
Ternyata Narra sungguh menunaikan perkataannya , yaitu mandi dengan air bercampur mawar dengan 3 warna berbeda.
Buktinya saat melewati toko bunga yang hampir tutup , dia membeli mawar putih , merah dan biru hingga pelayan toko pun kebingungan melihatnya.
Singkat cerita , kini Narra sudah ada di rumah tepatnya di kamar.
Karna musim dinginnya udah berakhir , ditambah Narra mandinya juga pakai air panas tak lupa mawar 3 warna tadi.
Jadinya dia berendam dalam bathub kurang lebih 15 menit sekalian mengurangi stres.
Setelah mandi suci , Narra kembali ke ruang kerja.
Di sana dia membaca dokumen tentang kecelakaan 1 Juni 12 Tahun lalu , yang dia ambil dari ruangan Pimpinan.
" Jadi mereka meninggalkan seorang Putri , CEO Joon Soo Food ..... apakah Eun Bi putri mereka ? " usai bergumam Narra kemudian menggambar denah perkembangan kasus.
Dia mencoret foto orang yang dia anggap tidak terlibat seperti Jaksa Cha Eun Woo , Pak Bae , dan Hye mi.
Setelah itu , dia berencana menelfon Eun bi untuk membicarakan hal yang ia gumamkan tadi.
Uniknya , dia yang nelfon duluan malah Eun bi yang duluan ngomong. Udah gitu teriak teriak lagi.
" Gil .... tolong aku " sontak saja Narra menjauhkan telfon dari telinganya yang langsung berdengung mendengar teriakan Eun bi.
Setelah merasa siap , baru dia mendekatkan telfonnya kembali.
" Eun bi kau kenapa ? , bisa tidak jangan teriak kek tadi ? Halo ....
halo..... " telfonnya putus guys , padahal Narra belum selesai ngomel ngomel.
Karna Narra sudah bisa dibilang ahli dalam hal ini , dan dari kebanyakan film yang dia tonton biasanya adegan ini berarti seseorang di culik.
__ADS_1
Dengan tergesa gesa dia mengambil jaket dan berlarian menuju pintu keluar.
Sangking malangnya ini nasib , Narra malah sempat sempatnya ke jedot pintu.
Setelah selesai memaki pintu yang tak bersalah barulah dia beranjak pergi mencari Eun bi.
Sementara itu ......
sesuai dugaan pemirsa sekalian dan jiga Narra , Eun bi diculik dan disekap disebuah ruangan.
Eits.. , dia tidak sendiri , sebab si penculik berada tepat di sampingnya.
" Bagus ! , dengan teriakan kau tadi Jaksa payah itu pasti akan datang.
Dengan begitu , lebih mudah bagiku untuk menyingkirkannya " ucap pria yang memakai topi dan masker hitam itu.
" Sebenarnya kau ini siapa ? dan kenapa kau ingin membunuh Za gil ? " tanya Eun bi dengan mata berkaca kaca.
" Auu ... lepaskan aku ... , ini sakit ... "
" Teriak saja sesukamu tak ada yang akan mendengarnya "
*****
Di sisi lain .... Narra mendatangi Kantor Polisi.
" Woii ... gil , apa kabar bro ? " ucap sorang detektif begitu Narra masuk.
" Baik , hanya saja aku butuh bantuanmu sekarang " sahut Narra dengan raut wajah panik.
" Apa ? "
__ADS_1
" Salah satu teman ku diculik , bisakah kalian melacaknya ? "
" Ohh .. itu ke ahlianku " sahut pria bernama Han Taehyung. Sementara Detektif itu hanya mangut mangut.
Setelah berhasil dilacak , barulah Narra dan beberapa anggota polisi lainnya bergegas menuju lokasi.
Hingga tibalah mereka di tempat sinyal nya berada.
( btw , si penculik itu sengaja mengaktifkan ponsel Eun bi karna tujuannya adalah untuk membuat Narra mendatangi tempat itu )
" Jadi ... temanmu disekap di rumah kosong itu " ucap detektif Choi sambil menatap Narra.
" Ayo ke posisi masing masing " perintah Han Taehyung pada bawahannya.
Sedangan pria penculik itu mengawasi mereka dari kamera drone.
" Sudah ku duga dia tak akan datang sendiri , permainanmu terlalu sederhana " Pria itu menuangkan bensin ke sekeliling kursi tempat Eun bi diikat.
Tak lupa seluruh area rumah juga.
Selanjutnya dia menyalakan korek dan membuangnya ke genangan bensin tadi.
Thanks buat yang udah baca 😊
jangan lupa like 😄
dan comen positifnya ya 😁
dukungan kalian sangat berarti buat author
jaga selalu kesehatannya 😉
__ADS_1