengingat perkataannya tadi.


" Wah .... ini mengejutkan ! , kau menggantikan pacarmu yang pecundang itu ?


ini membuatku tersentuh , awalnya aku ingin menahan diri tapi aku penasaran apa yang akan terjadi jika aku melukai pacarnya Deska ? " ujar Venzo sambil cengengesan.


" Sebaiknya kau tutup mulutmu , kita lihat siapa yang akan terluka "


bersambung......


thanks buat yang udah mampir mohon dukungannya 😃

__ADS_1


__ADS_2